Soal Tes Beda Diprotes

Sejumlah peserta tes tulis CPNS di Kabupaten Ponorogo merasa dirugikan karena soal antara peserta yang satu dengan lainnya tidak sama. Padahal, mereka tes dan melamar dalam formasi yang sama.

Salah satu ketidaksamaan soal tes tulis CPNS itu terjadi di SMK Negeri 1 Ponorogo Jl Panglima Sudirman. Sejumlah peserta langsung memrotes panitia setelah pelaksanaan tes tulis berakhir. Pasalnya, sebagian mereka hanya mendapatkan soal nomor 1 hingga 100 mengenai psikotes. Sedangkan rekannya, lengkap soal psikotes, dan bidang studi lainnya.

Mereka mengetahui soal yang dikerjakan tidak sama setelah tes tulis usai dan bertemu dengan teman-temannya yang juga ikut tes. Sejumlah peserta kaget karena soal yang dikerjakan tidak sama dengan soal yang dikerjakan teman di ruang lainnya.

“Di ruang saya soal nomor 1-100 pertanyaannya hanya psikotes. Setelah saya keluar dan bertanya-tanya ke teman dari ruang lain, soal mereka seperti biasanya ada soal bidang studi seperti matematika dan bahasa Indonesia. Saya masuk lagi dan tanya ke pengawas, dan pengawas mengaku tidak tahu-menahu,” terang Anugerah (23), salah satu peserta.

Hal senada juga disampaikan Asta Rohani Afifah (24) dan Alvin (23) yang soal yang dikerjakannya seperti milik Anugerah. Keduanya tidak tahu ada berapa soal yang demikian dan tampaknya salah tersebut. Sebab, terlalu banyaknya ruang dan banyak tempat yang dipakai ujian CPNS.

Sekda Pemkab Ponorogo, Luhur Karsanto yang juga ketua panitia penerimaan CPNS 2010 menanggapi permasalahan temuan soal tidak sama itu secara enteng. Pihaknya juga tidak tahu karena urusan pembuatan soal dan LJK tes hingga koreksi serta pemberian skor diserahkan ke ITB.

“Kami hendak membangun kepercayaan masyarakat. Tetapi kalau seperti ini hasilnya, berarti Pemkab Ponorogo dirugikan ITB. Untuk membangun kepercayaan ini sulit, kenapa begini hasilnya, ada soal-soal yang janggal dan mengarah ke soal salah?” tandasnya.

Tingkat ketidakhadiran peserta tes CPNS, di luar dugaan cukup tinggi. Di wilayah eks-Karesidenan Madiun saja yang tidak hadir mengikuti tes sekitar 5.000 orang. Mereka yang tidak hadir dinyatakan gagal. Rinciannya di Kabupaten Madiun, 1.597 peserta, di Kabupaten Magetan 1.484 peserta, di Kota Madiun 794 peserta, serta di Kabupaten Ngawi dan Ponorogo terdapat 2.125 peserta tidak hadir.

“Kemungkinan mereka mengikuti tes di daerah lainnya, yang jumlah formasinya lebih banyak. Sehingga tak masuk saat tes tulis bersamaan dengan daerah lainnya,” terang Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Pemkab Madiun, Edi Santoso kepada Surya.

Sementara Sekda Kota Madiun, Maidi sekaligus bertindak selaku ketua penerimaan CPNS 2010 menegaskan, dari 3.681 peserta, sebanyak 794 peserta absen. Kondisi ini juga terjadi di hampir setiap wilayah di Jatim yang kemarin menggelar tes tulis.wan

Sumber : surya.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : google.com


Diberdayakan oleh Blogger.