Warga Miskin Berharap Raskin

Cuaca yang tak bisa di prediksi yang mengguyur Ponorogo beberapa waktu ini mengakibatkan sejumlah petani lesu darah. Hal ini dipicu karena hujan yang tak menentu, sehingga menyebabkan tanaman di area persawahan mereka rusak.

Tak jarang pula, lesunya para petani ini dipicu karena serangan hama yang muncul karena perubahan iklim. Akibatnya, banyak buruh tani yang harus menganggur. Belum lagi, beberapa lahan pertanian juga banyak yang rusak karena direndam air hingga berhari-hari.

Seperti yang diutarakan Paini, warga desa Ngampel kecamatan Balong saat ditemui Minggu (21/11/2010), dirinya sudah sepuluh tahun lebih menjadi buruh tani. Dia bekerja berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lain, sesuai kebutuhan para pemilik lahan.

Namun akhir-akhir ini, dirinya dan ratusan buruh tani sering menganggur di rumah. Hal itu disebabkan lahan pertanian didesanya sering terjadi banjir jika turun hujan lebat.

‘’Banyak petani yang merugi jutaan hingga puluhan juta rupiah. Ini dipicu karena hujan yang tak menentu dan turun dengan deras. Belum lagi beberapa waktu lalu sawah disini tergenang air hingga berhari-hari,’’ pungkasnya.

Bapak dua anak itu juga mengatakan, kalau menganggur dirinya tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya dirinya dan istrinya tidak memiliki keahlian yang lain. Sehingga, berharap mendapatkan jatah beras raskin pada pemerintah.

‘’Beras raskin sangat membantu warga miskin seperti kami. Untuk itu kami berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan jatah beras tersebut. Selain itu kami minta untuk menambah jatah beras,’’ katanya.

Sementara Tommy Kristanto, Kepala Bulog Divre XII mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan raskin untuk segera disalurkan awal Desember nanti. Sebanyak 2359 ton raskin untuk wilayah Ponorogo, Pacitan dan Magetan. Menyikapi kondisi pertanian yang dalam masa sulit, akibat serangan hama dan cuaca, pihaknya mengaku tidak banyak mempengaruhi stok beras yang berada di gudangnya.

‘’Stok beras ada 5983, sementara gabah sekitar 7500 ton atau setara 4763 ton beras. Namun demikian stok beras tahun ini mengalami penurunan dari tahun lalu, yaitu dari 90 ribu ton pada tahun 2009 menjadi 35 ribu ton untuk tahun 2010,’’ jelasnya. [tur/but]

Sumber Ilustrasifoto : Google.com
 
Diberdayakan oleh Blogger.