HUT Magetan ke 337, Sebagai Tahun Berprestasi Nasional

Kabupaten Magetan yang terletak di ujung barat Propinsi Jawa Timur, saat ini dipimpin oleh Bupati Drs. H. Sumantri, MM dan Wakil Bupati Samsi yang telah memasuki tahun ke-5 masa pemerintahannya. Dalam masa jabatan dan dalam usaha mewujudkan visi dan misi untuk menyejahterakan masyarakat, telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya berbagai prestasi baik di tingkat Propinsi hingga tingkat Nasional.

Beberapa penghargaan tingkat Nasinal diantaranya adalah Piala Adipura di bidang kebersihan, Wahana Tata Nugraha dalam pengelolaan lalu lintas. Di Bidang Kesehatan penghargaan yang diraih adalah Swasti Saba Padapa, Manggala Karya Bhakti Husada dan Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional. Selain itu,  dalam bidang gotong royong, Bupati Magetan menerima penghargaan sebagai Pembina terbaik Gotong Royong Masyarakat dan Ketua Tim Penggerak PKK menerima penghargaan Pelaksana terbaik Pemanfaatan Lahan Pekarangan (HATINYA PKK).

Di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Kabupaten Magetan menerima penghargaan Adikarya Pangan Nusantara dan Piagam Penghargaan atas keberhasilan Peningkatan Produksi Beras diatas 5 %. Sementara Penghargaan Adiwiyata merupakan prestasi dibidang Pendidikan yang dalam hal ini Kabupaten Magetan diwakili oleh SMAN 3 Magetan. Tidak ketinggalan Penghargaan KUA Teladan Tingkat Nasional yang diwakili oleh KUA Kecamatan Panekan.

Berkaitan dengan raihan berbagai prestasi tingkat Nasional, Bupati Magetan melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol, Saif Muchlissun, S.Sos, MM mengungkapkan “Prestasi yang diraih merupakan pengakuan dan bukti keseriusan Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan Masyarakat Magetan. Dan, prestasi ini tidak semata milik Pemerintah Daerah, namun juga milik bersama seluruh masyarakat Magetan karena keberhasilan yang dicapai juga tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat.

12 Oktober 2012 ini Kabupaten Magetan telah mencapai usia 337 tahun. Berdirinya Kabupaten Magetan berkaitan dengan sejarah kerajaan Mataram, yakni saat Sultan Agung Hanyokrokusumo yang gigih melawan VOC wafat pada tahun 1645 dan digantikan Sultan Amangkurat I yang lemah terhadap kompeni Belanda. Hal ini menimbulkan kekecewaan beberapa kalangan karabat keraton bahkan berdampak hingga ke daerah yang jauh dari keraton.
 
Basah Bibit atau Basah Gondokusumo dan Patih Mataram yang bernama Pangeran Nrang Kusumo dituduh bersekutu dengan para ulama yang menentang Sultan Amangkurat I dan dihukum pengasingan. Kemudian, Patih Nrang Kusumo meletakkan jabatan dan pergi bertapa ke daerah sebelah timur gunung Lawu. Beliau diganti oleh adiknya yang bernama Pangeran Nrang Boyo II. Keduanya ini putra patih Nrang Boyo (Kanjeng Gusti Susuhunan Giri IV Mataram).

Dalam pengasingan tersebut Basah Gondokusumo mendapat nasehat dari kakeknya, Basah Suryaningrat agar menyingkir ke daerah sebelah timur gunung Lawu yang sedang diadakan babad hutan oleh Ki Buyut Suro atau Ki Ageng Getas atas perintah Ki Ageng Mageti.
Untuk mendapatkan sebidang tanah untuk bermukim di sebelah timur gunung Lawu itu, Basah Suryaningrat dan Basah Gondokusumo menemui Ki Ageng Mageti di tempat kediamannya di dukuh Gandong Kidul (Gandong Selatan), tempatnya di sekitar alun-alun kota Magetan dengan perantaraan Ki Ageng Getas yang kemudian diberikan sebidang tanah di sebelah utara sungai gandong, tepatnya di desa Tambran Kecamatan Magetan sekarang.

