Adipura Lepas Setelah Lima Tahun Diraih

Piala Adipura lepas dari Magetan.Setelah lima tahun berturut-turut berhasil diraih,tahun ini penghargaan tertinggi di bidang kebersihan kota dan lingkungan hidup ini tidak lagi mampir di kabupaten sebelah timur Gunung Lawu itu.''Mempertahankan memang lebih sulit daripada merebut.Mungkin kami agak lengah tahun ini.Sehingga,Adipura tidak bisa diraih Magetan,''ujar Sekretaris Daerah(Sekda)Abdul Azis, kemarin(9/6).

Dia berdalih,Adipura memang bukan tujuan utama.Namun, ajang yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan di Magetan.''Kegagalan ini akan kami gunakan sebagai cambuk untuk merebut kembali Adipura tahun mendatang,''terang Azis.

Selain perubahan sistem penjurian dan penilaian,di Magetan nyaris tidak ada greget menyongsong Adipura tahun ini.Yang terlihat,hanya rutinitas petugas kebersihan Dinas Pekerjaan Umum(DPU)di jalur protokol.

Bidang lain,seperti tamanisasi juga relatif minim dan tidak begitu terurus.Di kawasan Maospati misalnya,di pertigaan atau di seputar pasar produk unggulan(PPU) dan terminal,terkesan tidak lagi indah.Padahal,Bupati Sumantri memiliki visi dan misi Magetan 'Ditata Indah'. 

Di pintu gerbang masuk Magetan,baik dari arah Madiun, Ngawi,maupun Karanganyar(Jawa Tengah),maupun dari titik selatan,juga tidak ada upaya menggarap serius. Begitu juga di dalam kota.Nyaris tidak ada nuansa khusus untuk menyambut atau menandakan pembangunan berbasis akronim Ditata Indah itu.

Pasar yang menjadi salah satu titik penilaian juga nyaris tidak tersentuh.Begitu juga terminal Magetan maupun Maospati.

Dengan kondisi ini,Sekda Abdul Azis menjadikan kegagalan meraih Adipura yang keenam kalinya tahun 2011 ini sebagai bahan evaluasi semua satuan kerja, termasuk Badan Lingkungan Hidup yang menjadi leading sector.''Jujur saja,sebenarnya kami tidak boleh lengah dengan keberhasilan merebut Adipura selama lima tahun berturut-turut,''ujarnya.

Azis mengakui,pengelolaan sampah menjadi tugas berat. Karena itu,perlu pemikiran fokus.Apalagi Magetan belum memiliki sistem pengelolaan yang bagus.Itu diperparah dengan sampah dari pasar di Magetan yang memang cukup banyak.

''Kemudian,masalah penghijauan.Baik di dalam kota maupun di kecamatan-kecamatan.Untuk mengembalikan Adipura,butuh kekompakan dan sinergisitas program walaupun penghargaan ini bukan tujuan akhir,''papar dia.

Selain itu,dukungan dunia pendidikan di Magetan guna merebut kembali Adipura juga dianggap penting. Diharapkan bisa erus menerus menyosialisasikan pentingnya berperilaku sehat dan hidup bersih, setidaknya ada sekolah yang bisa dijagokan untuk Adiwiyata.Penghargaan ini diberikan bagi sekolah yang peduli budaya dan lingkungan.

''Kegagalan ini menjadi pelajaran.Inilah saatnya kita introspeksi.SKPD harus segera bersinergi.Dunia pendidikannya mendukung.Dan kami akan menggali keterlibatan masyarakatnya,''tegasnya.(rif/sat)

Sumber Ilustrasi Foto : Google.com

Diberdayakan oleh Blogger.