Senyum Peternak Lokal Respon Larangan Impor Sapi

Magetan -  Sebagai gudang sapi potong dengan populasi lebih dari 4.727.298 ekor (setara 31,8 persen populasi nasional), Pemprov Jatim mendukung sepenuhnya Program Penghitungan Data Sapi dan Kerbau (PSDSK) nasional 2014.

Fokus PSDSK di Jatim adalah optimalisasi inseminasi buatan (IB) melalui program kegiatan 'Sapi Berlian' (Sapi Beranak Lima Juta dalam Lima Tahun). Kemudian, pengembangan Pulau Madura sebagai Pulau Sapi. Benarkah program ini untuk mendukung program peningkatan produksi hasil ternak dan peningkatan kesejahteraan petani, sehingga mereka bisa tersenyum?

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Maskur kepada wartawan saat memaparkan Kebijakan Pembangunan Peternakan di Jatim di kantornya belum lama ini mengatakan, realisasi pencapaian kontrak kinerja PSDSK yang ditandatangani antara Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian dan Kadisnak Provinsi Jatim hingga akhir Juli 2012 masih berjalan di rel kebijakan yang benar alias 'on the track'.

"Ini sudah saya sampaikan ketika kunjungan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan dan Dirjen PKH Kementan Sukur Iwantoro saat membahas tata niaga ternak sapi potong Jatim pada 27 Agustus 2012," katanya.

Dalam rangka stabilisasi harga sapi dan daging di Jatim, pemprov tetap tegas memberlakukan pelarangan impor sapi dan daging sesuai dengan surat edaran Gubernur Jatim nomor 524/8838/023/2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang Larangan Pemasukan dan Peredaran Sapi, Daging dan Jeroan Impor. Ini membuat agar para peternak lokal sapi di Jatim bisa tersenyum dan tidak perlu khawatir tergerus masuknya sapi dan daging impor.

"Sangat beralasan kalau Jatim menolak langkah impor, karena sapi potong merupakan komoditas andalan Jatim sekaligus tumpuan nasional," ujarnya. Saat ini, lanjut Maskur, Jatim sudah swasembada daging dengan surplus 218 ribu ekor sapi potong, 148 ribu ekor di antaranya dikirim ke provinsi lain sebagai bentuk kontribusi pemenuhan kebutuhan daging nasional.

Data BPS 2011 menyebutkan, populasi sapi potong di Jatim telah meningkat pesat sejak 2009. Berawal dari populasi sebesar 3.558.902 ekor, telah berkembang menjadi 4.727.298 ekor pada akhir 2011. Secara terbatas, daging eks-impor untuk kebutuhan hotel berbintang, restoran dan industri masih diizinkan. Ke depan, pihaknya berupaya meningkatkan standar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Jatim, sehingga dapat memproduksi daging berkualitas dan dapat melayani kebutuhan hotel berbintang, restoran dan industri.

Apalagi, menurut dia, hingga saat ini Jatim sudah memiliki Perda Pengendalian Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif yang telah disahkan DPRD Jatim pada 15 Juni 2012. Dalam rangka peningkatan pengawasan lalu lintas hewan, produk pangan asal hewan dan produk non-pangan asal hewan telah dilakukan kerjasama dengan aparat hukum (kepolisian).

Pemprov secara tegas telah menolak masuknya daging impor ke Jatim. Tapi, tim khusus Dinas Peternakan (Disnak) Jatim saat jelang Lebaran kemarin berhasil mengendus keberadaan daging impor itu beredar di pasaran Surabaya. Untungnya, 326 kilogram daging impor yang ditemukan itu tidak berasal dari pasar tradisional yang pembelinya dari masyarakat kalangan menengah ke bawah. Daging impor asal provinsi luar Jatim itu didapat dari empat pasar modern di Surabaya. Tim khusus Disnak Jatim itu bergerak ke seluruh pasar-pasar tradisional dan modern di Jatim.

"Hasilnya, kami menemukan daging impor yang dikirim dari provinsi lain masuk ke Jatim. Jadi, mereka (pasar modern, red) mengambil daging impor lewat provinsi lain. Ini jelas masuk secara ilegal dan melanggar tata niaga daging. Daging impor haram hukumnya masuk Jatim," tegas Maskur.

