Parade Nusantara Turun Gunung ke Jalan

Berbagai eleman masyarakat Desa yang terdiri dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Perwakilan Desa, Karang Taruna Desa, PKK, LPMD dan seluruh rakyat desa di seluruh Indonesia yang tergabung dalan Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara) direncanakan akan turun gunung ke jalan memadati dari Anyer sampai Panarukan.

Pelaksanaan aksi turun Gunung ke jalan Anyer-Panarukan Parade Nusantara ini direncanakan tanggal 11 Nopember 2010 mulai jam 09:00 WIB sampai dengan jam 16:00 WIB. Gerakan ini dinamai Gerakan Anyer-Panarukan.  Maksud dan tujuannya adalah mendukung segera ditetapkan Undang- undang tentang Desa.

Selama ini Pemerintahan Desa hanya dijadikan kambing hitam dan sapi perahan Pemerintah di atasnya atau Pemerintah Pusat. Desa yang mempunyai asset dan kekayaan alam yang melimpah ruah, rakyat desa tidak bisa menikmati hasilnya.  Semua tersedot ke atas dan yang kembali ke desa hanya sedikit. 

Selain itu Desa dalam menjalankan roda Pemerintahan belum mempunyai undang-undang tersendiri sehingga desa yang satu dengan desa yang lain tidak sama dalam mengatur pemerintahannya alias masih amburadul.

Untuk itu Parade Nusantara akan berjuang sampai akhir Undang–undang disahkan.  Semua itu demi masyarakat Desa. Desa bisa menjadi makmur apabila sudah mempunyai landasan hukum yang kuat dalam menjalankan pemerintahanya

Kalau kita berfikir jernih, bukankan semua pejabat dan wakil rakyat yang di Istana dan Senayan berasal dari desa dan juga kekayaan alam hasil yang keluar dari perut bumi ini juga berasal dari desa? 
Untuk itu dengan semangat juang, Dewan Pimpinnan Daerah Parade Nusantara Kabupaten Magetan dengan adanya perintah dari Dewan Presidium Nasional Parade Nusantara, H. Sodir Santoso SH, siap untuk turun gunung ke jalan raya menuntut segera disahkanya rancangan Undang-undang tentang Desa.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Parade Nusantara Kab Magetan, Eko Prastiyo SE mengatakan, gerakan turun Gunung Anyer–Panarukan ini untuk Kabupaten Magetan akan di tempatkan di titik–titik keramaian, yaitu di sekitar sepanjang jalan raya Maospati–PPU.

Untuk turun ke jalan, ia juga menyarankan agar di kantor desa Pemerintahan Desa tetap dibuka dan berjalan seperti biasa karena Perangkat Desa itu abdi Masyarakat langsung dan bukan abdi Negara seperti Pegawai Negeri, TNI dan Polri.

Perkiraan yang siap turun ke jalan diperkirakan sampai tiga ribu 3000 orang. Menurut salah satu Perangkat Desa, Edy Nurhadi mengatakan bahwa tujuan perangkat desa melakukan unjuk rasa itu sebenarnya tujuanya hanya satu yaitu kesejahteraan perangkat diperhatikan. 


Sumber : Kabarindonesia.com
Sumber Ilustrasi Foto : Google.com
Diberdayakan oleh Blogger.