OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA MAGETAN

Ada dua tujuan utama para wisatawan mengunjungi obyek wisata Puncak Lawu, yaitu :
  1. Menikmati keindahan alam berupa hutan dengan flora dan fauna yang khas, udara yang bersih dan sejuk serta pemandangan alam yang sangat indah.
  2. Melakukan wisata ritual, karena pada kawasan tersebut terdapat banyak sekali tempat/petilasan Raja Brawijaya V beserta pengikutnya, dan saat ini menjadi tempat melaksanakan ritual bagi para wisatawan.
Berkaitan dengan wisata minat khusus (ritual) di kawasan Puncak Lawu, kegiatan tersebut dilaksanakan hampir setiap saat dan akan mencapai puncaknya pada malam tanggal 1 Muharram (1 Suro) pada penanggalan Jawa. Pada saat tersebut ribuan wisatawan naik ke Puncak Lawu baik dengan tujuan untuk menikmati keindahan alam maupun untuk melakukan ritual menyambut tahun baru penanggalan Jawa.

Obyek dan daya tarik wisata yang terdapat di kawasan Puncak Lawu sangat banyak sekali jumlahnya baik yang bersifat keindahan alam yang berupa flora dan fauna maupun tempat bersejarah/petilasan peninggalan Raja Brawijaya V dan pengikut-pengikutnya, antara lain :
  1. Sumur Jolotundo : Di lokasi ini raja Brawijaya V menerima wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak Lawu
  2. Lumbung Selayur : Di lokasi ini terdapat sumur yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan/perbekalan para pengikut Raja Brawijaya V
  3. Pawon Sewu : Pawon Sewu terletak pada peretngahan perjalanan pendakian menuju ke Puncak Lawu. Di tempat ini para pengikut Raja Brawijaya V mendirikan dapur untuk memasak makanan
  4. Gua Selarong : Gua ini dimanfaatkan para pengikut Raja Brawijaya V untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan.
  5. Sendang Intan : Menurut kepercayaan penduduk setempat, di sendang ini para pendaki/wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. Menurut kepercayaan tersebut semakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh.
MAKAM G.B.R.AY. MADURETNO

Tempat makam G.B.R.Ay. Maduretno dan K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III. K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III adalah Adipati Maospati Madiun ke III, dihukum mati sebagai pemberontak melawan penjajahan Belanda dan dimakamkan di makam pemberontak Banyu Sumurup tahun 1810 dinyatakan sebagai pejuang perintis melawan Belanda oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX tahun 1957 dan dimakamkan kembali di Gunung Bancak Desa Giripurno +/- 18 Km arah Tenggara dari kota Magetan. Makam permaisurinya Putri Hamengku Buwono II, G.B.R.Ay. Maduretno merupakan tempat semedi dan ziarah oleh warga masyarakat luar maupun dalam kota Magetan.

TAMAN RIA MANUNGGAL

Terletak di bagian timur dari kota Magetan +/ - 1 km dipersiapkan fasilitas tempat bermain anak-anak, kolam renang untuk anak-anak sampai tingkat dewasa. Terdapat pula rumah makan Manungggal dengan berbagai macam masakan khas Magetan, melayani untuk umum.

CANDI SIMBATAN - ARCA DEWI SRI

Terletak di Desa Simbatan +/- 17 Km arah timur dari kota Magetan. Sejak tahun 1813 Arca Dewi Sri setiap hari Jum'at Pahing bulan Muharram dilaksanakan Bersih Desa secara rutin tiap tahun oleh warga setempat pada siang hari. Sejak tahun 1933 sampai tahun 1942, pada Arca Dewi Sri tepat pada dada kiri dan kanan keluar air sumber yang bersih, sebagian besar oleh warga Tulungagung dan Kediri iair tersebut diambil dan dimanfaatkan untuk pengobatan segala macam penyakit.

CANDI REOG

merupakan salah satu peninggalan di jaman Erlangga, petilasan kerajaan Majapahit terletak di Desa Cepoko Kecamatan Panekan sebelah utara Kabupaten Magetan.

TAMAN RIA KOSALA TIRTA

Taman Ria Kosala Tirta terletak di Desa Pandean Kecamatn Maospati. Kolam renang yang bersih, lingkungan yang rindang ditunjang dengan adanya permainan anak-anak. Kosala Tirta ini juga merupakan salah satu tujuan wisata keluarga.

BUMI PERKEMAHAN MOJOSEMI

Bumi Perkemahan Mojosemi merupakan salah satu areal pilihan bagi para pelajar untuk berkemah di masa liburan.

