Harga Beras dan Telor Terus Meroket

Menjelang datangnya Bulan Ramadan, harga sembako di pasar tradisional terus merangkak naik di sejumlah daerah. Kenaikan signifikan terjadi pada beras dan telur. Gagal panen akibat serangan hama wereng di sejumlah daerah menambah tingginya harga beras di pasaran.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, beras naik sekitar Rp 700 sampai Rp 1.000 per kilo. Beras kualitas super yang sebelumnya hanya Rp 7.500 kini naik menjadi Rp 8.500 per kilo. Beras medium I yang semula hanya Rp 6.500 per kilonya naik menjadi Rp 7.800, Jumat (8/7).


Harga bawang merah juga ikut naik. Jika sebelumnya hanya Rp 15 ribu, saat ini naik menjadi Rp 21 ribu per kilo. Sementara harga bawang putih justru turun drastis yaitu dari Rp 29 ribu menjadi hanya Rp 9.000 perkilo.


Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, harga beras juga naik. Beras yang biasa dijual dengan harga Rp 6 ribu per kilo kini mencapai Rp 7.500 per kilogram. Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada daging, ikan laut, dan telur. Kenaikan rata-rata berkisar antara Rp 1.500.


Harga beras di Karanganyar, Jawa Tengah, terus meroket dalam beberapa pekan terakhir. Di tingkat pengecer kenaikan bahkan mencapai Rp 1.000 per kilogram.


Untuk beras jenis IR 64 kualitas rendah semula hanya Rp 5.700 kini dijual Rp 7.000 per kilogramnya. Sementara IR 64 kualitas bagus menembus harga Rp 8 ribu dan mentik wangi kini melonjak menjadi Rp 9 ribu dari sebelumnya Rp 8 ribu.


Tidak hanya harga beras, telor ayam juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga telur ayam yang semula dijual Rp 12 ribu per kilogram, kini menembus Rp 16 ribu per kilogramnya. Sementara untuk harga gula, minyak goreng, dan cabe masih stabil.


Kenaikan harga juga terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada semua jenis beras dengan kisaran kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram. Warga berharap pemerintah setempat turun tangan dan segera melakukan operasi pasar agar harga sembako kembali stabil.(MEL)

Sumber : Liputan6
 
Diberdayakan oleh Blogger.