Hama Sundep dan Tikus Mengganas

Petani Terancam Ngaplo
MAGETAN-Bukan hanya dihadapkan pada ketidakpastian cuaca,petani di Magetan juga harus melawan berbagai hama.Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Plaosan,Karangrejo dan Kartoharjo.Hama sundep dan tikus menyerang tanaman padi milik warga.

Di Kelurahan/Kecamatan Karangrejo,hama tikus menyerang tanaman padi yang berusia sekitar 50 hari.Akibatnya, petani terancam ngaplo lantaran sebagian besar tidak bisa dipanen.''Yang masih nutut,ada yang disulami (ditanami kembali,Red).Tapi,ada yang dibabati untuk pakan ternak,''kata Sayit,petani di Karangrejo, kemarin(1/5).

Hama yang menyerang tanaman padi warga itu menyebabkan ancaman gagal panen.Di wilayah tersebut,pengakuan Sayit,luas area yang diserang hama sekitar4 8-10 hektare.''Kalau musim tanam tahun 2010,aman dari hama,''ungkap Sayit.

Wilayah lain yang diserang hama menimpa petani di Desa Sukowidi(Kecamatan Kartoharjo)dan Sidomukti(Plaosan). Rata-rata,usia tanaman yang dimakan tikus 50 hari.Tak ingin menelan kerugian lebih besar,petani kebanyakan memilih memanen dini tanaman mereka.

Khusus di wilayah Sukowidi,Dinas Pertanian mengidentifikasi,hama yang menyerang tanaman petani adalah bakteri pycularia.Merebaknya bakteri ini diduga akibat petani terlalu banyak menggunakan pupuk Urea. 

Di Sidomukti,hama tikus menyerang di lahan yang memiliki kemiringan.Tikus-tikus tersebut semakin mengganas dan berkembang biak di pematang sawah.''Hama tikus semakin mengganas karena tidak ada keseimbangan alam.Ular yang menjadi musuh utama tikus juga semakin habis,''ujar Yono,petani di Sidomukti.

Tidak hanya itu,hama tikus di Sidomukti juga mulai menyerang persawahan di desa tetangga.Bahkan,selain merusak tanaman padi,binatang mengerat itu juga menggerogoti tanaman sayur mayur.''Dua musim ini ada serangan tikus.Tapi,pada musim tanam tahun lalu,tidak separah kali ini,''terang beberapa petani di Sidomukti.

Kepala Dinas Pertanian Edy Suseno berjanji akan segera melakukan pengecekan ulang.Terutama mengefektifkan penyuluhan melalui petugas pertanian di lapangan. Sosialisasi dan bantuan pencegahan hama dilakukan bersama kelompok tani. 

''Yang di Sukowidi,kami sudah menyarankan agar petani mengeringkan lahan.Lalu diberi dolomit dan tidak dipupuk lagi menggunakan urea.Sedangkan yang lahan sawah yang diserang hama tikus,kami bersama kelompok tani melakukan gropyokan,''kata Edy.

Sebelumnya,hama burung juga menyerang lahan pertanian tanaman padi di kawasan Banjarejo kecamatan Ngariboyo. Di daerah tersebut,hama terjadi lantaran petani tidak secara bersamaan menanam padi.Hal ini karena warga setempat mengejar musim penghujan.Petani di Banjarejo mengandalkan sistem pertanian tadah hujan.(rif/isd) 

Sumber Ilustrasi Foto : google.com

Diberdayakan oleh Blogger.