Terletak di sebelah barat Telaga Sarangan berjarak + - 2 Km, di bawah wilayah Perhuani Lawu Selatan, disitu dapat menikmati suasana alam udara yang sejuk, air bersih mudah dijangkau.

TELAGA WAHYU

Telaga Wahyu terletak + - 2 Km ke arah timur dari Telaga Sarangan. Telaga Wahyu sengaja ditebari berbagai macam ikan untuk disediakan bagi mereka yang gemar memancing, sehingga tempat ini merupakan tempat pemancingan dan sering pula dimanfaatkan untuk perkemahan pramuka. Luas telaga wahyu + - 10 Ha dengan kedalam + - 16 meter. Juga tempat rekreasi keluarga disamping udaranya yang sejuk, pemandangan alam yang indah lingkungan dan panorama sangat menarik.

TELAGA SARANGAN

Telaga Sarangan atau disebut juga Telaga Pasir berada di kaki gunung Lawu, berjarak +/ - 16 Km(arah barat) dari Kota Magetan. Para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam. Telaga Pasir Sarangan yang mempunyai luas +- 30 Ha dengan kedalaman 28 meter, udara yang sejuk dengan suhu 18-25 C. Di tempat ini beraneka ragam fasilitas hotel, rumah makan, perahu dayung, mainan anak-anak, perahu boat dan kuda yang disediakan bagi para wisatawan dari berbagai daerah maupun wisatawan manca negara.

AIRTERJUN TIRTOSARI

Air Terjun Tirtosari terletak + - 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dapat ditempuh dengan naik kuda atau jalan kaki. Pada lokasi Air Terjun Tirtosari ini dapat dinikmati keindahan alam, air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 50 M turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal sehingga memberikan pemandangan yang indah dan daya tarik tersendiri. Menurut kepercayaan masyarakat bila menikmati Air Terjun Tirtosari kita dapat cantik dan awet muda.

UPACARA LABUH SESAJI

Labuh sesaji salah satu acara tahunan yang diselenggarakan di Telaga Sarangan. Diadakan pada bulan ruwah, hari Jum'at Pon merupakan acara Bersih Desa dengan ditandai labuh "Sesaji" ke Telaga Sarangan. Tujuannya merupakan ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hadiah dari Tuhan yang berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

OBYEK WISATA BARU

AIR TERJUN JARAKAN

Lokasi : Desa Ngancar Kecamatan Plaosan

Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian kawasan obyek wisata Air Terjun yang sedang dikembangkan pemerintah Kabupaten Magetan.

Air Terjun Jarakan terletak sekitar 80 meter di atas Air Terjun Watu Ondo. Dengan ketinggian air terjun sekitar 35 meter, di dasar air terjun ini terdapat sendang kecil dimana para wisatawan dapat mandi atau mencuci muka

AIR TERJUN DI DESA NGANCAR

Wilayah kawasan kaki Gunung Lawu, selain menyimpan potensi keindahan alam yang dapat dikembangkan menjadi Obyek Wisata Alam, juga merupakan daerah tangkapan air hujan, karena di kawasan tersebut terdapat hutan alam dengan vegetasi yang mampu mengurangi limpasan (run off) air hujan sekaligus meningkatkan peresapan air hujan ke dalam tanah.

Dengan kondisi tersebut maka di kawasan kaki Gunung Lawu terdapat banyak sekali sumber mata air. Dan didukung oleh topografi yang sebagian besar sangat curam, maka tidaklah heran apabila di kawasan ini banyak sekali dijumpai air terjun.

Tidak terkecuali di wilayah Desa Ngancar, dari satu aliran sungai kecil dan satu anak sungainya dengan sumber air berasal dari mata air di kaki Gunung Lawu, terdapat 4 buah air terjun yang sangat indah dengan air yang jernih dan alami.

Air tersebut tiga diantaranya berada pada satu jalur/aliran sungai dan satu buah pada aliran lain dari anak sungai tersebut.

Keempat obyek wisata dapat dicapai dengan berjalan kaki melalui jalan setapak melai dari pintu gerbang masuk di dekat kantor desa Ngancar kecamatan Plaosan. Sedangkan kembalinya melalui jalan setapak di jalur yang tidak sama dengan saat berangkat.

Pada jalur kembali tersebut terdapat obyek wisata sejarah berupa prasasti/batu tulis peninggalan masa lalu yang masih dirawat oleh masyarakat setempat sampai sekarang dan dijadikan tempat ritual bagi masyarakat tertentu.

