Minim,Perhatian pada Pasar Tradisional

Pemkab Hanya Anggarkan Rp100Juta
MAGETAN-Perhatian Pemkab Magetan terhadap keberadaan pasar tradisional terbilang minim.Buktinya,dalam rancangan APBD 2011,hanya dianggarkan Rp100juta untuk pengecatan Pasar Baru.'Nominal tersebut sangat kecil. Apalagi,pasar adalah salah satu penyumbang PAD (pendapatan asli daerah),'kata anggota Komisi C DPRD Sri Ratna Wijayanti,kemarin(13/12).
Memang,kata Ratna,dalam rancangan APBD,pemkab menganggarkan Rp1miliar untuk pembangunan lanjutan Pasar Parang.Namun,kebijakan tersebut dinilai belum cukup lantaran perhatian ke pasar tradisional lain tidak ada.
'Ini kan tidak adil.Karena itu,bersamaan pembahasan RAPBD ini,kami perjuangan agar pemkab ada perhatian ke pasar-pasar tradisional di kecamatan-kecamatan,' jelas wakil rakyat dari Fraksi Magetan Bersatu ini.
Padahal,kata dia,pasar tradisional di Magetan ini menampung ribuan atau bahkan belasan ribu pedagang kecil.Komunitas itu,jelas amat membutuhkan sentuhan dan perhatian pemkab.'Saya melihat,kondisi pasar di Magetan ini butuh perhatian,'ujar legislator dari PNBK tersebut.
Ratna mencontohkan pasar penampungan di Plaosan dan pasar malam untuk pedagang ethek atau sayur keliling. Di kedua tempat tersebut,kondisinya kurang layak. 'Padahal,kalau mau jujur,di pasar sayur itu kalau malam hari,perputaran uangnya sangat luar biasa,' jelas Ratna.
Dia berharap,dalam pembahasan RAPBD tahun 2011,pemkab atau dalam hal ini,Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(DPPKAD)mengucurkan anggaran ke pasar tradisional.'Karena,setiap tahun,PAD yang masuk dari pasar ini juga besar.'
Dia mendesak,ke depan,pemkab memperhatikan potensi pedagang kecil yang menghuni pasar tradisional. 'Paling tidak ada keseimbangan antara pendapatan yang masuk dengan perhatian yang diberikan pemkab kepada pasar,'tandas Ratna.(rif/isd)
(mbak sri)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : google.com


Diberdayakan oleh Blogger.