13 Tahun Wajah Di Gerus Kanker Kulit

MADIUN | SURYA - Wajah Mbah Suminem (65), warga RT 17/RW 03 Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, nyaris habis. Janda sepuh yang hanya hidup berdua bersama anak semata wayangnya itu selama 13 tahun didera kanker kulit ganas (basalioma) yang menggerogoti seluruh kulit dan wajahnya.

Awalnya, tahun 1998 lalu, Mbah Suminem merasakan ada benjolan di atas mulutnya. Karena merasa risih, korban lalu memecahkan benjolan itu menggunakan jarum.

Tanpa disadari, ternyata pecahnya benjolan itu justru menjadi kanker yang kemudian terus menggerogoti wajahnya. Diduga, korban terkena infeksi hingga menyebabkan penyakit itu terus bersarang di wajahnya dan hampir menjalar ke seluruh raut wajahnya.

Suminem mengaku, tahun 2004 lalu dirinya pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Magetan. Namun, karena dinyatakan dokter sudah mulai membaik, dia pun dipulangkan. Padahal, dokter sudah menyatakan dia menderita basalioma.

Karena dirasakan makin ganas, maka Mbah Suminem kemudian dibawa ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk dioperasi. Bentuk mulutnya yang sudah tidak asli lagi itu dioperasi dengan diambilkan daging dan kulit dari bagian tubuhnya yang lain.

“Tapi sekarang masih terasa nyeri, membuat saya sulit tidur,” kata Mbah Suminem kepada Surya di rumahnya, Sabtu (29/1).

Selain itu, Mbah Suminem mengaku, dari bekas operasi di wajahnya itu masih sering keluar cairan yang baunya cukup menyengat. Karena itulah, Mbah Suminem selalu menggunakan masker untuk menutupi wajahnya. Selain karena malu, masker itu dia pakai agar luka di wajahnya tidak terkena debu.
“Wah, kalau kena debu, cairan yang keluar yang terasa gatal dan nyeri itu akan semakin berbau menyengat,” katanya.

Suwardi (40), anak tunggal Mbah Suminem mengatakan, jika operasi dan perawatan yang dijalani ibunya ini sudah menghabiskan semua harta bendanya. Bahkan, dua ekor sapi miliknya juga ludes dijual untuk biaya perawatan ibunya.

Kini, dia hanya berharap mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Pemkab Madiun atau bantuan dari pihak lain.

Untuk mengurangi rasa nyeri akibat cairan yang keluar dari wajah ibunya, Suwardi secara rutin membelikan obat nyeri seharga Rp 17.000 setiap minggunya. Namun obat tersebut hanya untuk mengurangi rasa nyeri yang diderita ibu kandungnya, tidak bisa menyembuhkan.

“Kalau operasi sepertinya sudah tidak bisa lagi, karena kami sudah tidak punya harta benda lagi. Yang kami minta bantuan untuk makan dan kebutuhan ibu kandung saya saja kalau memang ada yang berkenan,” pintanya.

Basalioma adalah salah satu tumor atau kanker kulit ganas terbanyak. Walapun jarang bersifat fatal, namun tumor ini dapat merusak jaringan di bawah kulit karen abersifat destruktif, jika tidak diangkat.

Basalioma juga mempunyai kecenderungan berulang. Kebanyakan basalioma disebabkan paparan radiasi ultraviolet dalam jangka waktu lama. Menghindari matahari perupakan salah satu cara pencegahan terbaik. Penggunaan tabir surya merupakan salah satu cara melindungi diri dari radiasi ultraviolet, walaupun tidak dapat secara langsung mencegah kanker.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Madiun, Aries Nugroho yang dihubungi melalui ponselnya membenarkan bahwa Mbah Suminem menderita basalioma. Menurutnya, penderita sudah dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya. Namun, perawatan tidak tuntas karena penderita menolak penanganan kelanjutannya.
“Sekarang kami serahkan ke Puskesmas Balerejo untuk mengawasi perkembangan penderita,” tandasnya.

Sumber : Surya.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.