Sandal Batik Magetan Tembus Mancanegara

Meski perdagangan bebas Asean-Cina (AFTA) telah diberlakukan, ternyata industri rumah mampu bertahan. Hal itu dibuktikan Yuli Hedrianto, perajin sandal batik di Desa Mbaleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bahkan, sandal batik buatannya mampu mampu menembus pasar mancanegara.

Sekilas sandal batik buatan Hedrianto terkesan mahal. Karena bentuknya sangat indah. Ternyata, sepasang sandal itu dijual dengan harga Rp 3.000 hingga Rp 10.000. Soal harga, ia memotoknya berdasarkan tingkat kesulitan dalam memproduksi. Uniknya lagi, bahan baku sandal batik itu pun dari bahan bekas, seperti kain perca.

Saat ditemui SCTV, Senin (01/3), Yuli Hedrianto mengaku, ia dibantu enam karyawan untuk memproduksi seluruh pesanan. Dalam sehari, ia mampu membuat sekitar dua ratus pasang sandal batik.

"Selain Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan Sumatera, sandal batik ini telah menembus Malaysia, Singapura, dan Thailand," kata Yuli bangga. "Dalam satu bulan, saya bisa meraup omzet hingga 20 juta rupiah."

Yang menjadi persoalan, kata Yulis, saat ini bahan baku kain perca sangat sulit didapat. Sehingga, katanya, ia terpaksa memesannya ke kota-kota lain, seperti Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan.(ARL/SHA)

Sumber : Liputan6.com

Diberdayakan oleh Blogger.