Nayaka Praja Keliling Kota, Bolu Rahayu pun Jadi Rebutan

MAGETAN - Ada yang berbeda dari tradisi tahunan kirab andum berkah bolu rahayu di Magetan, tahun ini, tepatnya pada Senin (11/11). Jika tahun lalu, para nayaka praja alias bupati, muspida berikut sejumlah penggawa kabupaten diarak di sekitar alun-alun setempat, kali ini seluruhnya bak pasukan keraton. Bupati Magetan H Sumantri dan sejumlah pejabat diarak menggunakan ‘kereta kencana’, sedangkan para ‘pengawal’nya, masing-masing berada di belakang dengan menunggangi kuda.

Rute yang ditempuh pun, juga cukup jauh. Yakni dari Pendapa Surya Graha, melewati Jembatan Gandong 1, menuju ke barat melewati Jalan A Yani. Kemudian ke utara melewati Jalan Bangka, ke timur melalui Jalan MT Haryono dan ke selatan melewati Jalan Yos Sudarso, kemudian berakhir di panggung utama alun-alun Magetan. ‘’Kirab nayaka praja ini, adalah gambaran seorang pemimpin dalam meninjau rakyatnya,’’ terang Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Magetan Siran.

Sepertinya, Sumantri dan jajarannya, tak ingin melewatkan begitu saja, tradisi tahunan ini, untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Magetan. Apalagi, antusiasme masyarakat dari adanya kirab menyambut datangnya bulan Muharram ini juga cukup tinggi. Sehingga, tidak hanya terpusat di alun-alun. ‘’Dari filosofi sejarah tersebut, akhirnya tahun ini kami putuskan bahwa kirab nayaka praja, adalah mengelilingi kota,’’ tegasnya.

Bupati Magetan H Sumantri menegaskan, tradisi tahunan ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk kembali mempertegas budaya asli Magetan. Bagaimana seorang pemimpin, bisa mendekat dan berbaur bersama rakyatnya. ‘’Ini adalah tradisi budaya yang harus kita lestarikan. Apalagi kita tahu, Magetan adalah kota yang memiliki kebudayaan dan itu harus dijaga bersama,’’ terang Sumantri.

Di sisi lain, usai nayaka praja ini berkeliling kota, barulah para pasukan pengusung bolu rahayu, berjalan mengelilingi alun-alun. Sedikitnya, 8000 bolu diarak dengan berbagai bentuk. Tak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bolu-bolu tersebut dibentuk dalam wujud lesung, bedug, buceng, gong dan judang alias wujud tumpeng yang dibuat dari hasil bumi Magetan. ‘’Kita tahu bersama, Magetan merupakan sentra pembuatan kue bolu. Ini adalah makanan khas masyarakat di sini,’’ imbuh Sumantri. 

Sucipto, sesepuh yang diserahi amanah untuk mengonsep wujud-wujud bolu tersebut menuturkan, bukan tanpa alasan mengapa ribuan bolu tersebut dibuat bermacam-macam wujud. Wujud lesung bermakna adanya bulan Suro (dikonotasikan untuk warga nonmuslim). Sedangkan bedug lebih mengarah pada makna bulan Muharram (untuk warga muslim). ‘’Keduanya adalah alat komunikasi. Seperti bedug ini bermakna untuk warga muslim, karena merupakan panggilan salat,’’ terang Sucipto. 

Sementara wujud buceng yang meruncing ke atas, dimaknai sebagai simbol bahwa segala sesuatu kembalinya adalah pada yang di Atas atau Tuhan Yang Maha Esa. Simbol buceng itu diharapkan sebagai sarana masyarakat untuk instropeksi diri, demi mendapat keselamatan di dunia maupun akhirat.
Wujud gong, lanjut pria asal Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan ini, merupakan permas atau simbol woro-woro. Sebab, zaman dahulu, ketika ada keramaian di pusat kota, simbolnya adalah ditabuhnya gong. Sehingga mampu menjadi magnet bagi masyarakat Magetan untuk berkumpul dan bersama-sama meraup keselamatan.

