Alam Magetan Semakin Jinak

Tahun ini, alam di Kabupaten Magetan lebih jinak dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Kabupaten Magetan, selama tahun 2010 ini, angka bencana menurun jika dibandingkan dengan tahun 2009 lalu.

Kepala Sub Bidang Penanggulangan Bencana, Bidang Perlindungan Masyarakat, Bakesbangpol dan Linmas Magetan, Muhammad Maksum, mengatakan selama tahun 2010 ini tercatat ada enam kasus rumah roboh akibat angin puting beliung, 50 titik tanah longsor, dan satu kali banjir.

"Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yakni sebanyak 20 rumah yang roboh akibat puting beliung dan tanah longsor. Dan beberapa kali bencana banjir sungai Bengawan Madiun," ujarnya, Jumat (19/11/2010).

Selain itu, lanjut Maksum, bencana tanah longsor yang terjadi pada tahun 2010 ini juga tergolong bencana kecil. Pasalnya dari sejumlah bencana tersebut tidak sampai mengenai rumah. Serta menutupi sebagian jalan dan tidak sampai memutuskan jalur transportasi.

Dari Bakesbangpol dan Limnas tercatat 11 dari 18 kecamatan di Kabupaten Magetan, tergolong daerah rawan bencana. Kecamatan yang rawan bencana tersebut adalah Kecamatan Panekan, Plaosan, Parang, Poncol, Ngariboyo, Lembeyan, Takeran, Sukomoro, Kartoharjo, Bendo, dan Kawedanan.

Dari 11 kecamatan tersebut terdapat empat yang rawan tanah longsor. Keempat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Plaosan, Parang, Poncol, dan Panekan. Sedang Sisanya merupakan daerah rawan banjir luapan sungai Bengawan Madiun dan angin puting beliung. [rdk/but]


Sumber : Beritajatim.com 
Sumber Ilustrasi Foto : google.com
Diberdayakan oleh Blogger.