Magetan Bukan Ibukota

Siapa yang tidak mengenal kota jakarta, ibukota negara tercinta (Indonesia raya). Ironisnya, sekarang kota yang memutarkan uang di Indonesia kurang lebih 70%nya ini sangat tidak nyaman untuk tempat tinggal. Bagaimana tidak, kadar debu di kota berpenghuni hampir 10juta jiwa ini sudah sangat melampaui standart yang ditetapkan oleh WHO. Selain itu ketinggian kota ini mulai bersaing dengan belanda, karena berada dibawah permukaan air laut. Hari bertambah hari makin banyak air tanah yang diambil dan tekanan dari gedung-gedung pencakar langit menyebabkan tiap tahun permukaan tanah jakarta turun sekitar 6-10 cm. Belum lagi masalah kemacetan yang menjadi menu wajib di kota paling padat se-Indonesia ini. Walaupun banyak juga sisi kelebihannya, diantaranya pusat pemerintahan, ekonomi, industri dan banjir tentunya.
Lain halnya dengan sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur, kabupaten Magetan. Sebuah daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah dan diayomi gunung Lawu ini memang tak semenarik ibu kota, jika dilihat dari kemegahan bangunan, kemajuan ekonomi, industri, ataupun sarana prasarana. Akan tetapi, cobalah anda melihat dari sudut pandang yang berbeda. Sesuatu yang ramah dan nyaman untuk semua orang, mulai dari orang-orangnya yang lebih nyaman menggunakan bahasa jawa sebagai alat komunikasi (dari yang kecil sampai tua) dengan murah senyum untuk menyambut semua orang, budaya berpakaian, berbelanja, membangun rumah,dan tentunya tidak ada macet di kabupaten penghasil kerajinan kulit ini. Lalu apa lagi? Transportasi umum adalah sesuatu yang cukup sulit didapati, ini adalah sesuatu yang sangat bagus untuk mantan penduduk kota besar terutama jakarta. Mengapa? Bagaimana tidak, yang mempunyai kendaraan pribadi tentu tidak kesulitan untuk melakukan perjalanan dengan jaminan “tidak perlu macet!”. “Magetan kota hijau” sebuah andalan yang sudah terealisasi, karena hampir 60% daerahnya masih berupa hutan lindung dan kalau hobi berburu pasti bisa berburu dengan menyenangkan.
Ada hitam ada putih, malam datang karena sebelumnya siang, kelebihan magetan juga dihiasi dengan kekurangannya. Lalu apa kekurangannya? Sebelum mengetahui kekurangannya akan lebih afdol kalau kelebihannya kita lanjutkan dahulu! Magetan adalah kabupaten yang mengandalkan pariwasata serta pertanian sebagai penopang utama ekonomi. Bagaimana tidak, jika anda ingin berkunjung ke air terjun ada kurang lebih lima tempat (belum termasuk yang belum dibuka menjadi tempat wisata). Sudah terkaget-kagetkah? Belum waktunya, adapula telaga sarangan yang menjadi ikon kabupaten yang bermotokan “MITRA” (Magetan Indah Tertib Rapi Aman), dan beberapa telaga lainnya yang berada di kaki gunung lawu. Bagi pecinta alam, hobi berkemah, mencari perkebunan yang sejuk, atau ingin tahu flora fauna langka yang jarang-jarang ditemui? Ada gunung lawu yang selalu laris manis dikunjungi para pendaki gunung, kawasan pintu masukpun sudah sangat menbuat mata, lidah, dan mulut termanjakan. Pernah mendengar lagunya didi kempot “cemoro sewu sarangan”? Kabupaten magetanlah tempatnya. Lebih dari 10 tempat yang sangat ideal untuk berkemah, mau yang fasilitas MCK memadai dan penduduknya sangat ramah atau memilih daerah ekstrim yang belum disentuh dengan penduduk, semua ada.
Perkebunan, pertanian, peternakan juga menjadi hal yang perlu anda perhitungkan untuk membandingkan dengan kemewahan jakarta. Ada perkebunan jeruk di daerah kecamatan Bendo, mulai dari jeruk bali, manalagi, sampai jeruk sangkis. Adapula perkebunan bakau dan kopi di daerah cemoro sewu, sarangan, plaosan, sampai panekan. Kalau di bidang pertanian saya pastikan ketika masuk sampai keluar kabupaten magetan mata akan termanjakan suasana hijau dari padi, jagung, tebu, kedelai, kacang, wortel, sawi, sampai kangkung. Peternakanpun tidak kalah taji, sapi, kambing, ayam, dan paling magetan sekali adalah kelinci di daerah ngancar yang biasanya digunakan untuk bahan dasar pembuatan sate kelinci. Pendidikan memang belum bisa dianggap setara dengan di jakarta apalagi menyaingi. Tapi ada universitas negeri di bidang perbidanan cukuplah sebagai identitas dari magetan yang bisa ja identitas seperti UI untuk jakarta.
Langsung aja kepada kekurangan kabupaten ini, adalah transportasi yang cukup semrawut, karena kurang ada tidakan dari pemerintah sendiri. Belum lagi dengan penduduk yang kurang merata, dan fasilitas umum yang masih minim. Itu bukan kekurangan secara hakiki tetapi sesuatu yang harus dipandang berbeda dan dicarikan solusi terbaik dan memotifasi diri pribadi untuk lebih fokus dan bersemangat. Salah satunya, dengan membuat perusahaan transportasi, tentu sesuatu yang sangat menjanjikan untuk kita. Selain itu juga tempat tinggal yang tidak merata membuat kita bisa memilih dengan mudah ingin bermukim di daerah mana, dan kalau fasilitas inilah yang membuat masyarakah bahu-membahu dan bergotong royong membuat fasilitas itu sendiri. Satu poin penting jakarta adalah ibukota negara kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, begitupula magetan yang punya seluk beluk yang indah. Tetapi seindah dan senyamannya, magetan bukan ibu kota.

