STKIP Nugroho Magetan

Kabupaten Magetan yang memiliki potensi besar bagi perkembangan di berbagai bidang kehidupan, diantaranya bidang pendidikan, ekonomi, perdagangan, pertanian, pariwisata, dan sebagainya. Kondisi multikomunal tersebut nampaknya justru merupakan faktor penyeimbang bagi kelanjutan berbagai sektor kehidupan yang berlangsung pada masa itu.

Dalam mengemban fungsi dan tugas pokok serta merealisasikan tujuan-tujuan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan untuk meluluskan guru dan tenaga kependidikan pada jenjang Sekolah Dasar, SLTP, SLTA, diharapkan terjadi interaksi yang kondusif antara lembaga dan masyarakat. Sehingga kemajuan pendidikan, teknologi dan derasnya arus informasi dapat memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap eksistensi peran pendidikan tinggi di Magetan Jawa Timur.

Keberadaan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan dalam pendiriannya muncul fenomena-fenomena yang indikasinya adalah masyarakat mengharapkan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan secara otonom di daerahnya, sehingga bisa ditempuh secara efektif dan efisien. Hal ini ditengarai dengan belum adanya Perguruan Tinggi di daerah Kabupaten Magetan sampai tahun 2009. Melihat kenyataan tersebut Pengelola Yayasan Badan Pembina Perguruan Tinggi DOKTOR NUGROHO Magetan punya niat untuk mendirikan sebuah lembaga perguruan tinggi, dengan didukung oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan anggota dewan akhirnya pada tahun 2010 berdirilah sebuah perguruan tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan DOKTOR NUGROHO Magetan, untuk membuka perguruan tinggi sebagai fasilitas pembelajaran sebagaimana mestinya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan tentang lulusan sekolah SLTA yang belum tertampung untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi masih cukup tinggi. Lulusan SLTA se kabupaten Magetan Jawa Timur di tahun pelajaran 2007-2008 berjumlah 3.998 lulusan, yang belum tertampung untuk melanjutkan di perguruan tinggi 60% atau 2.399 lulusan. Sedangkan lulusan di tahun pelajaran 2008-2009 sebanyak 4.115 lulusan SLTA 55% sejumlah 2.400 lulusan belum tertampung untuk dapat melanjutkan. Adapun beberapa penyebab diantaranya: wilayah teritorial yang kurang mendukung atau berbukit-bukit, jangkauan tempat kuliah masih terlalu jauh, karena berada diluar daerah kabupaten Magetan, misal: di Madiun, Ngawi, Ponorogo dan kota-kota lainnya. Sehingga merupakan salah satu penghambat dalam pelaksanaan perkuliahan. Maka masyarakat berharap adanya upaya pemerintah untuk dapat mendirikan sebuah lembaga perguruan tinggi di kabupaten Magetan.

Guru dalam mencapai dan memperoleh predikat sebagai tenaga kependidikan yang bersertifikat pendidik, serta untuk memperoleh tunjangan sertifikasi maka para guru berupaya meningkatkan kompetensinya. Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa setiap guru harus berkualifikasi S1 dan D4. Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru untuk memperoleh tunjangan sertifikasi. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007 tentang Standart Kualifikasi dan Kompetensi Guru, Permendiknas tahun 2009 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Keputusan Mendiknas tahun 2009 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Berdasarkan permasalahan diatas dipandang sangat perlu berdirinya sebuah perguruan tinggi yang mampu menampung para guru untuk meningkatkan status pendidikan dengan kompetensinya.

Mengkaji realita di kabupaten Magetan Jawa Timur, khususnya masalah pendidikan tinggi, Yayasan DOKTOR NUGROHO Magetan yang diprakarsai oleh seorang guru sekolah dasar yang bernama Marsini. S.Pd.,M.Pd., bahkan beliau tahun 2010 sebagai kandidat Doktor (S3) berencana merealisasikan keinginan warga masyarakat kabupaten Magetan Jawa Timur tersebut tentang pendirian sebuah lembaga perguruan tinggi yang berada di kabupaten Magetan, yang diberi nama “STKIP DOKTOR NUGROHO MAGETAN”. Mudah-mudahan dengan niat baik, luhur, mulya dan adanya dukungan dari semua pihak perguruan tinggi yang menjadi harapan warga kabupaten Magetan Jawa Timur dapat segera terealisasi. Sehingga menjadi satu-satunya lembaga perguruan tinggi yang siap menampung calon mahasiswa yang belum terfasilitasi di perguruan tinggi.

