Sarangan Eco Art Village

Sarangan kini tak identik dengan wisata telaga saja. Di kawasan objek wisata ikon Magetan itu tengah dikembangkan ecotourism dan edutainment. Yakni, konsep pariwisata yang mengandalkan alam dan pendidikan di lereng Gunung Lawu.

Wahana wisata itu hasil kerja bareng LMDH (Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan) Center bersama Perhutani KPH Lawu Ds. Lokasinya terletak di kawasan Mojosemi, atau satu kilometer dari Telaga Sarangan.

Dengan geografis yang sejuk, kompleks ecotourisme dan edutainment yang dinamai Sarangan Eco Art Village (Sevilla) menempati area Perhutani yang ditumbuhi pohon pinus besar. Di tempat tersebut, ada zona taman gemar menanam, flying fox, taman bermain anak, sentra UKM, dan rumah istirahat serta ATV track.

Tak jauh dari situ ada bumi perkemahan Mojosemi sebagai salah satu pendukung objek wisata. Juga ada kawasan PKL di jalan tembus Sarangan-Tawangmangu dengan menu kuliner andalan sate kelinci serta jagung bakar.

‘’Jika jalan tembus sudah jadi, Sarangan harus mengambil keuntungan. Pengembangan Sarangan sudah mentok. Nah, Sarangan Eco Art Village ini menjadi solusi pengembangan kawasan wisata Sarangan,’’ terang Sutikno, Dewan Kehormatan LMDH Sarangan Center, yang juga salah satu penggagas objek wisata ini.

Kawasan Sevilla ini secara penuh mengandalkan hutan di lereng Gunung Lawu. Tanpa mengubah fungsinya, di tempat tersebut bisa digunakan untuk kegiatan out bond. Baik anak sekolah maupun perusahaan dan organisasi. ‘’Nginapnya di hotel yang bertebaran di Sarangan. Rapatnya juga di sekitar telaga. Tapi, outbond dan wisata ecotourism-nya di Sevilla,’’ ujar Sutikno.

Menurut wakil Administratus Perhutani KPH Lawu Ds Makmun Muljadi, kawasan wisata Sevilla ini sepenuhnya didukung oleh Perhutani. Hal itu bisa menambahkan nilai plus Sarangan dan memiliki nilai ekonomis kepada LMDH Sarangan Center dan masyarakat sekitar.

‘’Jika Sevilla ini dikelola dengan baik, masyarakat sekitar akan menikmati keuntungan dan semakin mandiri,’’ kata Makmun, pria asal Jawa Barat itu.

Terang Makmun, yang diekspoitasi Sevilla itu hanya hutan dan tidak mengubah fungsinya. Sehingga, Perhutani tidak dirugikan dan sebaliknya justru sangat mendukung. ‘’Ke depan, konsep wisata seperti ini semakin diminati.Kita akan terus kembangkan di sini. Apalgi Direktur Perhutani sudah memberi lampu hijau,’’ tambahnya.

Sumber : Magetankita
 
Diberdayakan oleh Blogger.