Warga Stop Proyek PDAM

DIANGGAP MERUSAK JALAN DI DUA DESA
MAGETAN-Proyek pipanisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Magetan yang melintasi Desa Turi dan Rejomulyo, Kecamatan Panekan menuai protes.Warga ramai-ramai menghentikan proyek tersebut lantaran perusahaan milik pemkab itu dinilai belum memenuhi komitmen membantu perbaikan jalan desa setempat.

Aksi penghentian penanaman pipa sepanjang sekitar 600 meter tersebut dilakukan sekitar pukul 10.00 kemarin (22/7).''Kami mendesak PDAM memperbaiki jalan yang dilalui proyek pipanisasi,''protes salah seorang warga kemarin.

Informasinya,sekitar dua bulan lalu PDAM membangun tandon air di wilayah Rejomulyo dan Turi.Akibat pembangunan itu jalan desa menjadi rusak.Utamanya, jalan yang melintasi Dusun Panger(Rejomulyo)dan Dusun Kwangsan(Turi).

Usai menyelesaikan tandon,PDAM membangun jaringan pipa distribusi di kawasan tersebut.Panjangnya sekitar 600 meter yang melewati kedua desa.Penanaman pipa masih berlangsung hingga saat ini.Namun,warga terpaksa menyetopnya meski proyek tersebut nyaris selesai.

Warga setempat menuntut PDAM membangun jalan.Mereka tidak mau ditunda lantaran khawatir PDAM tidak menepati janjinya.Sejumlah warga pun berduyun-duyun menuju kantor PDAM Unit Panekan didampingi petugas dari mapolsek setempat kemarin.

Namun,dialog di kantor unit itu tanpa kesepakatan alias buntu.Lalu,beberapa perwakilan warga Turi dan Rejomulyo didampingi pimpinan PDAM Unit Panekan dan polisi menuju ke kantor pusat PDAM di Jalan Tripandita,Magetan.

Dalam dialog di aula PDAM tersebut Kabag Langganan PDAM Gianto menyatakan tetap berkomitmen dengan tuntutan warga soal perbaikan jalan.''Antara jalan, tandon air dan pipa itu sama-sama fasilitas umum.Kami memprioritaskan semua,jadi warga jangan khawatir dengan komitmen perbaikan jalan,''kata Gianto.

Dia mengatakan,PDAM bertanggung jawab dengan kerusakan jalan sebagaimana menjadi tuntutan warga.Tidak percaya begitu saja,warga pun mengajukan RAB(rencana anggaran biaya).

''Dari RAB itu,diketahui mana-mana saja yang menjadi tanggung jawab PDAM.Dan mana-mana bagian masyarakat. Karena,perbaikan jalan tetap menjadi tanggung jawab bersama.Nominal yang menjadi tanggung jawab PDAM tentu akan kami penuhi sebagai bentuk komitmen,''janji Gianto

Khusus di Rejomulyo,PDAM berharap pemerintahan desa segera membuat proposal perbaikan jalan,sebagaimana dilakukan desa Turi.Sehingga,bisa segera diproses persetujuan anggarannya oleh Direksi PDAM.''Jadi ini hanya masalah miskomunikasi saja.PDAM juga milik masyarakat.Karena itu,tuntutan warga wajib dipenuhi. Namun,semua itu perlu komunikasi,''kata Gianto. (rif/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id

Diberdayakan oleh Blogger.