AIR TERJUN PUNDAK KIWO

Lokasi : Desa Ngancar Kecamatan Plaosan

Air Terjun Pundak Kiwo ini sebagai bagian kawasan obyek wisata Air Terjun yang sedang dikembangkan pemerintah Kabupaten Magetan.

Air Terjun Pundak Kiwo teletak di bagian paling atas rangkaian air terjun di desa Ngancar dan merupakan air terjun paling besar/tinggi dengan ketinggian sekitar 45 meter. Diapndang dari bawah, letak air terjun ini berada pada sisi kiri lereng guung, sehingga terkenal disebut Pundak Kiwo.

AIR TERJUN WATU ONDO

Lokasi : Desa Ngancar Kecamatan Plaosan

Air Terjun Watu Ondo ini sebagai bagian kawasan obyek wisata Air Terjun yang sedang dikembangkan pemerintah Kabupaten Magetan.

Air Terjun Watu Ondo terletak di bagian paling bawah dari ketiga air terjun yang berada pada satu aliran sungai di Desa Ngancar, yaitu air Terjun Watu Ondo, Jarakan dan Pundak Kiwo. Lokasi air terjun ini sekitar 600 meter dari pintu gerbang masuk.

Air Terjun sangat indah karena air tersebut turun/terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter dengan melewati sederetan batu yang tertata rapi bersap bagaikan tangga sehingga terkenal dengan sebutan Watu Ondo.

PRASASTI WATU ONGKO

Lokasi : Desa Ngancar Kecamatan Plaosan

Prasasti Watu Ongko ini sebagai bagian kawasan obyek wisata Air Terjun yang sedang dikembangkan pemerintah Kabupaten Magetan.

Prasasti watu Ongko merupakan prasasti peninggalan jaman majapahit tereletak pada jalur kembali dari rangkaian Obyek Wisata Air terjun, berupa batu tertulis yang masih dipelihara oleh masyarakat dan dijadikan tempat ritual pada saat-saat tertentu.


Industri & Pertanian
KERAJINAN BAMBU

Macam-macam produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu, tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat daya kota Magetan.

KERAJINAN KULIT

Industri kerajinan kulit ini dipusatkan di jalan Sawo kelurahan Selosari Magetan +/- 1 Km arah barat kota Magetan.

Hasil industri ini dengan bermacam-macam jenis antara lain sepatu dengan berbagai model, tas, dompet, ikat pinggang, serta bermacam-macam souvenir lainnya.

· Perkampungan Kerajinan Kulit
· Pusat Pelayanan Teknik (Pengulitan)

KERAJINAN GAMELAN

Merupakan industri alat musik tradisional gamelan yang dikerjakan peralatan tradisional, namun hasilnya cukup mengagumkan. Hasil industri ini sempat diexport ke beberapa negara di benua Eropa. Sentralisasi di Desa Kauman, Karangrejo +/- 14 Km arah timur kota Mageta

PERKEBUNAN JERUK (JERUK PAMELO)

Buah jeruk pamelo sudah dikenal di luar propinsi Jawa Timur. Jeruk Magetan dengan jenis jeruk Pamelo dan jeruk Srinyonya. Sentra tanaman jeruk terdapat di kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Bendo arah timur dari kota Magetan. Panen raya pada bulan April-Juni setiap tahunnya.

KESENIAN MAGETAN

Kesenian yang berasal dari kabupaten Magetan, antara lain Tari Gondang Baru, Tari Iring-Iring dan tari Godril.


CANDI REOG.jpg


CANDI SIMBATAN.jpg


KOSALA TIRTA.jpg


SARANGAN,1.jpg


TELAGA SARANGAN.jpg


TELAGA WAHYU.jpg


TIRTOSARI.jpg


MAKAM.GBR.AY. MADURETNO


BUMI PERKEMAHAN MOJOSEMI


puncaklawu.jpg


pundakkiwo_01s.jpg


pundakkiwo_02s.jpg


jarakan_01s.jpg


watuondo_02s.jpg


watuondo_03s.jpg


CANDI SIMBATAN.jpg


jarakan_01s.jpg


jarakan_02s.jpg


gamelan.jpg


PERKEBUNAN JERUK (JERUK PAMELO)


KERAJINAN BAMBU.jpg


KERAJINAN KULIT.jpg


TAMAN RIA.jpg

Dikirim : frendy_anis@yahoo.co.id
Sumber : jatimguide.multiply.com
Diberdayakan oleh Blogger.