Lumpur Meluber,Penguna Jalan Celaka

MAGETAN-Gara-gara jalur sepanjang 15 meter di atas jembatan Mojosemi I di Kelurahan Sarangan,Plaosan, berlumpur,sedikitnya dua pengendara motor tergelincir. Mereka adalah Rio Priartanto,warga Ngawi,dan Kristio Wahyu Pamungkas,warga Madiun.Akibatnya,keduanya mengalami luka beset di tangan dan kaki.''Jatuh karena lumpur yang ada di jembatan itu,''kata Kristio, kemarin(24/4). 

Tio menuturkan,saat melintas di jembatan tersebut dirinya tak mengetahui jika di depannya ada lumpur. Meski berjalan pelan,laju kendaraan tak terkendali hingga tersungkur di aspal.
Dia menyayangkan,intansi terkait tidak memasang rambu-rambu di sekitar jembatan tersebut,sehingga membuat pengguna jalan celaka.''Seharusnya di tempat itu dipasang tanda peringatan,''ujarnya. 

Nahas serupa dialami Rio.Akibat tergelicir,tanki BBM sepeda motornya bocor,sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan.''Saya berjalan pelan sekitar 20 km perjam. Ya kaget juga,''katanya. 

Kuswinardi,kepala UPTD Disparta kawasan wisata Sarangan,mengatakan bahwa jembatan tersebut wewenang DPU Bina Marga Jatim.Kendati demikian,pihaknya sudah menerjunkan sejumlah pekerja untuk membersihkan lumpur sepanjang 15 meter di atas jembatan Mojosemi itu. ''Saya sudah kontak(DPU Bina Marga Jatim,Red),tapi baru bisa ke sini besok(hari ini).Kalau besok keburu banyak korban yang jatuh,''ungkapnya

Menurut dia,lumpur itu berasal dari kawasan hutan di sebelah jembatan yang terbawa air hujan pada Jumat dan Sabtu(22/4 dan 23/4).Pemicunya,tidak ada gorong-gorong sehinga lumpur langsung ngendon ke jembatan. ''Lumpurnya terbawa air dari hutan itu,''ungkapnya sambil menunjuk kawasan rerimbunan pohon tak jauh dari lokasi.(mg1/isd)


Diberdayakan oleh Blogger.