Ada pula tumpeng yang dibuat dari hasil bumi. Seperti kubis, tomat, wortel, kacang panjang, hingga buah nanas. ‘’Yang hasil bumi ini sifatnya simbolis. Jika telaga Sarangan rutin dilarungkan tumpeng berupa nasi, ini kami kemas dalam wujud hasil bumi. Dengan harapan, masyarakat bisa lebih bersyukur serta kian sejahtera,’’ tegas suami Sri Suharsih ini.

Saat diarak mulai dari Pendapa Surya Graha, masyarakat sudah menyemut di dalam alun-alun Magetan. Setelah bupati Sumantri memimpin prosesi pembagian bolu secara simbolis, ribuan bolu yang sudah dikemas dari berbagai wujud itu, direbut ribuan masyarakat yang sudah menanti. ‘’Sebenarnya, makna dari kirab bolu rahayu ini bukanlah untuk direbut. Tetapi dibagikan. Tetapi, karena banyaknya masyarakat yang ingin mendapatkan bolu, akhirnya terkesan seperti berebut,’’ imbuh bupati Sumantri.

Sekitar pukul 15.30 WIB, masyarakat sudah berebut bolu tersebut. Dan tak perlu waktu lama, bolu itu pun ludes. Masyarakat seolah berharap Tuhan Yang Maha Esa, memberikan keberkahan tersendiri, dari bolu rahayu tersebut.
‘’Saya di sini menunggu sejak pukul 13.00 WIB. Untung saja, bisa dapat meski harus berdesak-desakan. Saya sendiri meyakini, bolu ini bisa membawa berkah dari Allah SWT, bagi kami dan masyarakat Magetan,’’ terang Rosyla, salah seorang warga Jalan Sumatera Magetan, yang sore itu turut berebut bolu rahayu. (RUD)

Berikut sejumlah momen yang berhasil diabadikan beritamagetan.com :
 

















 
 

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Lintas_Daerah pada 03:22. dan Dikategorikan pada , , , , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
  1. KEC. MAGETAN
  2. - Baron
  3. - Bulukerto
  4. - Candirejo
  5. - Kebonagung
  6. - Kepolorejo
  7. - Magetan
  8. - Purwosari
  9. - Ringinagung
  10. - Selosari
  11. - Sukowinangun
  12. - Tambakrejo
  13. - Tambran
  14. - Tawanganom

  15. KECAMATAN BARAT
  16. - Bangunsari
  17. - Banjarejo
  18. - Blaran
  19. - Bogorejo
  20. - Jonggrang
  21. - Karangsono
  22. - Klagen
  23. - Mangge
  24. - Manjung
  25. - Ngumpul
  26. - Panggung
  27. - Purwodadi
  28. - Rejomulyo
  29. - Tebon

  30. KECAMATAN BENDO
  31. - Belotan
  32. - Bendo
  33. - Bulak
  34. - Bulugledek
  35. - Carikan
  36. - Dukuh
  37. - Duwet
  38. - Kinandang
  39. - Kleco
  40. - Kledokan
  41. - Lemahbang
  42. - Pingkuk
  43. - Setre
  44. - Soco
  45. - Tanjung
  46. - Tegalarum

  47. KEC. KARANGREJO
  48. - Baluk
  49. - Gebyok
  50. - Gondang
  51. - Grabahan
  52. - Karangrejo
  53. - Kauman
  54. - Manisrejo
  55. - Mantren
  56. - Maron
  57. - Patihan
  58. - Pelem
  59. - Prambelan
  60. - Sambirembe

  61. KECAMATAN KARAS
  62. - Botok
  63. - Geplak
  64. - Ginuk
  65. - Jongke
  66. - Karas
  67. - Kuwon
  68. - Sobontoro
  69. - Sumursongo
  70. - Taji
  71. - Temboro
  72. - Temenggungan

  73. KEC. KARTOHARJO
  74. - Bayem Taman
  75. - Bayem Wetan
  76. - Gunungan
  77. - Jajar
  78. - Jeruk
  79. - Karangmojo
  80. - Kartoharjo
  81. - Klurahan
  82. - Mrahu
  83. - Ngelang
  84. - Pencol
  85. - Sukowidi