Selanjutnya Ki Ageng Mageti mewisuda Basah Gondokusumo menjadi pemimpinj di tempat baru itu dengan gelar Yosonegoro. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Oktober 1675. Sementara atas jasa Ki Ageng Mageti, tanah baru itu diberi nama Magetian, dan akhirnya berubah nama menjadi Magetan.
Akhirnya tanggal 12 Oktober 1675 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Magetan. Hari Jadi Kabupaten Magetan diberi peringatan dengan suryo sengkolo : “ Manunggaling rasa suka ambangun “ yang bermakna adanya persatuan dan kesatuan masyarakat Magetan yang kokoh dan bulat, semata-mata untuk tekad membangun dan menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Berikut Nama Bupati Magetan dari masa ke masa
1.      R.T. Yosonegoro (Periode Tahun 1675-1703 )

2.      R. Ronggo Galih Tirtokusumo (Periode Tahun 1703-1709)


3.      R. Mangunrono (Periode Tahun 1709-1730)


4.      R.T. Citrodiwiryo (Periode Tahun 1730-1743)


5.      R.A. Sumaningrat (Periode Tahun 1743-1755)


6.      K.K.A. Poerwodiningrat (Periode Tahun 1755-1790)


7.       R.T. Sosrodipuro (Periode Tahun 1790-1825)


8.      R.T. Sosrowinoto (Periode Tahun 1825-1837)


9.      R.M.D.A. Kartonagoro (Periode Tahun 1837-1852)


10.     R.M.T.A. Surohadiningrat III (Periode Tahun 1852-1887)


11.     R.M.T. Adiwinoto (Periode Tahun 1887-1912)


12.     R.M.T. Surohadinegoro (Periode Tahun 1912-1938)


13.     R.M.T. Soerjo (Periode Tahun 1938-1943)


14.     R.M.A. Tjokrodiprojo (Periode Tahun 1943-1945)


15.     Dokter Sajidiman (Periode Tahun 1945-1946)


16.     Sudibjo (Periode Tahun 1946-1949)


17.     R. Kodrat Samadikoen (Periode Tahun 1949-1950)


18.     Mas Soehardjo (Periode Tahun 1950)


19.     M. Siraturahmi (Periode Tahun 1950-1952)


20.     M. Machmud Notonindito (Periode Tahun 1952-1962)


21.     Soebandi Sastrosoetomo (Periode Tahun 1960-1965)


22.     R. Mochamad Dirjowinoto (Periode Tahun 1965-1968)


23.     Boediman (Periode Tahun 1968-1973)


24.     Djajadi (Periode Tahun 1973-1978)


25.     Drs. Bambang Koesbandono (Periode Tahun 1978-1983)


26.     Drg. H.M. Sihabudin (Periode Tahun 1983-1988)


27.     Drs. H. Sudarmono (Periode Tahun 1988-1998)


28.     Bupati : Drs. Sunarto, M.Si.( Periode Tahun 1998-2003)

        Wakil Bupati : Drs. Djarno
29.     Bupati : Drs. Saleh Muljono, MM. (Periode Tahun 2003-2008)
        Wakil Bupati : Ir. Miratul Mu'minin, M.Si.
30.     Bupati : Drs. H. Sumantri, MM (Periode Tahun 2008-Sekarang)
        Wakil Bupati : Samsi

Saat ini yang menjabat Bupati adalah Drs. H. Sumantri, MM dengan wakilnya Samsi, dimana Bupati Sumantri merupakan Bupati pertama yang dipilih langsung oleh masayarakat. Melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2008. Dalam menjalankan pemerintahannya, Drs. H. Sumantri, MM mempunyai visi “Terwujudnya kesejahteraan Magetan yang adil dan bermartabat “. Untuk mencapai visi tersebut, dirumuskanlah misi sebagai berikut :

1.      Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
2.      Mewujudkan kepemerintahan yang baik dan peningkatan sumberdaya manusia yang profesional dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah yang desentralistik
3.      Mengembangkan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara optimal dan berkelanjutan
4.      Meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan, kesehatan dan kehidupan sumberdaya manusia yang memadai
5.      Meningkatkan kinerja ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pertanian, perdagangan, industri dan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan bertumpu pada pemberdayaan masyarakat
6.      Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah
7.      Mewujudkan suasana aman dan damai melalui kepastian, penegakan dan perlindungan hukum secara konsekuen
Sementara itu, untuk mencapai tujuan pembangunan, diketengahkan konsep 6 w yaitu Wareg yang memiliki makna  cukup pangan, sandang, papan, Waras atau sehat jasmani dan rohani, Wasis bermakna memiliki pendidikan yang cukup dan layak, Wutuh yangb berarti  pembangunan yang komprehensif, merata dan mempunyai dimensi keseimbangan jasmani dan rohani, Widodo atau selamat dunia dan akhirat, Waskita yang mempunyai pandangan jauh kedepan atau visioner.

