Disuntik Perawat,Kena Steven Johnson

Sekujur Kulit Tubuh Melepuh Seperti Terbakar
MAGETAN-Kalangan anggota DPRD di Magetan mencermati praktik pelayanan medis yang dilakukan perawat. Pasalnya,berdasarkan Permenkes nomor 148 Tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat,ada berbagai ketentuan terkait praktik oleh orang yang bukan dokter tersebut.

Pasalnya,bukan tidak mustahil praktik tersebut akan membawa dampak serius bagi pasien.Salah satu yang dikhawatirkan adalah munculnya penderita Steven Johnson Syndrome(SJS)atau alergi obat yang belum lama ini muncul di Magetan.

''Untuk itu kami berupaya mencari tahu bagaimana sebenarnya permasalahan praktik perawat ini.Apalagi hingga terjadi SJS,''kata Widodo Tri Saksono,anggota Komisi C DPRD Magetan,kemarin(21/6).

Menurut dia,banyak ketentuan bagi seorang perawat sebelum membuka praktik kesehatan di rumahnya.Sesuai ketentuan perawat hanya dapat berpraktik pada fasilitas pelayanan kesehatan.Jika membuka praktik mandiri,wajib memiliki Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)dan dikecualikan bagi perawat yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan di luar praktik mandiri.

''Pandangan kami,sebenarnya perawat yang buka praktik itu tidak diizinkan.Kami sudah melakukan koordinasi dengan direktur RSUD dr Sayidiman Magetan terkait hal itu,''kata Widodo usai sidak pasien SJS di ruang Irna IV RSUD dr Sayidiman kemarin.

Penderita SJS itu dirawat di RSUD dr Sayidiman sejak akhir pekan lalu.Selain Widodo,anggota komisi C lainnya,seperti Hadi Sutikno,Maria Yuliana serta Suwarno juga mendatangi RSUD.Sayangnya,pasien SJS Anggy Prasetyo,8,asal Kecamatan Karas,Magetan itu sudah pulang dari rawat inap.

Meski begitu,para legislator tetap menyempatkan diri melihat kondisi perawatan inap di rumah sakit tersebut.Bahkan,sempat berdialog dengan kepala ruangan dan direktur RSUD.''Dari hasil klarifikasi kami, secara prinsip tidak ada masalah pada penderita SJS. Memang murni alergi obat.Serta dirawat di rumah sakit selama tiga hari.Tetapi,kami akan menelusuri terkait praktik perawat yang diduga menyebabkan terjadinya SJS ini,''ungkapnya.

Sebagaimana diketahui,Anggy Prasetyo terpaksa menjalani rawat inap sejak akhir pekan lalu lantaran sekujur kulit tubuhnya melepuh mirip luka bakar.Itu terjadi setelah mengonsumsi obat dari seorang perawat desa.Diduga,bocah malang ini terkena alergi obat atau SJS.

Ehud Allawy,direktur RSUD dr Sayidiman Magetan mengungkapkan pasien tersebut mengalami gejala SJS sebelum masuk RSUD.Awal mula penyakit tersebut,diduga berasal dari perawatan medis tingkat pertama(perawat desa,Red.)sebelum dirujuk ke RSUD.

''Untuk masalah praktik perawat,kami serahkan kepada komite medik.Saat ini kami memang sudah melangkah. Untuk pasien SJS ini,dengan perawatan medis di RSUD kondisinya berangsur-angsur pulih.Meski tidak bisa pulih seratus persen,''terang Ehud kepada rombongan dewan kemarin.(wka/sat)

Sumber : Radarmadiun.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : google.com



Diberdayakan oleh Blogger.