Pencuri Sikat Mur Dam

Petani Resah,Rebutan Air
MAGETAN-Aksi pencurian ini sangat merugikan kepentingan umum.Sebab,yang disikat adalah alat pengatur pintu bendungan berupa mur yang terbuat dari kuningan.Tentu saja bernilai cukup tinggi.

Aksi maling tersebut terjadi di Dam Tlatak,Kelurahan Ngaglik,Kecamatan Parang,Magetan,kemarin(17/6).''Kami sedang menyelidiki kasus ini.Sebab,aksi pencurian ini amat merugikan petani,''terang Kapolres Magetan AKBP Awi Setiyono.

Informasi yang diterima koran ini,hilangnya mur kuningan di pintu air bendungan tersebut diketahui HIPPA(himpunan petani pemakai air)di wilayah Parang. Sebab,pembagian air untuk petani di wilayah tersebut akhir-akhir ini tidak merata.

Setelah dicek,ternyata mur di Dam Tlatak hilang. Padahal,bendungan tersebut berfungsi mengairi wilayah selatan,seperti Parang,Tamanarum,Pragak dan Tapen. Sedangkan aliran yang ke barat melewati Wadung, Bungkuk,Mategal,Dasiran dan Kali Tengah.

Aksi pencurian mur persis seperti ini ini juga terjadi di Dam Bajang,Desa Bungkuk,Kecamatan Parang.Onderdil berbahan kuningan itu diembat maling.Diduga kuat,aksi pencurian tersebut dilakukan pada malam hari.

Kelompok HIPPA di Parang berharap Dinas Pertanian segera mengganti hilangnya mur yang menjadi bagian penting dari alat pengatur dam tersebut.''Kami masih mengecek,dam-dam di wilayah Magetan,''ungkap kapolres.

Akibat hilangnya mur pada dam,petani resah karena pasokan air tidak mencukupi.Sehingga,tak jarang petani saling rebutan untuk pengairan sawah mereka.(rif/sat)

Sumber Ilustrasi Foto: Google.com

Diberdayakan oleh Blogger.