Harumkan Magetan di Dunia Internasional

Meski tinggal di kota kecil, Fildah Ananda Amalia tidak berkecil hati. Buktinya, pelajar kelas XIV SMP Negeri 1 Magetan ini mampu mengharumkan kota kelahirannya di dunia internasional.Pertengahan tahun lalu, Fildah merebut medali perunggu pada International Mathematics Contest (IMC) 2009 di Singapura.
Prestasi Fildah meraih bronze medal award di negeri Singa itu, tak semudah membalikkan telapak tangan. Perjalanan putri dari Burhanuddin-Lelly Burhanuddin tersebut, diretas sejak masih kelas VI SD Muhammadiyah Magetan.
Ketika itu, dara kelahiran 28 Agustus 1997 ini, merebut tiket di tingkat Jawa Timur melalui jalur IMSO (International Mathematics and Science Olimpiad).
Fildah juga lolos babak 50 besar IMSO tingkat nasional. Pada saat penjurian, penggemar nasi pecel itu masuk 10 besar. Tiket itu membuat dirinya terbang ke Singapura.
Di negeri singa, Fildah bersama Tim IMSO Indonesia bersaing dengan pelajar dari kawasan ASEAN dan negara lebih maju, seperti Tiongkok, India, Hongkong, dan Taiwan. ''Melihat pesertanya memang bikin agak down. Lebih-lebih, saat itu, bulan puasa Romadon. Dan, ketika lomba, aku putuskan tetap puasa,'' ujar Fildah.
Perjuangan gadis Magetan tersebut tidak sia-sia. Fildah ditahbiskan juara tiga. Dara berkacamata minus ini tersebut meraih bronze medal award. Ia mengharumkan nama Indonesia dan Magetan di pentas Olimpiade Matematika Internasional. ''Rasanya bahagia banget. Aku bisa bisa menang di Singapura. Karena persaingan sangat ketat,'' kata Fildah.
Gadis berjilbab ini tidak menyangka bisa meraih medali perunggu di ajang bergengsi tersebut. ''Menang di Singapura sangat berkesan. Medali perunggu ini jadi hadiah ulang tahun,'' ujar Fildah yang selama lomba di Singapura ditemani ayahnya Burhanuddin itu.
Fildah mengaku menyukai pelajaran matematika sejak duduk di bangku SD Muhammadiyah Magetan. ''Soal matematika sebenarnya tidak sulit. Asal sering latihan jadinya semakin hafal dengan angka,’’ cerita Fildah.
Saat itu, kakaknya, Fauzan Nur Fildah ikut olimpiade matematika di tingkat eks-Karesidenan Madiun mewakili sekolahnya. Fildah seringkali nimbrung tatkala kakaknya belajar di bawah bimbingan sag ayah. ''Ketika kakaknya belajar dan mempersiapkan diri ikut lomba, Fildah hanya melihat-lihat saja,'' terang Burhanuddin.
Insting Burhanuddin mengatakan, Fauzan dan Fildah memiliki ketertarikan besar mata pelajaran matematika. Maka, sang ayah bersama sang istri, Lelly Burhanuddin pun memberikan perhatian lebih. Suami istri alumnus Institut Sepuluh November Surabaya (ITS) lantas mengembangkan bakat kedua buah hatinya.
''Kami berdua berusaha mencari referensi soal-soal olimpiade matematika,'' terang pasutri yang memiliki usaha toko bahan bangunan di kawasan Magetan Kota ini.
Kepala SMPN 1 Magetan, Djoko Santoso yang sat itu didampingi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Edi Priya Hastoni, mengaku bangga dengan prestasi Fildah.
Medali perunggu yang diraih anak didiknya itu tentu diharapkan memotivasi teman-temannya maupun pelajar lain di Magetan. ''Kami sangat mendukung setiap pelajar sekolah ini yang berprestasi,'' ungkapnya.
Sumber : Magetankita.com
Diberdayakan oleh Blogger.