A. Gambaran Umum Wahana Pendidikan
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan DOKTOR NUGROHO Magetan berdiri dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010. Gagasan pendirian STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan dilandasi oleh kondisi minat calon mahasiswa keguruan dan ilmu pendidikan di Magetan Jawa Timur yang pada saat ini sangat membutuhkan pemikiran serta pemberdayaan secara melembaga. Komunitas guru dan pedidikan semakin dituntut untuk meningkatkan efektivitas peran mahasiswa dalam proses belajar mengajar, sehingga keterbatasan orientasi pengembangan merupakan fenomena yang benar-benar membutuhkan penanganan secara professional dan akademis. Maka berkumpul Tokoh masyarakat pada waktu itu untuk mendirikan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan bertujuan sebagai pusat pengembangan keguruan dan ilmu pendidikan di Magetan Jawa Timur yang berorientasi pada strategi perguruan tinggi, memperkuat kelompok sosial dan mengembangkan proses kegiatan penyempurnaan system pendidikan tinggi.

Untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan membuka program studi PG PAUD, PG SD, Bahasa Inggris, dan PENJASKES. Kesemuanya berorientasi pada keguruan dan ilmu pendidikan. Pada awal penyelengaraan pendidikan dengan segala keterbatasan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan cukup menggali potensi calon pendidik di daerah Magetan dan sekitarnya untuk di jadikan bahan kajian, materi perkuliahan, dan sekaligus dijadikan data proses transformasi daerah untuk memperoleh otonom, dengan harapan agar kesejahteraan masyarakat di daerah dapat ditingkatkan. 3 tahun kedepan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan telah menghasilkan lulusan status mahasiswa (konversi) yang mampu secara intelektual dan praktisi pendidik di masyarakat.

Perkembangan dunia ilmu pengetahuan (IPTEK) dan seni utamanya yang ditandai dengan derasnya industrialisasi apakah memberikan bentuk baru. Pendidikan bukan suatu wujud keajaiban atau formula magic untuk membuka pintu ke dunia di mana semua cita-cita tecapai, namun pendidikan adalah wahana yang mendasar untuk meningkatkan bentuk yang lebih harmonis dari perkembangan manusia, sehingga bisa memberi kemungkinan lebih besar mengurangi kemiskinan, ekskluisivisme, pertentangan, dan mencegah konflik etnis. Dengan demikian pembelajaran dan penguasaan IPTEKS menjadi primadona di semua lembaga pendidikan, sejak tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi. Di tengah arus sedemikian itu di satu sisi potensi-potensi lokal berupaya menghadapi perkembangan lingkungannya. Adaptasi dilakukan melalui penyesuaian-penysuaian desain produk lokal. Dalam lingkup yang lebih luas globlisasi juga memberi dampak perubahan Ipoleksosbud.

Yayasan Badan Pembina DOKTOR NUGROHO Magetan STKIP di Magetan jelas memberikan kontribusi lulusan yang potensi dan professional, selain di dukung pengajar yang mempunyai kualifikasi/kompetensi di bidangnya juga sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Kurikulum disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional, mutu pendidikan di STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga masyarakat terutama di wilayah Magetan dan sekitarnya. Penyempurnaan kurikulum dilakukan secara responsif terhadap penerapan hak asasi manusia, kehidupan demokratis, globalisasi, dan otonomi daerah.

Kesejahteraan lembaga STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan kedepan, selain sumber daya fisik akan lebih memprioritaskan sumber daya intelektual, modal sosial, dan kridibilitas sehingga tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak dapat diukur dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar mempengarui kehidupan bangsa. Dengan demikian fungsi pendidikan diperluas sebagai hak asasi manusia yang mendasar.

Gagasan tentang upaya membangun interaksi dengan lingkungan, sudah barang tentu, perlu dilandasi oleh kesiapan institusional sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berimbang dan terpadu. Idealisasi ini hanya dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi manajemen pendidikan beserta proses pembelajaranya. Untuk kepentingan tersebut permasalahan urgent yang saat ini sedang direncanakan / dilakukan peningkatan tentang :
a. Sistem pelayanan substansi akademik
b. Strategi Pembelajaran, disiplin ilmu secara sistematis, sistemik, dan terpadu.
c. Penetapan standar kompetensi
d. Pengaturan kurikulum nasional
e. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan.
f. Penetapan standar materi pelajaran pokok.
g. Penetapan kalender pendididkan dan jumlah mahasiswa aktif setiap tahun.

Pembenahan dan peningkatan mutu pendidikan yang terus menerus dilakukan ini sejalan dengan paradigma baru Sekolah Tinggi Kegururan dan Ilmu Pendidikan di Indonesia yang diharapkan mampu menciptakan, memelihara, dan mengembangkan potensi dan profesionalisme guru, serta memperkaya nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan hidup dengan dimensi kultural dan spiritual, serta peka dan tanggap terhadap fenomena perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Berkaitan dengan visi tersebut, program pendidikan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan didirikan dengan latar belakang pengembangan wilayah pendidikan di daerah Jawa Timur.