Sumber : Nusantaraku.com

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Lintas_Daerah pada 13:03. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
  1. KEC. MAGETAN
  2. - Baron
  3. - Bulukerto
  4. - Candirejo
  5. - Kebonagung
  6. - Kepolorejo
  7. - Magetan
  8. - Purwosari
  9. - Ringinagung
  10. - Selosari
  11. - Sukowinangun
  12. - Tambakrejo
  13. - Tambran
  14. - Tawanganom

  15. KECAMATAN BARAT
  16. - Bangunsari
  17. - Banjarejo
  18. - Blaran
  19. - Bogorejo
  20. - Jonggrang
  21. - Karangsono
  22. - Klagen
  23. - Mangge
  24. - Manjung
  25. - Ngumpul
  26. - Panggung
  27. - Purwodadi
  28. - Rejomulyo
  29. - Tebon

  30. KECAMATAN BENDO
  31. - Belotan
  32. - Bendo
  33. - Bulak
  34. - Bulugledek
  35. - Carikan
  36. - Dukuh
  37. - Duwet
  38. - Kinandang
  39. - Kleco
  40. - Kledokan
  41. - Lemahbang
  42. - Pingkuk
  43. - Setre
  44. - Soco
  45. - Tanjung
  46. - Tegalarum

  47. KEC. KARANGREJO
  48. - Baluk
  49. - Gebyok
  50. - Gondang
  51. - Grabahan
  52. - Karangrejo
  53. - Kauman
  54. - Manisrejo
  55. - Mantren
  56. - Maron
  57. - Patihan
  58. - Pelem
  59. - Prambelan
  60. - Sambirembe

  61. KECAMATAN KARAS
  62. - Botok
  63. - Geplak
  64. - Ginuk
  65. - Jongke
  66. - Karas
  67. - Kuwon
  68. - Sobontoro
  69. - Sumursongo
  70. - Taji
  71. - Temboro
  72. - Temenggungan

  73. KEC. KARTOHARJO
  74. - Bayem Taman
  75. - Bayem Wetan
  76. - Gunungan
  77. - Jajar
  78. - Jeruk
  79. - Karangmojo
  80. - Kartoharjo
  81. - Klurahan
  82. - Mrahu
  83. - Ngelang
  84. - Pencol
  85. - Sukowidi

