Masjid Ahmadiyah di Madiun Gunakan Pengeras Suara Saat Adzan

Masjid Baiturrahman yang dimiliki Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Madiun di Jalan MT Hariono Kelurahan Taman, Kecamatan Taman Kota Madiun, tetap menggunakan alat pengeras suara saat mengumandangkan adzan pada sholat lima waktu.

Ketua majelis Amilah JAI Madiun, Gunawan Sutrisno mengatakan, pengunaan pengeras suara dalam adzan tidak menyalahi Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. Selain itu, masjid tersebut tidak hanya digunakan oleh JAI namun juga masyarakat yang beragama Islam lainnya.

"Dalam SK Gubernur-kan ada tiga pokok larangan. Diantaranya mengajarkan dakwah tentang Ahmadiyah, memasang atribut Ahmadiyah, dan melarang kegiatan yang mengundang orang banyak. Kalau adzan kan hanya pangilan untuk menunaikan solat, jadi tidak masalah," ujarnya, Rabu (2/3/2011).

Gunawan beralasan, adzan dengan pengeras suara tersebut tidak bermasalah karena dalam lafad-lafad tidak ada yang menyimpang serta tidak ada bedanya dengan aliran Islam lainnya. Selain itu, adzan dengan mengunakan pengeras suara juga sebagain ajakan pada umat Islam untuk menunaikan ibadah solat lima waktu.

"Adzan sebagai ajakan untuk memunaikan ibadah solat lima waktu. Toh yang solat disini juga warga umum disekitar jadi tidak ada masalah jika mengunakan pengeras suara. Kami sangat terbuka dengan masyarakat luar, toh salat itu perintah Alloh dan Rasulullah," tambahnya.

Sebagai mana diketahui pada Selasa malam (1/3/2011) atribut papan nama Ahmadiyah di gang masuk ke masjid yang berada di Jalan MT Haryono, Kota Madiun, itu sudah dicopot. Begitu juga gambar para khalifah Ahmadiyah yang dipasang di serambi masjid. Pencopotan tersebut dilakukan sendiri oleh JAI saat hujan menguyur Kota Madiun

Ahmadiyah di Madiun ini membawahi jemaat se-eks Karesidenan Madiun mulai Kota dan Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Ada sekitar 100 jemaat Ahmadiyah yang tersebar di kota dan kabupaten tersebut. [rdk/kun]

Sumber Ilustrasi Foto : Google.com

Diberdayakan oleh Blogger.