Paradigma baru Perguruan tinggi keguruan dan ilmu pendidikan di Indonesia STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan merupakan strategi dalam mencapai cita-cita luhur sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Jawa Timur. Di satu sisi harus bergerak ke belakang, di sisi lain harus mampu memposisikan diri dalam era globalisasi yang telah memberi dampak segala sendi kehidupan manusia. Sementara itu, secara instritusional maupun intelektual, STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan dipersiapkan di tahun 2010 ini, dihadapkan pada perubahan-perubahan nilai yang terjadi drastis. Norma-norma spiritual bergeser kepada nilai-nilai meterialistik, konsep kepemilikan bergeser menjadi akses yang terbuka, etos kerja berubah menjadi etos permainan. Dampak yang paling diwaspadai oleh STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan adalah berkembangnya budaya entertainment serta iklim persaingan yang diikuti krisis ekonomi dan krisis budaya berkepanjangan. Perubahan-perubahan itu merupakan tantangan STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang ikut bertanggung jawab menumbuh kembangkan IPTEKS hingga mampu bersaing secara universal.

Lembaga STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan Jawa Timur ini dalam proses pendiriannya ingin menampung keinginan masyarakat di Magetan dan sekitarnya, sehingga dibutuhkan sebuah pengelolaan lembaga pendidikan yakni STKIP DOKTOR NUGROHO Magetan untuk menyiapkan kelulusan guru atau tenaga kependidikan yang professional.
Tujuan
  1. Menghasilkan lulusan yang bermutu, professional dengan memiliki kualifikasi pengetahuan teoretis dan metodologis yang komprehensif serta memiliki sikap mental keilmuan dan memiliki potensi dalam kecerdasan manusia agar mampu tampil secara bermartabat pada masa kini dan masa mendatang. 
  2. Membangun Sumber Daya Manusia pendidik yang unggulan, kompetitif, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah saat ini dan siap bersaing di masa mendatang. Memiliki intelegensia yang lengkap, mengkaji, mengembangkan, dan penguasaan IPTEKS yang relevan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
  3. Mempersiapkan dan membina tenaga akademik untuk LPTK, dan merealisasi iklim organisasi yang sehat dan harmonis secara bertahap.
  4. Merealisasi jalinan kerja sama dengan pemerintah, pemerintah daerah, perusahaan, organisasi (stakeholder), dan masyarakat lain baik di luar maupun dalam negeri. 
Dikirim / Sumber : stkip-magetan

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Lintas_Daerah pada 09:59. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
  1. KEC. MAGETAN
  2. - Baron
  3. - Bulukerto
  4. - Candirejo
  5. - Kebonagung
  6. - Kepolorejo
  7. - Magetan
  8. - Purwosari
  9. - Ringinagung
  10. - Selosari
  11. - Sukowinangun
  12. - Tambakrejo
  13. - Tambran
  14. - Tawanganom

  15. KECAMATAN BARAT
  16. - Bangunsari
  17. - Banjarejo
  18. - Blaran
  19. - Bogorejo
  20. - Jonggrang
  21. - Karangsono
  22. - Klagen
  23. - Mangge
  24. - Manjung
  25. - Ngumpul
  26. - Panggung
  27. - Purwodadi
  28. - Rejomulyo
  29. - Tebon

  30. KECAMATAN BENDO
  31. - Belotan
  32. - Bendo
  33. - Bulak
  34. - Bulugledek
  35. - Carikan
  36. - Dukuh
  37. - Duwet
  38. - Kinandang
  39. - Kleco
  40. - Kledokan
  41. - Lemahbang
  42. - Pingkuk
  43. - Setre
  44. - Soco
  45. - Tanjung
  46. - Tegalarum

  47. KEC. KARANGREJO
  48. - Baluk
  49. - Gebyok
  50. - Gondang
  51. - Grabahan
  52. - Karangrejo
  53. - Kauman
  54. - Manisrejo
  55. - Mantren
  56. - Maron
  57. - Patihan
  58. - Pelem
  59. - Prambelan
  60. - Sambirembe

  61. KECAMATAN KARAS
  62. - Botok
  63. - Geplak
  64. - Ginuk
  65. - Jongke
  66. - Karas
  67. - Kuwon
  68. - Sobontoro
  69. - Sumursongo
  70. - Taji
  71. - Temboro
  72. - Temenggungan

