Dalam Sebulan Mendapat Kiriman BOM 3 kali

MAOSPATI DITEROR
MAGETAN-Dalam satu bulan ini,wilayah Maospati,tiga kali mendapat teror 'bom'.Setelah teror tas di masjid belakang pasar dan di Tanjungspreh,kemarin(19/5),dua bungkusan dalam tas kresek membikin geger warga Jalan Perkutut,Maospati.

Bungkusan tas kresek warna hitam dan merah di teras rumah Suharsono itu,memaksa Tim Penjinak Bom(Jibom) Kompi II Detasemen C Brimob Polda Jawa Timur di Madiun turun tangan.Sekitar pukul 13.00,tas plastik itu 'dijinakkan'dan dibawa ke markas Brimob di Jalan Setiabudi Kota Madiun.

''Apa pun bentuknya,ini sudah kami anggap teror.Dan, sekecil apa pun,kami tetap waspada meski benda yang mencurigakan itu setelah diteliti bukan bom,''terang Kapolres Magetan AKBP Awi Setiyono di lokasi kejadian kemarin.

Dua bungkusan dalam tas kresek itu kali pertama ditemukan Sri Ningsih,istri Suharsono.Saat itu,dia sedang berada di dalam kamar dengan jendela yang langsung mengakses teras serta halaman rumah.

Sekitar pukul 10.30, Sri yang sedang bersih-bersih kamar mendengar dua sepeda motor berhenti di depan rumahnya.Semua pengendaranya mengenakan helm tertutup. Tiba-tiba,salah satu di antaranya turun di depan rumah Jalan Perkutut No 817 itu.''Lalu,masuk ke halaman dan menaruh sesuatu di teras rumah saya,''kata Sri.
Setelah menaruh barang,kedua kendaraan tersebut pergi ke arah barat,di kawasan distrik atau kantor eks Pembantu Bupati Maospati.Sri yang tahu ada bungkusan itu langsung mencari suaminya.Saat itu,sang suami sedang berada di halaman belakang.
Mereka berdua tergopoh-gopoh mendatangi teras dan mengecek dua bungkusan tas kresek tersebut.Namun, Suharsono tidak berani menyentuh benda itu.''Ya cuma melihat saja.Nggak memegang sama sekali,''aku pria berusia 60 tahun ini kepada kapolres dan Komandan Tim Jibom AKP Suwadji.

Temuan dua bungkusan tas kresek ini dilaporkan ke Mapolsek Maospati yang diterima langsung Kapolsek Kompol Suwarno.Petugas dari polsek dan polres pun berdatangan dan mengamankan rumah Suharsono dengan police line dalam radius sekitar 20 meter. 

Sekitar pukul 12.30,Tim Jibom Brimob Madiun datang. Salah seorang anggota Brimob lantas mengecek dua bungkusan tersebut dengan methal detector.''Nol ndan,''kata petugas tersebut sembari menunjukkan jari tangan sebagai isyarat angka nol.

Meski diduga tidak berisi benda membahayakan,salah seorang tim jibom segera mengenakan seragam untuk menjinakkan bom.Lalu,dengan membawa mantel berwarna oranye,petugas tersebut menuju teras dan memasukkan kedua bungkusan ke dalam tas.''Dari pengecekan awal, memang tidak ditemukan unsur logam.Tapi,temuan ini dicek tim Jibom Brimob,''kata kapolres.(rif/sat)
(mbak sri)

Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.