Untuk peringatan Hari Jadi ke-337 tahun 2012 ini, mengambil tema “Dengan Semangat Hari Jadi Kapupaten Magetan 12 Oktober 1675, Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan untuk Membangun Magetan Guna Kemakmuran dan Kesejahteraan Masyarakat Magetan”
Berbagai kegiatan dalam menyemarakkan Hari Jadi dan sekaligus sebagai hiburan masyarakat adalah Napak Tilas Ngunut (Parang)-Magetan pada tanggal 9 Oktober 2012, Pekan Pasar Rakyat Magetan atau lebih dikenal dengan nama Pameran Hari Jadi mulai tanggal 12 hingga 19 Oktober 2012 di Stadion Yosonegoro serta Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Anom Suroto pada tanggal 13 Oktober 2012 di Alun-alun Magetan. Pada tanggal 14 Oktober 2012 pagi hari dilaksanakan Sepeda Santai Bareng Bupati dan malam harinya dilaksanakan Pesta Rakyat Pentas Dangdut di Alun-alun Magetan. Pada tanggal 19 Oktober 2012 dilaksanakan Pawai Pembangunan Karnaval Mobil Hias melintasi jalan utama kota Magetan. Untuk santapan rohani, dilaksanakan Pengajian Umum bersama Ki Joko Goro-Goro dari Demak di Pendopo Surya Graha.

Melalui Kabag Humas dan Protokol, Bupati Magetan menyampaikan, “Peringatan Hari Jadi ke 337 Kabupaten Magetan ini menjadikan wahana untuk instrospeksi terhadap hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai serta evaluasi untuk memperbaiki hal-hal yang dirasakan masih kurang sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh masyarakat“. Lebih lanjut dijelaskan, “Peringatan ini juga sebagai sarana agar lebih meningkatkan rasa kebersamaan dan kegotongroyongan seluruh lapisan masyarakat. Tentu hal tersebut juga harus disertai semangat tinggi, optimisme, kerja keras dan senantiasa memohon ridho Allah SWT”.(Humas)

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Lintas_Daerah pada 16:12. dan Dikategorikan pada , , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
  1. KEC. MAGETAN
  2. - Baron
  3. - Bulukerto
  4. - Candirejo
  5. - Kebonagung
  6. - Kepolorejo
  7. - Magetan
  8. - Purwosari
  9. - Ringinagung
  10. - Selosari
  11. - Sukowinangun
  12. - Tambakrejo
  13. - Tambran
  14. - Tawanganom

  15. KECAMATAN BARAT
  16. - Bangunsari
  17. - Banjarejo
  18. - Blaran
  19. - Bogorejo
  20. - Jonggrang
  21. - Karangsono
  22. - Klagen
  23. - Mangge
  24. - Manjung
  25. - Ngumpul
  26. - Panggung
  27. - Purwodadi
  28. - Rejomulyo
  29. - Tebon

  30. KECAMATAN BENDO
  31. - Belotan
  32. - Bendo
  33. - Bulak
  34. - Bulugledek
  35. - Carikan
  36. - Dukuh
  37. - Duwet
  38. - Kinandang
  39. - Kleco
  40. - Kledokan
  41. - Lemahbang
  42. - Pingkuk
  43. - Setre
  44. - Soco
  45. - Tanjung
  46. - Tegalarum

  47. KEC. KARANGREJO
  48. - Baluk
  49. - Gebyok
  50. - Gondang
  51. - Grabahan
  52. - Karangrejo
  53. - Kauman
  54. - Manisrejo
  55. - Mantren
  56. - Maron
  57. - Patihan
  58. - Pelem
  59. - Prambelan
  60. - Sambirembe

  61. KECAMATAN KARAS
  62. - Botok
  63. - Geplak
  64. - Ginuk
  65. - Jongke
  66. - Karas
  67. - Kuwon
  68. - Sobontoro
  69. - Sumursongo
  70. - Taji
  71. - Temboro
  72. - Temenggungan

  73. KEC. KARTOHARJO
  74. - Bayem Taman
  75. - Bayem Wetan
  76. - Gunungan
  77. - Jajar
  78. - Jeruk
  79. - Karangmojo
  80. - Kartoharjo
  81. - Klurahan
  82. - Mrahu
  83. - Ngelang
  84. - Pencol
  85. - Sukowidi