  73. KEC. KARTOHARJO
  74. - Bayem Taman
  75. - Bayem Wetan
  76. - Gunungan
  77. - Jajar
  78. - Jeruk
  79. - Karangmojo
  80. - Kartoharjo
  81. - Klurahan
  82. - Mrahu
  83. - Ngelang
  84. - Pencol
  85. - Sukowidi

  86. KEC. KAWEDANAN
  87. - Balerejo
  88. - Bogem
  89. - Garon
  90. - Genengan
  91. - Giripurno
  92. - Jambangan
  93. - Karangrejo
  94. - Kawedanan
  95. - Mangunrejo
  96. - Mojorejo
  97. - Ngadirejo
  98. - Ngantep
  99. - Ngunut
  100. - Pojok
  101. - Rejosari
  102. - Sampung
  103. - Selorejo
  104. - Sugihrejo
  105. - Tladan
  106. - Tulung

  107. KEC. LEMBEYAN
  108. - Dukuh
  109. - Kediren
  110. - Kedungpanji
  111. - Krowe
  112. - Lembeyan Kulon
  113. - Lembeyan Wetan
  114. - Nguri
  115. - Pupus
  116. - Tapen
  117. - Tunggur

  118. KEC. MAOSPATI
  119. - Gulun
  120. - Klagen Gambiran
  121. - Kraton
  122. - Malang
  123. - Maospati
  124. - Mranggen
  125. - Ngunjung
  126. - Pandeyan
  127. - Pesu
  128. - Ronowijayan
  129. - Sempol
  130. - Sugihwaras
  131. - Sumberjo
  132. - Suratmajan
  133. - Tanjungsepreh

  134. KEC. NGARIBOYO
  135. - Baleasri
  136. - Balegondo
  137. - Bangsri
  138. - Banjarejo
  139. - Banjarpanjang
  140. - Banyudono
  141. - Mojopurno
  142. - Ngariboyo
  143. - Pendem
  144. - Selopanggung
  145. - Selotinatah
  146. - Sumberdukun

  147. KEC. NGUNTORONADI
  148. - Driyorejo
  149. - Gorang-Gareng
  150. - Kenongomulyo
  151. - Nguntoronadi
  152. - Petungrejo
  153. - Purworejo
  154. - Semen
  155. - Simbatan
  156. - Sukowidi

  157. KEC. PONCOL
  158. - Alastuwo
  159. - Cileng
  160. - Genilangit
  161. - Gonggang
  162. - Jangan
  163. - Plangkrongan
  164. - Poncol
  165. - Sombo

  166. KEC. PARANG
  167. - Bungkuk
  168. - Joketro
  169. - Krajan
  170. - Mategal
  171. - Nganglik
  172. - Nglompang
  173. - Ngunut
  174. - Parang
  175. - Pragak
  176. - Sayutan
  177. - Sundul
  178. - Tamanarum
  179. - Trosono

  180. KEC. PLAOSAN
  181. - Bulugunung
  182. - Buluharjo
  183. - Bogoarum
  184. - Dadi
  185. - Ngancar
  186. - Nitikan
  187. - Pacalan
  188. - Plaosan
  189. - Plumpung
  190. - Punthukdoro
  191. - Randugede
  192. - Sarangan
  193. - Sendangagung
  194. - Sidomukti
  195. - Sumberagung

  196. KEC. PANEKAN
  197. - Banjarejo
  198. - Bedagung
  199. - Cepoko
  200. - Jabung
  201. - Manjung
  202. - Milangasri
  203. - Ngiliran
  204. - Panekan
  205. - Rejomulyo
  206. - Sidowayah
  207. - Sukowidi
  208. - Sumberdodol
  209. - Tanjungsari
  210. - Tapak
  211. - Terung
  212. - Turi
  213. - Wates

  214. KEC. SUKOMORO
  215. - Bandar
  216. - Bibis
  217. - Bogem
  218. - Bulu
  219. - Kalangketi
  220. - Kedungguwo
  221. - Kembangan
  222. - Kentangan
  223. - Pojoksari
  224. - Sukomoro
  225. - Tamanan
  226. - Tambakmas
  227. - Tinap
  228. - Truneng

  229. KEC. SIDOREJO
  230. - Campursari
  231. - Durenan
  232. - Gentasanyar
  233. - Kalang
  234. - Sambirobyong
  235. - Sidokerto
  236. - Sidomulyo
  237. - Sidorejo
  238. - Sumbersawit
  239. - Widorokandang

  240. KEC. TAKERAN
  241. - Duyung
  242. - Jomblang
  243. - Kepuhrejo
  244. - Kerang
  245. - Kerik
  246. - Kiringan
  247. - Kuwonharjo
  248. - Madigondo
  249. - Sawojajar
  250. - Takeran
  251. - Tawangrejo
  252. - Waduk





2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Magetan