Cuaca Tak Menentu, Produksi Kacang Tanah Meningkat

Musim yang tidak menentu tahun ini membawa berkah bagi para petani kacang di Magetan, utamanya di kecamatan parang yang menjadi pusat tanaman kacang di kabupaten Magetan. Kalau produktivitas beberapa tanaman lainnya menurun akibat cuaca tidak menentu, justru tanaman kacang tanah mengalami peningkatan hingga 50 persen dari sebelumnya.
Data yang ada di Dinas Pertanian (Distan) Magetan, di wilayah Magetan khususnya Parang produktivitas kacang tanah mencapai rata-rata 61, 17 ton/hektar gelondong basah atau setara dengan 1,97 ton osse (kupas).
"Produktivitas ini meningkat 51,5 persen dari biasanya yang berkisar antara 1,3 ton sampai 1,5 ton osse per hektar," ungkap Kepala Distan Magetan, Edy Suseno, saat memantau hasil panen kacang tanah di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tamanarum Parang, Senin (11/10).
Selain karena cuaca yang mendukung, kenaikan produktivitas kacang tanah ini juga didukung oleh bantuan benih unggul dari pemerintah pusat melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). "Memang cuaca yang tidak menentu ini berpengaruh positif bagi pertanian kacang tanah di Magetan," ujarnya.
Menurutnya, pada tahun 2010 ini Magetan mendapat alokasi bantuan SLPTT kacang tanah seluas 1.500 ha, yang tersebar di beberapa kecamatan Parang, Poncol, Bendo, Nguntoronadi, Takeran dan Sukomoro.
Soal pemasaran, menurut Edy, petani kacang tanah tidak terlau sulit memasarkannya. "Ini karena ada jalinan kerjasama dengan produsen kacang garing yaitu Garuda Food," paparnya. Di Parang saja, tambahnya, pemasaran kacang tanah ke Garuda Food mencapai 1.000 ton kacang tanah gelondong setiap tahun. "Ini sangat membantu dalam mengangkat taraf ekonomi masyarakat," kata dia.
Di Magetan sendiri, kata Edy, ada lima varietas kacang tanah yang ditanam petani, yaitu Kancil, Jerapah, Tuban, Lokal,  dan yang terbaru varietas Kelinci. "Paling banyak yang varietas lokal," ucapnya.
Sumber : Magetankita.com
Diberdayakan oleh Blogger.