  86. KEC. KAWEDANAN
  87. - Balerejo
  88. - Bogem
  89. - Garon
  90. - Genengan
  91. - Giripurno
  92. - Jambangan
  93. - Karangrejo
  94. - Kawedanan
  95. - Mangunrejo
  96. - Mojorejo
  97. - Ngadirejo
  98. - Ngantep
  99. - Ngunut
  100. - Pojok
  101. - Rejosari
  102. - Sampung
  103. - Selorejo
  104. - Sugihrejo
  105. - Tladan
  106. - Tulung

  107. KEC. LEMBEYAN
  108. - Dukuh
  109. - Kediren
  110. - Kedungpanji
  111. - Krowe
  112. - Lembeyan Kulon
  113. - Lembeyan Wetan
  114. - Nguri
  115. - Pupus
  116. - Tapen
  117. - Tunggur

  118. KEC. MAOSPATI
  119. - Gulun
  120. - Klagen Gambiran
  121. - Kraton
  122. - Malang
  123. - Maospati
  124. - Mranggen
  125. - Ngunjung
  126. - Pandeyan
  127. - Pesu
  128. - Ronowijayan
  129. - Sempol
  130. - Sugihwaras
  131. - Sumberjo
  132. - Suratmajan
  133. - Tanjungsepreh

  134. KEC. NGARIBOYO
  135. - Baleasri
  136. - Balegondo
  137. - Bangsri
  138. - Banjarejo
  139. - Banjarpanjang
  140. - Banyudono
  141. - Mojopurno
  142. - Ngariboyo
  143. - Pendem
  144. - Selopanggung
  145. - Selotinatah
  146. - Sumberdukun

  147. KEC. NGUNTORONADI
  148. - Driyorejo
  149. - Gorang-Gareng
  150. - Kenongomulyo
  151. - Nguntoronadi
  152. - Petungrejo
  153. - Purworejo
  154. - Semen
  155. - Simbatan
  156. - Sukowidi

  157. KEC. PONCOL
  158. - Alastuwo
  159. - Cileng
  160. - Genilangit
  161. - Gonggang
  162. - Jangan
  163. - Plangkrongan
  164. - Poncol
  165. - Sombo

  166. KEC. PARANG
  167. - Bungkuk
  168. - Joketro
  169. - Krajan
  170. - Mategal
  171. - Nganglik
  172. - Nglompang
  173. - Ngunut
  174. - Parang
  175. - Pragak
  176. - Sayutan
  177. - Sundul
  178. - Tamanarum
  179. - Trosono

  180. KEC. PLAOSAN
  181. - Bulugunung
  182. - Buluharjo
  183. - Bogoarum
  184. - Dadi
  185. - Ngancar
  186. - Nitikan
  187. - Pacalan
  188. - Plaosan
  189. - Plumpung
  190. - Punthukdoro
  191. - Randugede
  192. - Sarangan
  193. - Sendangagung
  194. - Sidomukti
  195. - Sumberagung

  196. KEC. PANEKAN
  197. - Banjarejo
  198. - Bedagung
  199. - Cepoko
  200. - Jabung
  201. - Manjung
  202. - Milangasri
  203. - Ngiliran
  204. - Panekan
  205. - Rejomulyo
  206. - Sidowayah
  207. - Sukowidi
  208. - Sumberdodol
  209. - Tanjungsari
  210. - Tapak
  211. - Terung
  212. - Turi
  213. - Wates

  214. KEC. SUKOMORO
  215. - Bandar
  216. - Bibis
  217. - Bogem
  218. - Bulu
  219. - Kalangketi
  220. - Kedungguwo
  221. - Kembangan
  222. - Kentangan
  223. - Pojoksari
  224. - Sukomoro
  225. - Tamanan
  226. - Tambakmas
  227. - Tinap
  228. - Truneng

  229. KEC. SIDOREJO
  230. - Campursari
  231. - Durenan
  232. - Gentasanyar
  233. - Kalang
  234. - Sambirobyong
  235. - Sidokerto
  236. - Sidomulyo
  237. - Sidorejo
  238. - Sumbersawit
  239. - Widorokandang

  240. KEC. TAKERAN
  241. - Duyung
  242. - Jomblang
  243. - Kepuhrejo
  244. - Kerang
  245. - Kerik
  246. - Kiringan
  247. - Kuwonharjo
  248. - Madigondo
  249. - Sawojajar
  250. - Takeran
  251. - Tawangrejo
  252. - Waduk





2010 Berita Magetan. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Magetan