Banyak Penyiksaan, Peminat TKI Tak Surut

Banyaknya TKI maupun TKW yang disiksa oleh majikannya itu ternyata tak menyurutkan niat para calon tenaga kerja asal Ponorogo untuk mengadu nasib di negeri orang.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya para pendaftar TKI maupun TKW dalam pameran bursa kerja TKI yang digelar di gedung Sasana Praja, Pemkab Ponorogo. Bahkan pendaftar ini tak hanya datang dari Ponorogo saja, melainkan dari kabupaten tetangga, seperti halnya Pacitan, Magetan serta kabupaten Ngawi.

Seperti yang diutarakan Wagiono, salah satu calon TKI asal Kecamatan Sampung. Setelah mendapat kabar adanya bursa kerja TKI di Ponorogo, dia langsung berangkat ke Ponorogo untuk mengikuti pengarahan dan mendaftarkan diri ke Hongkong untuk menjadi pegawai pabrik.

‘’Saya tahu kalau sekarang banyak pemberitaan kalau TKI disiksa oleh majikannya. Tapi bagaimana, kerja di Pacitan susah. Makanya saya nekat mengadu nasib keluar negeri,’’ jelas priya dengan kaos hitam ini, Jumat (26/11/2010).

Sementara dalam sambutannya, Bupati Ponorogo Amin meminta kepada warganya untuk selektif dalam memilih perusahaan yang memberangkatkan calon TKI maupun TKW ini. Pasalnya banyak lembaga pemberangkatan yang illegal, sehingga merugikan nasib para TKI itu sendiri.

‘’Sebenarnya jika calon TKI ataupun TKW bisa selektif dan berhati-hati dalam memilih perusahaan tidak akan terjadi penyiksaan seperti dalam pemberitaan beberapa hari ini. Di Ponorogo sendiri hanya ada 19 PT yang resmi dan mereka ada di pameran bursa ini,’’ pungkasnya.

Terpisah, kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ponorogo, Bediyanto mengatakan, saat ini jumlah tenaga kerja luar negri dari Ponorogo memiliki peringkat keempat di bawah kabupaten Malang, Tulungagung, serta kabupaten Blitar.

‘’Ini sungguh jumlah yang sangat luar biasa, soanya dari data yang kami terima dalam satu tahun jumlah TKI maupun TKw yang berangkat ada sejumlah 3.834 orang. Dan itu didominasi kaum hawa yang mencapai 2.855 orang,’’ katanya. [tur/but]

Diberdayakan oleh Blogger.