Modus Baru Kejahatan Berkedok Laka Lantas


intas (laka lantas) beraksi di Magetan.  Pasangan suami istri Santoso dan Purwati, warga Mojopurno Ngariboyo hampir saja menjadi korban.
Ceritanya, pada Selasa (28/09) siang sekitar pukul 10.00, Purwati menerima telepon dari sesorang yang mengabarkan kalau puterinya, Dwi Susanti mengalami kecelakaan di Madiun. "Dia bilang kalau anak saya dirawati di Rumah Sakit dr. Soedono Madiun," kata Purwati, Senin (28/09).
Setelah mengabarkan kondisi anaknya, si penelpon lantas meminta uang sebesar Rp 12juta untuk biaya pengobatan anaknya. "Alasannya karena biaya pembelian alat yang harus beli di Surabaya, karena di Madiun gak ada," lanjutnya.
Karena tidak mempunyai uang sebanyak itu, akhirnya Purwati bersama suaminya Santoso berniat untuk mengirim uang sebanyak Rp 4juta ke rekening BRI yang diberikan oleh si penelpon.
Beruntung, beberapa tetangga melarangnya, dan menyarankan agar Santoso mengecek terlebih dahulu kebenaran kabar soal kecelakaan yang menimpa anaknya itu. "Setelah kami cek ternyata tidak ada pasien kecelakaan atas nama Dwi Susanti," ujarnya.
Spontan ia langsung membatalkan niatnya mengirim uang ke nomor rekening 004501039075509 atas nama Fajri Hartono, seperti yang diberkan oleh si penelpon.
Dirinya, lebih yakin lagi setelah beberapa saat kemudian bertemu dengan anaknya Dwi Susanti yang dikabarkan kecelakaan itu. Memang, menurut Santoso, setelah mendapat kabar kecelakaan yang menimpa anaknya itu, ia langsung menghubungi nomor HP anaknya, namun tidak aktif. "Pada waktu itu saya sempat yakin kalau anak saya kecelakaan," ujar Santoso.
Ternyata, menurut Dwi Susanti, pada waktu yang bersamaan, ia menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal yang menanyakan macam-macam. "Pantesan pada waktu itu telepon saya tidak bisa dihubungi oleh bapak saya," tutur Santi.
Sumber : Magetankita.com
Diberdayakan oleh Blogger.