Kasek SMA Widya Dharma Bantah Tahan Ijazah Siswanya

Penahanan ijazah bagi siswa SMA Widya Dharma Jalan Ketintang, yang baru lulus dibantah oleh Kepala Sekolah Sumarno. Menurutnya, sekolah tidak menahan ijazah, namun belum dibagikan ke semua siswa.

"Memang semua belum dapat mas, cuma kemarin salah satu murid saya Andi Novian Andriyanto sempat meminta ijazahnya lebih awal. Dia beralasan mau daftar di kepolisian," terang Sumarno saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya Jalan Ketintang No 147-151 Surabaya, Sabtu (11/6/2011).

Pria yang sejak 2004 menjadi kepala sekolah menjelaskan, justru sebanyak 83 ijazah para siswanya bisa diambil mulai hari ini. Sebenarnya ijazah tersebut sudah bisa dibagikan beberapa hari yang lalu, tapi Sumarno menunggu hasil SKHU (Surat Keputusan Hasil Ujian) dari dinas pendidikan, maka pembagiannya tertunda.

"Hari ini semua siswa bisa mengambil ijazah, rapor dan fotocopy ijazah yang dilegalisir, kecuali SKHU," jelas pria asal Magetan ini.

Sumarno menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mengikat siswanya yang membutuhkan ijazah. Ia juga membantah pernyataan bahwa SMA Widya Dharma menginformasikan kepada seluruh siswa bahwa harus melunasi tunggakan dulu, baru bisa mengambil ijazah.

"Sebenarnya kami bisa bagikan Ijazahnya jauh-jauh hari, tetapi kami sepakat menunggu hasi SKHU, ternyata SKHUnya gak keluar sampai sekarang, akhirnya kami sepakat keluarkan ijazah dan rapornya dulu," ujarnya

Sebelumnya, Sonny (19) siswa lulusan SMA Widya Dharma terpaksa tidak bisa mendapat ijazah kelulusan. Ijazah miliknya 'ditahan' pihak sekolah karena dia belum melunasi uang SPP, Ujian Nasional (UN), UAS dan Bimbel sebesar Rp 2 juta. (fat/fat)

Sumber : Detik.com
 
Diberdayakan oleh Blogger.