Senangkan Mertua, Pegawai PT Manohara Gelapkan Uang Perusahaan

Ungkapan 'hiduplah apa adanya' rupanya tidak ada dalam diri M. Alif Pranoto (24). Berupaya mengesankan calon mertuanya, pria yang tinggal di Jalan A hmad Yani, Magetan ini nekat menggelapkan uang perusahannya, PT Manohara Asri.

Hasilnya memang kentara. Alif akhirnya menikahi anak mertuanya tersebut. Tetapi tetap tidak bisa hidup sederhana. Dengan dalih untuk biaya pernikahan dan bulan madu, Alif semakin sering menilep uang perusahaan yang ada di Jalan Rungkut Industri III tersebut.

'Penggelapan sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2008," kata Kapolsek Tenggilis, AKP Slamet Sugiarto, kepada wartawan di mapolsek, Rabu (29/9/2010).

Awalnya, kata Slamet, 2,5 tahun lalu atau sejak awal bekerja, Alif yang bekerja di bagian sales itu sangat rajin, cekatan dan tidak pernah telat menyetor uang setoran. Namun lama-kelamaan, gairah kerja Alif mulai kendor saat kenal dan pacaran dengan istrinya yang sekarang.

Demi memikat hati calon mertuanya, Alif mulai berani memainkan uang setoran. Uang setoran itu diputarnya dengan cara tambal sulam. Uang hasil penggelapan itu utamanya digunakan untuk berpenampilan. Hasilnya memang ada, Alif berhasil meminang calon istrinya dan menikahinya.

"Uang pertunangan dan perikahan berasal dari uang penggelapan," tambah Slamet.

Uang tersebut, lanjut Slamet, juga digunakan Alif untuk berbulan madu. Tidak terasa, uang pelanggan yang dibawa Alif membengkak hingga Rp 53 juta. Alif pun kelabakan karena pelanggan yang ditagih terus menghubunginya karena komplain terus ditagih perusahaan padahal sudah membayar. Tetapi Arif mampu bersilat lidah untuk meyakinkan pelanggannya.

Belang Alif akhirnya ketahuan perusahaan saat diadakan audit. Meski belangnya sudah diketahui, namun Alif tetap berkelit dan menyangkal bahwa itu bukan perbuatannya. Tak ambil pusing, perusahaan akhirnya melaporkan Alif ke polisi. Kini Alif terancam tak bisa menunggui kelahiran anaknya. Istrinya sekarang sedang mengandung 3 bulan.

(iwd/bdh) 



Sumber : Surabaya.detik.com
Diberdayakan oleh Blogger.