Tolak KUNKER Berjamaah Dewan Ke Luar Jawa

Gerah dengan kunjungan kerja(kunker) 45 anggota DPRD Magetan ke Kalimantan Selatan(Kalsel), puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Magetan(Geram)unjuk rasa.'Meski kunker itu menjadi hak anggota dewan,tapi kami menilai kunker itu rawan korupsi.Baik korupsi waktu maupun biaya perjalanan,'kata Sudarwinto,dari LSM Magetan Center,kemarin(17/12).
 
Aksi di gedung DPRD tersebut dimulai sekitar pukul 09.00.Dengan membawa beragam poster,para aktivis di Magetan saling bergantian berorasi.Tulisan dalam poster tersebut di antaranya berbunyi,Kunker atau Rekreasi,Tolak Kunker Awu-awu,Dewan Naik Pesawat, Rakyat Melarat,dan berbagai tulisan lain bernada kritikan kepada wakil rakyat.
 
Tidak hanya itu,aktivis dari berbagai elemen tersebut juga membawa koper mainan yang maknanya berisi sindiran kepada dewan.Selain itu,juga diberikan dua amplop berisi uang ribuan asli.
 
Uang tersebut,kata Edi Wahyudi,aktivis dari FAM, sebagai bentuk tambahan uang saku kunker untuk wakil rakyat.'Kami sangat prihatin dengan kunker berjamaah dewan ke Kalsel.Kami melihat lokasi kunker juga tidak tepat,'jelas Edi.
 
Sesuai data koran ini,untuk kunker ke Kalsel,dewan akan berkunjung ke Martapura.Selain itu,wakil rakyat juga mampir di Pasar Terapung di Sungai Barito Banjarmasin.'Apa setelah melihat Pasar Terapung, dewan mau mengusulkan pembangunan pasar di atas Kali Gandong atau di pasar Telaga Sarangan,'ujar Achmad Zahni,aktivis dari Formel.
 
Setelah berorasi,kemudian para aktivis tersebut mengundang wakil rakyat untuk menemui mereka.Dua wakil ketua DPRD,M.Shoim dan Sofandi akhirnya menemui pengunjuk rasa di pintu masuk gedung DPRD.
 
Bersamaan itu,Beni Ardi dari LSM Magetan Center,Edi Wahyudi dari FAM dan Joko Purnomo dari LSM BSM menyerahkan koper mainan dan dua amplop uang saku tambahan kepada Sofandi dan Shoim.
 
'Koper dan amplop tersebut sebagai simbol keprihatinan kami atas kunker dewan.Sebagai bentuk protes,kami memberikan tambahan saku beberapa lembar uang ribuan kepada dewan,'jelas Beni.
 
Setelah itu,Sofandi dan Shoim didaulat untuk menyampaikan tanggapan atas aksi Geram dan rencana kunker.Unjuk rasa menolak kunjungan kerja atau studi banding tersebut diakhiri sekitar pukul 10.30 dengan makan nasi bungkus.(rif/isd)  (mbak sri)
 
Sumber : Radar Madiun
Diberdayakan oleh Blogger.