Pengunjung Telaga Sarangan Meningkat, Lebih Sepi Dibanding Tahun Lalu


Hari kedua Lebaran, Telaga Sarangan diprediksi akan 'diserbu' wisatawan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Peningkatan jumlah pengunjung telaga yang berada di Kabupaten Magetan ini sudah terpantau sejak kemarin. Pada Jumat (10/09) pukul 14.00 WIB saja tercatat sudah 2.500 tiket terjual. Padahal hari biasa hanya terjual seribu tiket saja seharian.

Briptu LEO anggota Polisi Wisata Polres Magetan yang berjaga di Pos Sarangan mengatakan hari ini jumlah pengunjung bakal menembus 5 ribu orang, bahkan lebih. Apalagi hari kedua Lebaran bertepatan hari Sabtu. "Kemungkinan akan mencapai puncaknya Sabtu ini atau hari Minggu besok," kata dia.

Meningkatnya jumlah pengunjung di Telaga yang letaknya lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut ini ikut mendongkrak okupansi vila dan penginapan di sana. Sampai berita ini ditampilkan, berdasar catatan Pos Polisi Sarangan, sudah 70 persen dari 80-an vila dan penginapan terisi. Harga sewa kamar pun meningkat gila-gilaan mencapai 3 kali lipat lebih dari harga nomal.

MIAN satu diantara pemilik dan pengelola vila di Sarangan berharap banyak hari ini dan besok bisa menangguk untung. Jika biasanya satu vila dengan 3 kamar dihargai sekitar Rp 350 ribu, maka di liburan Lebaran ini dia bisa lepas harga satu vila Rp1,2 juta. Tapi diakuinya, Lebaran tahun ini tidak seramai tahun lalu. "Tahun kemarin, mulai hari H Lebaran sudah penuh. Tahun ini sampai hari kedua Lebaran masih belum seluruh kamar penginapan dan vila saya tersewa," kata dia.

Sepinya pengunjung pada liburan Lebaran tahun ini juga dirasakan penyewa kuda tunggangan. MUCHLIS diantara mereka mengeluh. Harusnya pagi ini, dia sudah banyak dapat penumpang. Tapi sampai pukul 08.00 WIB ini dia belum juga dapat penglaris. Tahun lalu, seharian libur Lebaran, dia bisa dapat 13 penumpang. Uang lebih dari Rp350 ribu pun dia kantongi, separuhnya ia setorkan ke pemilik kuda.

"Liburan Lebaran sekarang lebih sepi. Mungkin karena kondisi ekonomi tahun ini lebih jelek daripada tahun lalu ya, mas? Jadi lebih banyak orang yang menabung daripada keluar uang plesiran," kata dia.(edy)



Sumber : SuaraSurabaya
Diberdayakan oleh Blogger.