Petani Tebu Tolak Impor Gula Ranifasi

Ratusan petani dan pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat(APTR)dari wilayah PG Purwodadi dan PG Rejosari Magetan ngluruk kantor Gubernur Jatim di Grahadi,Surabaya.Mereka berangkat dengan menumpang enam bus,kemarin(20/12).
Di Surabaya, mereka bergabung dengan petani dan pengurus APTR se-Jatim.Kedatangan petani tebu asal Magetan tersebut untuk memprotes kebijakan pemerintah yang akan mengimpor gula rafinasi pada awal tahun 2011 mendatang.
'Gula impor tersebut rencananya didatangkan ketika musim giling selesai.Tentu ini merugikan petani tebu. Karena stok gula dipastikan menumpuk dan harga gula akan anjlok,'terang Ketua APTR Magetan Suyono.
Dia mengatakan,pemerintah memang berwenang mengimpor gula.Akan tetapi,kebijakan tersebut dinilai belum terlalu mendesak dilakukan.Masalahnya,stok gula secara nasional dan khususnya di PTPN XI PG Pagotan Madiun, masih cukup banyak.Terutama,stok gula musim giling November hingga Desember 2010.
Menurut Suyono,dengan keberadaan dua PG di Magetan, stok gula lokal sangat mencukupi hingga pertengahan tahun 2011.Itulah sebabnya,dia berharap pemerintah menunda rencana impor gula rafinasi.'Kalau toh dipaksakan mengimpor,kami berharap gula impor tersebut dilepas ke pasaran antara bulan Maret hingga April,' ujar Suyono.
Setelah bulan April,diprediksi stok gula nasional akan menipis.Sehingga,menjadi momen yang tepat untuk pemerintah melepas gula impor.'Kalau sekarang memutuskan mengimpor gula dan langsung di lepas ke pasaran,tentu akan merusak harga gula,'tutur dia.
Pantauan koran ini,harga gula lokal di pasaran saat ini mencapai Rp9.100 per kilogram.Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun,diperkirakan harganya terus naik.'Saat ini,harga gula cukup menguntungkan petani. Tetapi,kalau ada kebijakan mengimpor lalu gula impornya dilepas ke pasaran,harga pasti anjlok,'ujar Suyono.(rif/isd)
(mbak sri)

Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.