Terjun Bebas Tujuh Meter

Tewas Saat Memanjat Pohon
MAGETAN-Rencana Saimun,58,menjadi wali nikah anak keduanya Nurul pascalebaran mendatang dipatahkan takdir.Pasalnya,warga Dukuh Tapan,Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran,Magetan,itu siang kemarin(26/4) tewas terjatuh dari pohon.Dia memanjat pohon Johar itu untuk nyecek kayu guna persiapan keperluan pernihakan anaknya.

Kepergian imam musala setempat untuk selamanya itu sontak membuat Siti,istrinya,tidak bisa menutupi kesedihannya.Apalagi,Siti orang pertama yang mengetahui suaminya dijemput ajal sekitar pukul 10.30. ''Biasanya bapak beraktivitas di kebun jeruk kami, sekitar 200 meter dari rumah.Kebetulan pagi ini mau nyecek ranting dan memotong kayu lamtoro untuk persiapan kayu bakar di rumah,''kata Siti.

Pagi kemarin suaminya berangkat lebih awal.Siti mengiringinya di belakang.Sesaat setelah beraktivitas di kebun itu,Siti begitu terkejut mengetahui suaminya jatuh tertelungkup di tanah.Tepat di bawah pohon johar yang dipanjatnya.''Saya lantas teriak-teriak minta tolong,''imbuhnya.

Mendengar teriakan Siti,warga setempat berdatangan dan berupaya menolong Saimun.''Saya bersama warga sekitar ya langsung menolong dan membawa jenazah ke rumahnya,''kata Wagiman,55,salah satu warga setempat.

Wagimanm tetangga dekat Saimun ini juga membenarkan dalam kesehariannya korban berkativitas di kebun jeruknya itu.''Rencananya,kayu-kayu yang dikumpulkan itu untuk persiapan pernikahan Nurul,anak keduanya,'' ungkap Wagiman sembari menambahkan kesehatan Saimun selama ini cukup baik. 

Di tengah warga yang bertakziyah,aparat dari Polsek Takeran tampak sibuk di lokasi.Sebelum jenazah dimandikan,tim identifikasi Polres Magetan mengambil sampel sidik jari pria nahas tersebut.''Kematian Saimun ini murni karena kecelakaan,''terang Kapolsek Takeran AKP Santoso di lokasi kejadian kemarin.

Dari hasil pengumpulan bukti dan keterangan saksi-saksi,pihaknya menyimpulkan Saimun diduga terpeleset dari tangga yang tersandar di pohon Johar dengan ketinggian sekitar tujuh meter.Di jenazahnya juga tidak ditemukan tanda-tanda luka parah atau bekas penganiayaan.
''Anak tangganya juga licin.Sehingga dari kesimpulan kami,korban jatuh dan langsung meninggal.Karena beberapa saksi menyatakan jika setelah ditemukan tertelungkup sudah tidak ada denyut nadi,''jelas kapolsek.(wka/sad)

Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.