Produksi Jeruk Pamelo Turun 50 Persen

Serangan hama lalat buah dan sejenis virus membuat produksi jeruk pamelo di sentra produksi di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan menurun hingga 50 persen.

Menurut petani desa setempat, Sumarmi, akibat serangan lalat buah tersebut rusak, busuk, dan akhirnya jatuh. Sedangkan serangan virus daun menguning sehingga pohon yang kekurangan nutrisi tersebut akhirnya mati secara perlahan.

"Buah yang terserang hama menguning dan membusuk sehingga tidak bisa dipanen. Padahal diperkirakan dua bulan lagi siap dipanen. Bahkan ada beberapa pohon yang masih usia produtif mati akibat serangan virus," ujarnya, Kamis (30/12/2010).

Sumarni menambahkan, dalam kondisi normal, satu pohon jeruk bisa menghasilkan 100-200 buah tergantung besar kecilnya pohon. Namun dengan adanya serangan lalat buah dan virus ini, produksinya berkurang lebih 50 persen tiap pohon.

Untuk mengatasi hama lalat buah, petani juga terpaksa menutupi buah jeruk yang siap panen dengan kantong plastik. Sehingga, diharapkan dengan tertutup plastik, penyebaran lalat buah dari buah yang sudah terkena ke buah yang masih sehat dapat ditekan.

"Selain memberi kantong plastik pada buah, kami juga memberikan obat-obatan pembasmi hama dan virus. Namun hingga saat ini hasilnya masih belum terlihat," jelasnya.

Daerah Magetan yang terkenal sebagai sentra penghasil Jeruk Pamelo adalah Kecamatan Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kawedanan (Betasuka). Luas lahan yang dikembangkan untuk komoditas ini mencapai 1.979 hektare dengan jumlah produksi mencapai 278.620 kwintal per tahun. [rdk/but]

Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.