Puluhan Pengungsi Merapi Merapat ke Magetan

Puluhan warga korban bencana letusan Gunung Merapi asal Yogyakarta dan Magelang, Jateng, mengungsi hingga ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Mereka menempati rumah saudara mereka yang terletak di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Magetan, sejak beberapa hari terakhir.

"Untuk keamanan keluarga, kami akhirnya memutuskan mengungsi ke tempat saudara di Magetan. Pengungsian ke tempat yang lebih aman ini, juga untuk mengobati rasa trauma anak-anak terhadap ganasnya bencana letusan Gunung Merapi," ujar salah satu pengungsi, Eni Retno, Jumat (12/11/2010).

Menurut dia, keluarganya terpaksa mengungsi karena rumah mereka masuk dalam wilayah berbahaya dengan radius 15 kilometer dari Gunung Merapi. Tepatnya adalah wilayah Ngaglik dan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Puluhan pengungsi ini mulai meninggalkan rumah mereka sejak tanggal 5 November, dimana saat erupsi terbesar Gunung Merapi terjadi hingga wilayah mereka tertutup abu vulkanik. Mereka juga tidak sempat membawa harta benda mereka, selain pakaian seadanya.

"Setelah sempat mengungsi di sejumlah wilayah di Yogyakarta dan Pramabanan, kami akhirnya memutuskan untuk mengungsi di rumah saudara di Magetan," ujar pengungsi lainnya, Sukarno.

Para korban letusan Gunung Merapi ini mengaku, untuk sementara tetap berada dalam pengungsian hingga daerah Yogyakarta dinyatakan aman oleh pemerintah.

"Kami berharap agar Gunung Merapi segera normal kembali. Sehingga, kami bisa segera kembali ke desa asal kami di Yogyakarta. Kami juga bersyukur, karena tanggapan warga sekitar di Mangge sangat baik," tutur Sukarno.

Camat Barat, Arif Ridwan membenarkan, jika wilayahnya menerima para pengungsi korban letusan Gunung Merapi sejak beberapa hari terakhir. Mereka umumnya datang dengan mengendarai sepeda motor dan mobil sewaan.

"Jumlahnya lumayan banyak, yakni sekitar 11 kepala keluarga atau 57 jiwa yang tersebar di empat titik. Dua titik di Kelurahan Mangge, satu titik di Desa Klagen, dan satu titik di Desa Ngumpul. Hingga Jumat siang, informasinya 15 jiwa di antaranya telah pulang ke Yogyakarta," ujar Arif Ridwan saat dihubungi.

Menurut dia, yang di Kelurahan Mangge, para pengungsi tinggal di rumah milik Ahmad Munari sebanyak 11 jiwa dan di rumah milik Tukimun sebanyak 19 jiwa.

Lalu di Desa Klagen, para pengungsi tinggal di rumah milik Jari sebanyak 13 jiwa, sedangkan di Desa Ngumpul para pengungsi tinggal di rumah milik Hartono sebanyak 13 jiwa.

"Pengungsi yang di Desa Ngumpul dan Klagen berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Mereka baru datang pada tanggal 10 dan 11 November," terang Camat Arif.

Saat datang, kondisi para pengungsi ini banyak yang menderita sakit mata, sesak nafas, dan gatal-gatal. Pihak Puskesmas Barat langsung memberikan perawatan medis bagi para pengungsi, dengan memberikan obat-obatan dan vitamin.

Untuk kebutuhan sehari-hari, lanjut Arif, pihak Dinas Sosial Kabupaten Magetan juga telah memberikan bantuan berupa peralatan mandi, selimut, pakaian baru, dan sembako yang terdiri dari beras 200 kilogram, mi instan 10 dus, dan enam botol minyak goreng.

"Bantuan ini masih ditambah dari kelurahan setempat berupa air mineral dan mi instan. Kami ingin, walaupun dengan keadaan seadanya, para pengungsi tetap aman selama berada di Magetan hingga Gunung Merapi dinyatakan aman," kata Arif.  (Fat/At)


Sumber : berita8.com
Sumber Ilustrasi Foto : Google.com 
Diberdayakan oleh Blogger.