BBM Sulit Diperoleh di Madiun

Bahan bakar minyak jenis premium dan solar sulit diperoleh di Kota dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (20/6/2011). Kelangkaan dipicu oleh meningkatkan permintaan hingga 22 persen dari kondisi normal dan keterlambatan pasokan dari Pertamina Unit Pemasaran V Surabaya.

Kelangkaan BBM terjadi mulai pukul 05.00. Paling parah terjadi pada BBM jenis premium. Sejumlah SPBU yang melayani kebutuhan BBM masyarakat Madiun mulai kehabisan stok sehingga calon pembeli baik pengguna kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat kembali dengan tanki kosong.

Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha Gembong Kusdwiarto yang mengelola dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Madiun mengatakan pihaknya kehabisan stok sejak pukul 05.00. Premium maupun solar tidak ada yang tersisa di SPBU Jl Mayjen Sungkono, Kota Madiun.

Sedangkan untuk SPBU JI Basuki Rahmat stok solar habis terlebih dahulu sejak pagi. Siang harinya giliran stok premium menyusul habis. Akibat tidak adanya stok, karyawan SPBU yang masuk kerja, hanya duduk-duduk di bawah pohon rindang.

Habisnya stok itu, menurut Gembong, dipicu oleh tingginya permintaan dari masyarakat yang melebihi rata-rata penjualan normal. Sebagai gambaran, pada hari biasa, SPBU di Jalan Mayjen Sungkono Madiun mampu menjual 18 Kilo Liter (KL) premium. Akan tetapi sejak Sabtu (18/6/2011) penjualan premium mencapai 22 KL atau naik sekitar 22 persen per hari. Sedangkan penjualan solar yang biasanya hanya 6-7 KL naik menjadi 8 KL per hari.

Pengawas SPBU di Jl Soekarno Hatta Madiun, Meilida Andriyani mengatakan saat ini pihaknya hanya memiliki stok solar itupun menipis. Sedangkan stok premiumnya habis sejak pukul 11.00 siang. Hingga Senin, Pertamina belum mengirimkan pasokan ke SPBU walaupun kalangan pengelolaa sudah melaku kan pemesanan order.

Meilida mengaku telah memesan order sejak Jumat (17/6/2011) sebanyak 24 KL namun baru dikirim 16 KL pada hari Sabtu dan langsung habis. Ia berharap Pertamina segera mengirim kekurangan pesanannya yang 8 KL untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Gembong juga mengaku sudah melakukan pemesanan ke Pertamina sejak Jumat pekan lalu sebanyak 16 KL premium dan 16 KL solar. Pada Senin pagi ia kembali melakukan pemesanan sebanyak 32 KL. Namun baik pemesanan yang dilakukan Jumat maupun Senin, belum ada yang dipenuhi. Padahal biasanya Pertamina melakukan pengiriman BBM secara rutin setiap hari.

Kesulitan BBM ini dikeluhkan oleh masyarakat di Madiun. Apalagi saat ini tengah digelar kegiatan tahunan berupa Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Provinsi Jawa Timur di Kota Madiun yang menyedot banyak tamu dari 37 kota/kabupaten lain.

Rindu salah satu pengendara sepeda motor mengaku terpaksa membeli bensin eceran di kios-kios setelah tidak menjumpai SPBU yang menjual premium. Ia beruntung, stok di pengecer masih ada, walaupun pada akhirnya stok di pengecer juga habis karena diserbu pengendara motor.

Sales Representatif Pertamina UPMS V Fanda Chrismianto membantah terjadi kelangkaan BBM di wilayahnya. Menurutnya stok premium maupun solar saat ini masih mencukupi. Pihaknya mengakui apabila terjadi peningkatan permintaan yang disebabkan oleh adanya kegiatan besar di Madiun dan datangnya musim liburan yang mendorong tingginya mobilitas masyarakat.

Menurutnya, pada kondisi normal SPBU di wilayah Madiun, Nganjuk, Ponorogo, Trenggalek dan sebagian Kabupaten Magetan, Tulungagung serta Ngawi memasarkan 900 KL premium dan 440 KL solar per hari. Namun saat ini pemasaran mencapai 1.080 KL untuk premium dan 560 KL solar dalam sehari.
Pada hari Sabtu dan Minggu kemarin, permintaan pesanan malah mencapai 1.500 KL dan sudah dipenuhi sebanyak 1.480 KL. Hari Minggu yang biasanya libur, digunakan untuk mensuplai kebutuhan BBM karena tingginya permintaan masyarakat. 

Sumber : Kompas.com
Diberdayakan oleh Blogger.