Nasib sial dialami Tukinem (61) warga Desa Bungkuk, Parang. Usai dari pasar, ia kehilangan sejumlah perhiasan karena digendam pprang tak dikenal.
Kejadian tersebut Dialami Tukinem saat belanja keperluan hari raya di Pasar Parang. Dia didekati oleh seorang wanita separuh baya yang tidak tahu namanya. Bersama seorang lelaki, perempuan itu mengatakan mengaku saudara dari Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur.
"Ibu beruntung bisa ketemu dengan kami. Kami ini keluraganya Gus dur dari jombang. Ibu akan kami beri doa-doa agar selalu selamat dan diberi rejeki yang sempulur, Kami tidak membutuhkan uang, karena uang kami sudah banyak,” Kata Tukinem menirukan pelaku, Jumat (3/9).

Perempuan dan lelaki itu kemudian meminta Tukinem untuk melepas semua perhiasan dan dimasukkan ke kantong yang diberik minyak wangi yang disediakan pelaku untuk dibacakan doa tertentu.
Tukinem, tak mengetahui kantongnya ditukar. “Sampai di rumah saya sadar belum belanja. Terus semua perhiasan saya tidak ada. Setelah saya buka kantong yang saya bawa ternyata berisi batu kerikil,” jelas Tukinem.
Kantong pembawa sial itu, kini dikubur di depan halaman rumahnya.
Sumber : Magetankita.com
Diberdayakan oleh Blogger.