Tebon, Barat, Magetan

Tebon adalah sebuah nama kelurahan di wilayah Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

Kelurahan Tebon merupakan daerah sentral kedua setelah Kelurahan Mangge.Taraf hidup penduduk Tebon tergolong mencukupi, hampir 65% mencapai tingkat kemapanan menengah atau mengalami kenaikan kesejahteraan hidup cukup signifikan akhir2 ini.Dikarenakan tingkat populasi yang meningkat,keramaian daerah bertambah sehingga menjadi salah satu daerah pendukung dari kenaikan taraf hidup warga Kecamatan Barat. Mata pencaharian pendudk Tebon rata2 pedagang,petani,makelar dan swasta/pegawai negeri. Di Tebon terdapat pasar hewan bernama "Pasar Wage" ;nama Wage sesuai dengan penanggalan hari pasaran Jawa yang bersejarah.Diperkirakan pasar hewan ini sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Islam yang menjadikan daerah Magetan dan Madiun sebagai daerah mancanegara.Pasar hewan ini sempat dipindahkan ke Desa Gunungan Kecamatan Kartoharjo pada tahun 2003,dan akhirnya dipindahkan kembali ke Tebon bagian utara atas inisiatif warga Tebon dan para pedagang hewan, dengan pertimbangan tingkat keramaian ekonomi.Saat ini lokasi Pasar Wage yang lama dijadikan lapangan desa sebagai daerah terbuka di tengah pusat hiruk pikuk perekonomian Tebon.Tak kalah menarik,terdapat beberapa bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh sampai saat ini diantarannya :

  1. Bangunan Pegadaian Tebon,dibangun pada masa penjajahan Belanda,dilihat dari ciri khas bangunan mediteraniannya.Merupakan bangunan pegadaian pertama di wilayah Kecamatan Barat.
  2. Tiga tugu Tebon yang bercat kuning dan sekarang merah muda"anak2 muda sering menyebutnya the pink tower", berarsitektur Jawa dengan lambang bintang diatasnya.di tempat inilah dulu dibangun tugu penanda tebon yang dibangun sebelum zaman kemerdekaan,dan sekarang tidak berbekas.Terletak ditengah tengah perempatan Jalan Barat sekaligus ditengah2 wilayah Tebon
  3. Rumah joglo yang bercat hijau/green joglo terletak di tepi jalan raya barat merupakan bukti bahwa barat dan tebon sudah ada sejak zaman dahulu.Dilihat dari arsitekturnnya berupa joglo klasik.
  4. Situs pipa air kuno buatan Belanda.Merupakan sebentuk pipa zaman Belanda yang masih kokoh sampai sekarang,diperkirakan digunakan sebagai saluran air minum/drainase zaman Belanda.
  5. Situs rumah kuno, yang sekarang tinggal puing-puing.Diceritakan bahwa sebelum berdirinya rumah ini,terdapat bangunan kuno yang didirikan pada zaman Kerajaan Mataram Islam,yang merupakan bangunan kadipatenan zaman dulu.
  6. Bekas stasiun kuno,dibangun pada zaman penjajahan Belanda.Terletak di selatan Tebon berbatasan langsung dengan Desa Bogorejo .Merupakan bangunan stasiun kereta api yang merupakan asal mula Stasiun Barat yang didirikan agak ke arah barat/jalan raya barat.Bangunan yang sekarang tinggal puing2 besi yang berkarat itu menjadi bukti bahwa sejak zaman Belandapun daerah ini sudah ramai disinggahi.Walapun stasiun ini digunakan sebagai tempat pemberhentian kereta yang akan menuju ke Madiun,stasiun ini dulunnya juga berperan penting dalam lalu lintas kereta api,khususnya kereta api yang mengangkut kayu.
  7. situs sendang tebonterdapat dua situs,yaitu sendang tebon yang berada di wilayah tebon timur dan sendang migit yang berada di wilayah tebon selatan.kedua sendang itu merupakan representasi keyakinan religi masyarakat tebon primitif yang telah ada sejak zaman kerajaan.(data rinci tidak diketahui).
Sampai saat ini tingkat kemajuan Tebon dalam perkembangan Kecamatan Barat tergolong tinggi ,terbukti bahwa Tebon merupakan daerah teramai,dengan tingkat pembangunan,perekonomian dan kepadatan penduduk tertinggi kedua setelah kelurahan Mangge selama kurun waktu seratus tahun terakhir.
 
Diberdayakan oleh Blogger.