Menurut dia, tim khusus yang melakukan pengetatan masuknya daging impor atau daging berpenyakit (antraks) ke Jatim terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disnak Jatim, Laboratorium Kesehatan Hewan Malang, Laboratorium Veteriner dan Disnak Jatim. Mereka tersebar di di sembilan titik check point (pemeriksaan). Yakni di perbatasan Bancaran Tuban, Padangan Bojonegoro, Widodaren Ngawi, Cemorosewu Magetan, Badekan Ponorogo, Donorejo Pacitan, Watudodol Banyuwangi, Jatirogo Tuban dan Kamal Bangkalan Madura.

Selain melakukan pengetatan di titik check point bersama aparat kepolisian setempat, tim Disnak Jatim juga mendeteksi pasar tradisional dan modern yang kedapatan menjual daging impor ke masyarakat. Pengusaha di empat pasar modern di Surabaya yang terbukti memiliki 326 kilogram daging impor diminta untuk mengembalikan daging itu ke provinsi daerah asal.

"Untuk pembinaan, kami beri surat peringatan dulu dan sanksinya memang masih diminta mengembalikan daging impor itu ke provinsi pengimpornya. Kalau tidak dipenuhi dan masih membandel, sanksi akan meningkat dengan mengambil daging itu untuk dimusnahkan. Masyarakat harus tahu harga daging impor dan daging lokal itu tidak beda signifikan alias sama," tuturnya.


Sumber : Beritajatim.com

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Lintas_Daerah pada 09:37. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
  1. KEC. MAGETAN
  2. - Baron
  3. - Bulukerto
  4. - Candirejo
  5. - Kebonagung
  6. - Kepolorejo
  7. - Magetan
  8. - Purwosari
  9. - Ringinagung
  10. - Selosari
  11. - Sukowinangun
  12. - Tambakrejo
  13. - Tambran
  14. - Tawanganom

  15. KECAMATAN BARAT
  16. - Bangunsari
  17. - Banjarejo
  18. - Blaran
  19. - Bogorejo
  20. - Jonggrang
  21. - Karangsono
  22. - Klagen
  23. - Mangge
  24. - Manjung
  25. - Ngumpul
  26. - Panggung
  27. - Purwodadi
  28. - Rejomulyo
  29. - Tebon

  30. KECAMATAN BENDO
  31. - Belotan
  32. - Bendo
  33. - Bulak
  34. - Bulugledek
  35. - Carikan
  36. - Dukuh
  37. - Duwet
  38. - Kinandang
  39. - Kleco
  40. - Kledokan
  41. - Lemahbang
  42. - Pingkuk
  43. - Setre
  44. - Soco
  45. - Tanjung
  46. - Tegalarum

  47. KEC. KARANGREJO
  48. - Baluk
  49. - Gebyok
  50. - Gondang
  51. - Grabahan
  52. - Karangrejo
  53. - Kauman
  54. - Manisrejo
  55. - Mantren
  56. - Maron
  57. - Patihan
  58. - Pelem
  59. - Prambelan
  60. - Sambirembe

  61. KECAMATAN KARAS
  62. - Botok
  63. - Geplak
  64. - Ginuk
  65. - Jongke
  66. - Karas
  67. - Kuwon
  68. - Sobontoro
  69. - Sumursongo
  70. - Taji
  71. - Temboro
  72. - Temenggungan

  73. KEC. KARTOHARJO
  74. - Bayem Taman
  75. - Bayem Wetan
  76. - Gunungan
  77. - Jajar
  78. - Jeruk
  79. - Karangmojo
  80. - Kartoharjo
  81. - Klurahan
  82. - Mrahu
  83. - Ngelang
  84. - Pencol
  85. - Sukowidi

  86. KEC. KAWEDANAN
  87. - Balerejo
  88. - Bogem
  89. - Garon
  90. - Genengan
  91. - Giripurno
  92. - Jambangan
  93. - Karangrejo
  94. - Kawedanan
  95. - Mangunrejo
  96. - Mojorejo
  97. - Ngadirejo
  98. - Ngantep
  99. - Ngunut
  100. - Pojok
  101. - Rejosari
  102. - Sampung
  103. - Selorejo
  104. - Sugihrejo
  105. - Tladan
  106. - Tulung

