Sumantri Anggap Gelar KRA Amanah

Ada Noto Adinagoro
MAGETAN-Bupati Magetan Sumantri,mulai kemarin(26/6), resmi menyandang gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta Hadiningrat.Setelah diwisuda bersamaan Tingalandalem Jumenengan VII PB XIII Sinuhun Tedjowoelan atau peringatan naik tahta raja,Sumantri diberikan gelar Kanjeng Raden Arya atau disingkat KRA.

Berdasarkan kekancingan(SK)No.01/Kw/VI/2011,saat ini, Sumantri berhak dengan sebutan KRA Sumantri Noto Adinagoro.''Saya persembahkan penghormatan dari Keraton Surakarta ini untuk masyarakat Magetan tercinta.Sungguh,ini sebuah amanah yang membanggakan namun berat bagi saya dan keluarga,''kata Sumantri via telepon seluler usai diwisuda.

Bupati hingga penyerahan kekancingan,mengaku masih belum percaya dengan penghormatan yang diberikan Keraton Surakarta.Sebab,menurut dia,perjuangan yang dilakukan dalam nguri-uri kebudayaan Jawa selama ini belum apa-apa.

''Yang saya lakukan itu baru sedikit.Terus terang, niatan saya menumbuhkembangkan budaya Jawa bukan untuk gelar kebangsawan.Tapi,semua karena kecintaan saya terhadap kesenian dan budaya Jawa,''ujar putra dari Mus Kaharsam dan Rusminah tersebut.

Dia mengaku,kecintaannya terhadap seni dan budaya Jawa itu terpatri di hati,semenjak kuliah di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta tahun 1975-an.Ketika itu,suami dari Nanik Sumantri ini mengambil jurusan ilmu sosial dan politik.

Kebetulan,perkuliahan dilakukan di lingkungan Keraton Ngayogyakarta atau tepatnya di Siti Hinggil.''Setiap istirahat maupun pulang kuliah,pasti mendengar suara gendhing.Kadang melihat latihan tari di Siti Hinggil. Dari situlah,saya jatuh hati dengan seni dan budaya Jawa.''

Bupati mengatakan,ada sesanti berbahasa Jawa dari pendiri Magetan yang tak bisa dilupakan.Yakni, manunggaling rasa,suka hambangun dan Magetan kumandang,yen kabeh tumandang.''Menurut saya,dua kalimat mutiara dari bahasa Jawa itu sangat indah dan sangat relevan diterapkan,''ujar Sumantri.

Sumantri mengaku setelah menerima gelar KRA ini berusaha tidak berhenti menumbuhkembangkan seni dan budaya Jawa.Terutama,kepada generasi muda.Sehingga, filosofi Jawa yang adi luhung,bisa diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

''Misalnya,bagaimana bersikap santun,sopan,dan ramah. Terus,bagaimana ketika berbicara itu harus dipikir dulu sehingga tidak asal ucap.Prinsip saya,apa yang kita perbuat ini jangan sampai mengecewakan orang lain.''

Sumantri bersyukur dengan pemberian gelar KRA oleh Keraton Surakarta ini.Namun,bentuk syukur tersebut akan dilakukan dengan penuh kesederhanaan.Rencananya, bupati akan melakukan tasyakuran bersama keluarga inti di Pendapa Surya Graha,30 Juni 2011 mendatang.
Acara tersebut bersamaan kedatangan utusan Keraton Surakarta Hadiningrat,yang akan memberikan ucapan selamat dan bersilaturrahmi dengan keluarga Bupati Sumantri di pendapa.''Jujur,dengan gelar ini,tugas saya ke depan semakin berat.Termasuk,menjaga nama baik dan jati diri keraton,''katanya.(rif/isd)

Sumber : Radar Madiun


Diberdayakan oleh Blogger.