Kios Pasar Dibongkar, Pedagang Terlantar

Parni Topa, salah satu pedagang sate dan gule kambing di Pasar Sayur Plaosan, sudah rugi jutaan rupiah, karena dalam tiga hari terahir ini, ia tidak bisa lagi jualan seperti biasanya, setelah bedak pasar mereka dibongkar 'paksa' dengan dalih akan direnovasi.
Parni merupakan salah satu dari 12 pedagang di pasar yang merasakan nasib yang sama. Sebanyak 12 bedak pasar Sayur Plaosan tiba-tiba dibongkar begitu saja.  Belasan pedagang mengeluh karena mereka tidak disediakan pasar darurat sebagai tempat jualan sementara.
"Padahal dalam rapat yang digelar antara pedagang, kontraktor dan pemerintah provinsi Jatim sebelumnya disepakati akan dibangun pasar darurat, tapi nyatanya gak ada," ujar Parni saat ditemui di pasar sayur Plaosan, Kamis (23/09).
Apalagi, tambahnya, pembongkaran bedak pasar itu terlihat memaksa. "Dibongkar pagi-pagi, kami tidak diberi waktu untuk beres-beres, makanya banyak barang dagangan yang rusak," keluhnya.
Kejanggalan lainnya, kata dia, sebelumnya disepakati bahwa pemilik bedak pasar yang sudah dibangun itu adalah pemilik lama. "Tapi tiba-tiba ada keputusan bahwa yang berhak memiliki bedak pasar itu harus orang asli Desa Plaosan," terangnya.
Ditemui terpisah, Suyono 'Wiling' anggota DPRD Magetan mendesak agar pembangunan pasar tersebut dihentikan. "Bedak yang sudah kadong dibongkar, diberi atap sehingga bisa dijadikan tempat jualan, sambil menunggu dibangunnya pasar darurat atau pasar sementara," tegas legislator dari PDI Perjuangan ini.
Menurutnya, pembangunan tersebut tidak layak dilanjutkan, karena melanggar kesepakatan sebelumnya. "Kesepakatannya akan dibangun pasar darurat, tapi ini gak ada," ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat yang berangkat dari Dapil I (termasuk kecamatan Plaosan), ia ikut prihatin dengan nasib para pedagang pasar. "Kios mereka itu merupakan sumber penghasilan untuk menghidupi keluarganya, bayangkan kalau mereka tidak bisa jualan," tambahnya.
Sumber : Magetankita.com
Diberdayakan oleh Blogger.