  107. KEC. LEMBEYAN
  108. - Dukuh
  109. - Kediren
  110. - Kedungpanji
  111. - Krowe
  112. - Lembeyan Kulon
  113. - Lembeyan Wetan
  114. - Nguri
  115. - Pupus
  116. - Tapen
  117. - Tunggur

  118. KEC. MAOSPATI
  119. - Gulun
  120. - Klagen Gambiran
  121. - Kraton
  122. - Malang
  123. - Maospati
  124. - Mranggen
  125. - Ngunjung
  126. - Pandeyan
  127. - Pesu
  128. - Ronowijayan
  129. - Sempol
  130. - Sugihwaras
  131. - Sumberjo
  132. - Suratmajan
  133. - Tanjungsepreh

  134. KEC. NGARIBOYO
  135. - Baleasri
  136. - Balegondo
  137. - Bangsri
  138. - Banjarejo
  139. - Banjarpanjang
  140. - Banyudono
  141. - Mojopurno
  142. - Ngariboyo
  143. - Pendem
  144. - Selopanggung
  145. - Selotinatah
  146. - Sumberdukun

  147. KEC. NGUNTORONADI
  148. - Driyorejo
  149. - Gorang-Gareng
  150. - Kenongomulyo
  151. - Nguntoronadi
  152. - Petungrejo
  153. - Purworejo
  154. - Semen
  155. - Simbatan
  156. - Sukowidi

  157. KEC. PONCOL
  158. - Alastuwo
  159. - Cileng
  160. - Genilangit
  161. - Gonggang
  162. - Jangan
  163. - Plangkrongan
  164. - Poncol
  165. - Sombo

  166. KEC. PARANG
  167. - Bungkuk
  168. - Joketro
  169. - Krajan
  170. - Mategal
  171. - Nganglik
  172. - Nglompang
  173. - Ngunut
  174. - Parang
  175. - Pragak
  176. - Sayutan
  177. - Sundul
  178. - Tamanarum
  179. - Trosono

  180. KEC. PLAOSAN
  181. - Bulugunung
  182. - Buluharjo
  183. - Bogoarum
  184. - Dadi
  185. - Ngancar
  186. - Nitikan
  187. - Pacalan
  188. - Plaosan
  189. - Plumpung
  190. - Punthukdoro
  191. - Randugede
  192. - Sarangan
  193. - Sendangagung
  194. - Sidomukti
  195. - Sumberagung

  196. KEC. PANEKAN
  197. - Banjarejo
  198. - Bedagung
  199. - Cepoko
  200. - Jabung
  201. - Manjung
  202. - Milangasri
  203. - Ngiliran
  204. - Panekan
  205. - Rejomulyo
  206. - Sidowayah
  207. - Sukowidi
  208. - Sumberdodol
  209. - Tanjungsari
  210. - Tapak
  211. - Terung
  212. - Turi
  213. - Wates

  214. KEC. SUKOMORO
  215. - Bandar
  216. - Bibis
  217. - Bogem
  218. - Bulu
  219. - Kalangketi
  220. - Kedungguwo
  221. - Kembangan
  222. - Kentangan
  223. - Pojoksari
  224. - Sukomoro
  225. - Tamanan
  226. - Tambakmas
  227. - Tinap
  228. - Truneng

  229. KEC. SIDOREJO
  230. - Campursari
  231. - Durenan
  232. - Gentasanyar
  233. - Kalang
  234. - Sambirobyong
  235. - Sidokerto
  236. - Sidomulyo
  237. - Sidorejo
  238. - Sumbersawit
  239. - Widorokandang

  240. KEC. TAKERAN
  241. - Duyung
  242. - Jomblang
  243. - Kepuhrejo
  244. - Kerang
  245. - Kerik
  246. - Kiringan
  247. - Kuwonharjo
  248. - Madigondo
  249. - Sawojajar
  250. - Takeran
  251. - Tawangrejo
  252. - Waduk





2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Magetan