  86. KEC. KAWEDANAN
  87. - Balerejo
  88. - Bogem
  89. - Garon
  90. - Genengan
  91. - Giripurno
  92. - Jambangan
  93. - Karangrejo
  94. - Kawedanan
  95. - Mangunrejo
  96. - Mojorejo
  97. - Ngadirejo
  98. - Ngantep
  99. - Ngunut
  100. - Pojok
  101. - Rejosari
  102. - Sampung
  103. - Selorejo
  104. - Sugihrejo
  105. - Tladan
  106. - Tulung

  107. KEC. LEMBEYAN
  108. - Dukuh
  109. - Kediren
  110. - Kedungpanji
  111. - Krowe
  112. - Lembeyan Kulon
  113. - Lembeyan Wetan
  114. - Nguri
  115. - Pupus
  116. - Tapen
  117. - Tunggur

  118. KEC. MAOSPATI
  119. - Gulun
  120. - Klagen Gambiran
  121. - Kraton
  122. - Malang
  123. - Maospati
  124. - Mranggen
  125. - Ngunjung
  126. - Pandeyan
  127. - Pesu
  128. - Ronowijayan
  129. - Sempol
  130. - Sugihwaras
  131. - Sumberjo
  132. - Suratmajan
  133. - Tanjungsepreh

  134. KEC. NGARIBOYO
  135. - Baleasri
  136. - Balegondo
  137. - Bangsri
  138. - Banjarejo
  139. - Banjarpanjang
  140. - Banyudono
  141. - Mojopurno
  142. - Ngariboyo
  143. - Pendem
  144. - Selopanggung
  145. - Selotinatah
  146. - Sumberdukun

  147. KEC. NGUNTORONADI
  148. - Driyorejo
  149. - Gorang-Gareng
  150. - Kenongomulyo
  151. - Nguntoronadi
  152. - Petungrejo
  153. - Purworejo
  154. - Semen
  155. - Simbatan
  156. - Sukowidi

  157. KEC. PONCOL
  158. - Alastuwo
  159. - Cileng
  160. - Genilangit
  161. - Gonggang
  162. - Jangan
  163. - Plangkrongan
  164. - Poncol
  165. - Sombo

  166. KEC. PARANG
  167. - Bungkuk
  168. - Joketro
  169. - Krajan
  170. - Mategal
  171. - Nganglik
  172. - Nglompang
  173. - Ngunut
  174. - Parang
  175. - Pragak
  176. - Sayutan
  177. - Sundul
  178. - Tamanarum
  179. - Trosono

  180. KEC. PLAOSAN
  181. - Bulugunung
  182. - Buluharjo
  183. - Bogoarum
  184. - Dadi
  185. - Ngancar
  186. - Nitikan
  187. - Pacalan
  188. - Plaosan
  189. - Plumpung
  190. - Punthukdoro
  191. - Randugede
  192. - Sarangan
  193. - Sendangagung
  194. - Sidomukti
  195. - Sumberagung

  196. KEC. PANEKAN
  197. - Banjarejo
  198. - Bedagung
  199. - Cepoko
  200. - Jabung
  201. - Manjung
  202. - Milangasri
  203. - Ngiliran
  204. - Panekan
  205. - Rejomulyo
  206. - Sidowayah
  207. - Sukowidi
  208. - Sumberdodol
  209. - Tanjungsari
  210. - Tapak
  211. - Terung
  212. - Turi
  213. - Wates

  214. KEC. SUKOMORO
  215. - Bandar
  216. - Bibis
  217. - Bogem
  218. - Bulu
  219. - Kalangketi
  220. - Kedungguwo
  221. - Kembangan
  222. - Kentangan
  223. - Pojoksari
  224. - Sukomoro
  225. - Tamanan
  226. - Tambakmas
  227. - Tinap
  228. - Truneng

  229. KEC. SIDOREJO
  230. - Campursari
  231. - Durenan
  232. - Gentasanyar
  233. - Kalang
  234. - Sambirobyong
  235. - Sidokerto
  236. - Sidomulyo
  237. - Sidorejo
  238. - Sumbersawit
  239. - Widorokandang

  240. KEC. TAKERAN
  241. - Duyung
  242. - Jomblang
  243. - Kepuhrejo
  244. - Kerang
  245. - Kerik
  246. - Kiringan
  247. - Kuwonharjo
  248. - Madigondo
  249. - Sawojajar
  250. - Takeran
  251. - Tawangrejo
  252. - Waduk





2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Magetan