Jalan Tertutup Kabut, 2 Tewas Ketiban Bus

Dua orang tewas setelah bus Mira jurusan Surabaya-Jogjakarta bernomor polisi S 7282 US menyeruduk sebuah motor Yamaha Jupiter Z Nopol AE 5684 RJ, kemudian terbalik di Jl Raya Madiun - Ngawi, Desa Maron, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Selasa (19/10) sekitar pukul 04.00 WIB. Empat korban lainnya mengalami luka berat dan ringan.
Kecelakaan terjadi diduga karena sopir bus, Muhamad Ichwan, 49, warga RT 04, RW 03, Desa Kasak, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo mengendarai kendaraan dengan cara ngebut. Apalagi, pagi buta itu, kabut masih menyelimuti jalan raya sehingga mengganggu pandangan pengguna jalan. Ichwan kini masih diperiksa di Mapolres Magetan.
Kedua korban tewas masing-masing Suparti, 40, yang dibonceng motor suaminya, Eko Marwat, 39, warga RT 18, RW 20, Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, dan Nuh Prayitno, 57, warga RT 04, RW 06, Dusun Deliksari, Desa Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, salah seorang penumpang bus Mira.
Kedua korban tewas karena ketiban (tertimpa) badan bus yang terbalik usai menabrak motor yang dikendarai Eko. Kedua tubuh korban tergencet di bawah badan bus. Setelah dievakuasi, kedua jenazah dilarikan ke Kamar Mayat RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan.
Sedangkan empat korban luka-luka masing-masing Dodik Ivo Gustiawan, 23, warga RT 11, RW 02, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto (lecet), Arif F Suyanto, 50, warga Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun (lengan kiri bengkak), Radimun, 55, warga RT 20, RW 02, Kelurahan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun (kepala belakang robek), serta Eko Marwat, suami Suparti (patah kaki dan tak sadarkan diri). Korban luka berat dan ringan itu langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Karangrejo, Kabupaten Magetan yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian.
Kondisi kedua korban tewas cukup mengenaskan. Keduanya ditemukan dalam keadaan terjepit di bawah bus setelah terlempar dari kendaraan yang ditumpangi masing-masing. Selama beberapa jam mereka tertindih bodi bus yang terguling. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dan baru bisa dievakuasi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat berhasil diangkat, kedua mayat tampak lentur yang menunjukkan korban mengalami patah tulang atau remuk.
Keterlambatan proses evakuasi disebabkan mobil derek tak kunjung datang ke lokasi. Karena lama menunggu mobil derek, pengangkatan bus untuk dibalik dan mengevakusi kedua korban yang tergencet menggunakan traktor milik petani tebu yang sedang parkir tak jauh dari lokasi kejadian. Baru setelah itu mobil derek datang ikut membantu.
Salah seorang penumpang bus Mira, Sri Astutik, 38, warga Jl Sikatan, Kelurahan Nambangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun menjelaskan, kecelakaan terjadi karena pengemudi bus tidak mengetahui di depannya ada sepeda motor yang meluncur dari arah yang sama. Saat itu jalanan tertutup kabut tebal di pagi buta. Dampaknya, saat motor hendak berbelok ke arah kanan menuju Pom Bensin Maron, Kecamatan Karangrejo yang ada di seberang jalan, dihantam bus dari belakang. Apalagi, saat itu bus melaju dengan kecepatan tinggi. Usai menabrak motor, bus menyerempet tembok pembatas Pom Bensin hingga terguling dan bodi bus berbalik arah.
“Kejadiannya seperti itu, kalau penyebab utamanya karena bus berkecepatan tinggi dan tak mengetahui di depannya ada motor. Usai menabrak, bus terguling dan saya menyelamatkan diri melalui kaca jendela bus yang hancur,” terang Astutik yang duduk di jok kanan nomor 2 ini kepada Surya, Selasa (19/10).
Sementara, Kanit Laka Lantas Polres Magetan, Iptu Joko Winarto menegaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), bus melaju dengan kecepatan di atas 80 kilometer per jam. Bus saat itu mengangkut 20 orang.
“Pengendara motor yang berjalan di depan bus, yang hendak berbelok ke Pom Bensin tak memerhatikan situasi di belakangnya. Akibatnya, terjadilah kecelakaan yang menyebabkan korban tewas dan terluka,” tandasnya.
Akibat kecelakaan ini arus lalu lintas di jalan utama penghubung Madiun-Ngawi sempat terganggu selama beberapa jam. Jalur Magetan-Ngawi ini tergolong rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalannya yang lurus membuat pengguna jalan cenderung melintas dengan kecepatan tinggi.

Sumber : Surya.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : Google.com
Diberdayakan oleh Blogger.