Polisi Siaga Jaga Konvoi Pendekar Madiun

Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota memberlakukan siaga satu guna mengamankan pelaksanaan “Suran Agung” yang dilakukan oleh salah satu perguruan silat terbesar di Madiun, Perguruan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo, Minggu (19/12).

“Acara tahunan yag digelar setiap bulan Suro atau Muharam ini rawan konflik dengan perguruan silat lainnya, PSH Terate yang telah mendapat jatah merayakan agenda Suran Agung terlebih dahulu. Konflik juga rawan terjadi dengan warga masyarakat,” ujar Kabag Ops Polres Madiun Kota, Kompol Edy Purwanto, Minggu (19/12).

Guna menjaga keamanan selama pelaksaan Suran Agung, Polres Madiun Kota telah menurunkan sebanyak 648 personel yang berasal dari seluruh satuan, bahkan pihaknya juga masih dibantu oleh TNI-AD, TNI-AU serta dari pemda setempat, sehingga total ada 790 personel.

Menurut Edy, dari seluruh total personel yang diturunkan tersebut, sedikitnya 130 personel akan dipusatkan untuk melakukan penjagaan di wilayah Padepokan PSH Tunas Muda Winongo di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Selain itu, polisi juga memberlakukan pengamanan ekstra di jalan-jalan dan titik yang dilalui rombongan para pendekar itu, di antaranya Jalan Gajah Mada, Perempatan Te’an, Jalan Pahlawan, Alun-Alun Kota Madiun, dan jalan lingkar Madiun.

Polisi juga menjaga setiap daerah perbatasan Kota Madiun dengan daerah kabupaten lainnya, di antaranya di daerah Nglames untuk massa dari arah Caruban atau Surabaya, di daerah Jiwan untuk massa dari arah Magetan dan Ngawi, juga penjagaan di daerah Geger untuk massa dari arah Ponorogo.

Pelaksanaan “Suran Agung” adalah salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh perguruan silat PSH Tunas Muda Winongo, terutama pada bulan Muharam atau bulan Suro. Kegiatan ini dipusatkan di jalan Dhoho Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Sebelum dan sesudah agenda utama dilakukan, biasanya seluruh anggota perguruan silat tersebut melakukan konvoi kendaraan keliling kota. Hal ini yang sangat rawan konflik. Meski sudah disepakati untuk tidak melakukan konvoi, namun tetap saja konvoi selalu dilakukan setiap tahun,” tutur Edy.

Sementara, Kapolres Madiun Kota, AKBP Krisno Halomoan Siregar, mengatakan, sebelum pelaksanaan, telah dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara pihak polisi dengan kedua perguruan pencak silat SH Winongo dan SH Terate, agar menggelar acara Suran Agung dalam keadaan tertib dan damai.

Dalam nota kesepahaman tersebut tertulis perjanjian masing-masing anggota perguruan pencak silat untuk saling mentaati aturan yang telah disepakati guna menjaga keadaan Madiun yang kondusif.

“Seluruh pelanggaran yang ada akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal ini kita lakukan untuk menjaga kekondusifan Kota Madiun dan sekitarnya,” kata Krisno.

Dikirim : eta_ete@yahoo.co.id

Sumber : Surya.co.id



Diberdayakan oleh Blogger.