  86. KEC. KAWEDANAN
  87. - Balerejo
  88. - Bogem
  89. - Garon
  90. - Genengan
  91. - Giripurno
  92. - Jambangan
  93. - Karangrejo
  94. - Kawedanan
  95. - Mangunrejo
  96. - Mojorejo
  97. - Ngadirejo
  98. - Ngantep
  99. - Ngunut
  100. - Pojok
  101. - Rejosari
  102. - Sampung
  103. - Selorejo
  104. - Sugihrejo
  105. - Tladan
  106. - Tulung

  107. KEC. LEMBEYAN
  108. - Dukuh
  109. - Kediren
  110. - Kedungpanji
  111. - Krowe
  112. - Lembeyan Kulon
  113. - Lembeyan Wetan
  114. - Nguri
  115. - Pupus
  116. - Tapen
  117. - Tunggur

  118. KEC. MAOSPATI
  119. - Gulun
  120. - Klagen Gambiran
  121. - Kraton
  122. - Malang
  123. - Maospati
  124. - Mranggen
  125. - Ngunjung
  126. - Pandeyan
  127. - Pesu
  128. - Ronowijayan
  129. - Sempol
  130. - Sugihwaras
  131. - Sumberjo
  132. - Suratmajan
  133. - Tanjungsepreh

  134. KEC. NGARIBOYO
  135. - Baleasri
  136. - Balegondo
  137. - Bangsri
  138. - Banjarejo
  139. - Banjarpanjang
  140. - Banyudono
  141. - Mojopurno
  142. - Ngariboyo
  143. - Pendem
  144. - Selopanggung
  145. - Selotinatah
  146. - Sumberdukun

  147. KEC. NGUNTORONADI
  148. - Driyorejo
  149. - Gorang-Gareng
  150. - Kenongomulyo
  151. - Nguntoronadi
  152. - Petungrejo
  153. - Purworejo
  154. - Semen
  155. - Simbatan
  156. - Sukowidi

  157. KEC. PONCOL
  158. - Alastuwo
  159. - Cileng
  160. - Genilangit
  161. - Gonggang
  162. - Jangan
  163. - Plangkrongan
  164. - Poncol
  165. - Sombo

  166. KEC. PARANG
  167. - Bungkuk
  168. - Joketro
  169. - Krajan
  170. - Mategal
  171. - Nganglik
  172. - Nglompang
  173. - Ngunut
  174. - Parang
  175. - Pragak
  176. - Sayutan
  177. - Sundul
  178. - Tamanarum
  179. - Trosono

  180. KEC. PLAOSAN
  181. - Bulugunung
  182. - Buluharjo
  183. - Bogoarum
  184. - Dadi
  185. - Ngancar
  186. - Nitikan
  187. - Pacalan
  188. - Plaosan
  189. - Plumpung
  190. - Punthukdoro
  191. - Randugede
  192. - Sarangan
  193. - Sendangagung
  194. - Sidomukti
  195. - Sumberagung

  196. KEC. PANEKAN
  197. - Banjarejo
  198. - Bedagung
  199. - Cepoko
  200. - Jabung
  201. - Manjung
  202. - Milangasri
  203. - Ngiliran
  204. - Panekan
  205. - Rejomulyo
  206. - Sidowayah
  207. - Sukowidi
  208. - Sumberdodol
  209. - Tanjungsari
  210. - Tapak
  211. - Terung
  212. - Turi
  213. - Wates

  214. KEC. SUKOMORO
  215. - Bandar
  216. - Bibis
  217. - Bogem
  218. - Bulu
  219. - Kalangketi
  220. - Kedungguwo
  221. - Kembangan
  222. - Kentangan
  223. - Pojoksari
  224. - Sukomoro
  225. - Tamanan
  226. - Tambakmas
  227. - Tinap
  228. - Truneng

  229. KEC. SIDOREJO
  230. - Campursari
  231. - Durenan
  232. - Gentasanyar
  233. - Kalang
  234. - Sambirobyong
  235. - Sidokerto
  236. - Sidomulyo
  237. - Sidorejo
  238. - Sumbersawit
  239. - Widorokandang

  240. KEC. TAKERAN
  241. - Duyung
  242. - Jomblang
  243. - Kepuhrejo
  244. - Kerang
  245. - Kerik
  246. - Kiringan
  247. - Kuwonharjo
  248. - Madigondo
  249. - Sawojajar
  250. - Takeran
  251. - Tawangrejo
  252. - Waduk





2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Magetan