Obati Rindu dengan Panggang Ayam Gandu

Pulang kampung setelah satu tahun bekerja di kota, rasanya tak lengkap jika tidak mampir ke sentra ayam panggang Gandu di Kecamatan Karangrejo, Magetan.
Mudik hari raya Idul Fitri akan lebih komplet kalau menyempatkan diri menyantap menu panggang asli ayam kampung di Gandu. Tambah nikmat apabila disantap ramai-ramai bersama sanak keluarga.
Selama lebaran, sentra ayam Gandu ramai dikunjungi pemudik yang ingin mengobati kangen akan kampung halaman. Lihat saja di warung Mbok Setu di kawasan Gandu. Setiap hari selalu ramai oleh warga pemudik dari luar kota.
''Setiap mudik, saya selalu mengajak keluarga kesini,'' kata Heni, warga Bekasi yang mudik ke Magetan Kota.
Baginya, mengeluarkan uang antara Rp 100 ribu untuk menyantap ayam panggang Gandu setimpal dengan rasa dan kenikmatan yang didapat. ''Wah, rasanya bikin kangen mas. Jadi kalau mudik, pasti ke sini,'' ujar perempuan berjilbab tersebut.
Selama hari raya, sentra ayam Gandu kebanjiran order. Seperti diungkapkan Yatini, penerus warung Mbok Setu, salah satu warung di Gandu yang jadi jujukan pemudik. Menurutnya, selama lebaran ini, omset jualannya meningkat.
''Hari biasa, rata-rata 200 ekor. Tapi, lebaran ini, bisa menghabiskan 800 ekor,'' aku Yatini.
Dia mengakui, pembeli yang datang memang pemudik yang pulang kampung. Tidak hanya Magetan akan tetapi dari Madiun sekitar. Pemudik itu sebelumnya bekerja di ibukota Jakarta, Surabaya dan kota besar lain.
Ayam Gandu, selama ini, memang salah satu ikon kuliner khas Magetan. Kenikmatan ayam kampung panggang tersebut sudah dikenal luas. Bahkan, pejabat tinggi di Jatim pun sudah mampir ke sentra ayam di Karangrejo tersebut.
Sumber : Magetankita.com
Diberdayakan oleh Blogger.