Peringatan GALUNGAN di Magetan

Memperingati Hari Raya Galungan ,umat Hindu, Sanggha Bhuwana Maospati melaksanakan Sembahyangan Galungan, Rabu (8/12) pukul 09.30 WIB di Pura Sanggha Bhuwana Maospati.

Ketua Pura Sanggha Bhuwana Maospati, I Gede Suwamba, menuturkan Sembahyangan Galungan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Raya Suci Hindu (Galungan).

“Hari ini merupakan puncak perjuangan Dharma melawan Adharma dengan kemenangan pada Dharma. Sebagai perwujudan rasa syukur dan bakti pada Hyang Widhi dan para leluhur, umat Hindu melakukan persembahyangan dan persembahan berupa Widhi-Widana pada tempat-tempat suci”. Kata I Gede.

Disebutkan pula, inti pokok perayaan hari Penampahan Galungan adalah melaksanakan byakala yaitu upacara yang bertujuan untuk melepaskan kekuatan negatif (Buta Kala) dari diri manusia dan lingkungannya. 

Masih menurut I Gede Suwamba, peringatan hari Galungan merupakan ritual sakral yang dapat memberikan kekuatan spiritual sehingga mampu membedakan dorongan hidup yang berasal dari Adharma dan dari Dharma


Tari Rejang Dewa
 
Dalam acara ritual , juga ditampilkan Tari Rejang Dewa, yang memiliki gerak tari yang sederhana dan lemah gemulai, ditarikan oleh penari putri secara berkelompok dengan iringan gamelan gong Kebyar.
 
Wayan, guru tari Bali, juga sebagai pelaku tari Rejang Dewa mengatakan, “Tarian ini merupakan tarian yang melambangkan penyambutan Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa yang turun ke alam dunia. 

Tari Rejang Dewa tidak boleh ditarikan di sembarang tempat, tari ini hanya boleh di lakukan di tempat suci yaitu Pura, karena tarian ini merupakan tarian Sakral”. Jelas perempuan manis yang beralamat di Komplek Lanud Iswahyudi Maospati itu kepada MagetanOnline. (MOn)


Diberdayakan oleh Blogger.