Polisi Njotosi Cucuk Lampah

Diduga Cemburu Lantaran Korban Ngobrol dengan Pacarnya
MAGETAN-Diduga cemburu,oknum anggota Polres Magetan ngamuk.Polisi berinsial NEC ini njotosi(memukuli) Suyanto,warga Desa Sampung,Kecamatan Kawedanan, Magetan.Akibatnya,korban yang berusia 30 tahun itu menderita luka di bibirnya.'Dia(NEC,Red)sudah kami tetapkan sebagai tersangka,'terang Kapolres Magetan AKBP Awi Setiyono,kemarin(31/1).

Menurut kapolres,setelah dilakukan pemeriksaan marathon baik di Mapolsek Kawedanan maupun di mapolres oleh satuan propam,tersangka NEC berpangkat bintara tersebut dinilai telah melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.'Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih dalam,'kata perwira menengah asal Tulungagung itu. 

Informasi koran ini,aksi ringan tangan tersangka NEC, anggota satuan sabhara asal Belotan,Takeran,tersebut terjadi Minggu petang(30/1)sekitar pukul 17.30. Ceritanya,sore itu,Suyanto yang sehari-hari akrab disapa Sentun ini bermaksud mengambil kendaraan yang diservis di bengkel Perdana Motor Genengan,Kawedanan. 

Di bengkel milik Salis ini,pria yang berprofesi sebagai cucuk lampah(pemandu prosesi,Red)dalam hajatan pernikahan tersebut,sejak siang hari memang mengeluhkan kondisi aki sepeda motornya Honda Supra Nopol AE 3884 PQ.Suyanto bermaksud mengambil kendaraan.Tak lama kemudian,datang Sinta,warga Kelurahan Rejosari,Kecamatan Kawedanan,yang belakangan diketahui pacar oknum polisi itu.Sinta dan Suyanto ini teman dekat lantaran Sinta juga berprofesi sebagai asisten perias.

Keduanya lantas saling ngobrol.Tiba-tiba datang NEC. Tanpa banyak cakap,dia melayangkan pukulan kepada Suyanto.Mengetahui gelagat yang tidak baik ini, Suyanto mencoba menghindar.Korban berusaha lari,namun NEC terus mengejar.Beberapa pukulan melayang dan mengenai wajah Suyanto.Hingga,dia mendapat jahitan di bibirnya. 

Ketika NEC memburu Suyanto,Sinta memilih sembunyi di rumah sekaligus bengkel Perdana Motor.'Kejadiannya, ya agak lama.Mbak Sinta kemudian sembunyi di dalam rumah.Karena saya takut dikira menyembunyikan,dia saya minta keluar rumah untuk ikut meredam emosi dan menyelesaikan masalahnya,'terang Esti,istri Salis, pemilik bengkel kepada koran ini Minggu(30/1)sekitar pukul 21.00.

Informasi lain menyebutkan,Suyanto juga pernah menerima perlakukan tidak mengenakkan dari NEC.Waktu itu,di Desa Mojorejo,Kecamatan Kawedanan.Dengan kejadian kali kedua ini,Suyanto,akhirnya lapor ke Mapolsek Kawedanan.Menurut penuturan Sukat,orang tua Sinta,anaknya dengan NEC memang memiliki hubungan khusus.Akan tetapi,hampir tiap hari terjadi cekcok. 'Makanya,sejak kejadian kemarin,Sinta saya suruh pergi ke Jakarta ke rumah kakaknya,'terang Sukat kepada wartawan di Mapolres Magetan kemarin(31/1). 

Dengan kejadian ini,Sukat tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan kisah asmara Sinta dengan NEC.'Keluarga hanya akan memberi saran,biar Sinta yang memutuskan sendiri,'katanya.

Kapolres Minta Maaf
KAPOLRES Magetan AKBP Awi Setiyono secara khusus meminta maaf kepada masyarakat.Ini terkait dengan aksi main pukul anggota Polres Magetan di Kawedanan. 'Dengan tulus,saya minta maaf atas perbuatan anggota saya,'kata kapolres kemarin(31/1).

Dia mengatakan,meski yang dilakukan anggota sabhara berinisial NEC tersebut bersifat pribadi,namun tindakan main pukul tersebut seharusnya tidak dilakukan.'Sebagai anggota polisi,harusnya mengayomi masyarakat.Apa yang terjadi memang masalah pribadi, tapi sebagai seorang polisi harus tetap berkepala dingin dan tidak emosional,'ujarnya. 

Itulah sebabnya,kapolres berjanji akan menindak tegas setiap anggota polisi di jajaran Polres Magetan yang bersikap atau berperilaku tidak mengayomi masyarakat. 'Ke depan,kami akan terus melakukan pembinaan internal,'terang dia.

Dia menegaskan,setiap kesalahan yang dilakukan anggota kepolisian pasti ada sanksi.Baik itu hukuman dari atasan maupun sanksi lain berdasarkan kadar kesalahan. 'Kalau ada anggota saya yang berbuat tidak baik, tolong melapor ke saya,'jelas kapolres.(rif/sad)

Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.