Kadindik:Jauhkan MOS dari Aksi Kekerasan

MAGETAN-PPDB 2011 di Magetan telah selesai.Kini,tahap selanjutnya,memasuki MOS(masa orientasi sekolah). Untuk itu,Dinas Pendidikan(Dindik)Magetan mem-warning sekolah-sekolah agar pelaksanaan MOS dijauhkan dari aksi kekerasan fisik.''Ada banyak kegiatan positif yang bisa dijadikan agenda MOS.Pesan saya,jangan sampai ada kekerasan fisik,caci maki atau diskriminasi terhadap anak didik,''ujar Kepala Dindik Bambang Trianto kemarin(7/7).

Dia mengatakan MOS bisa digunakan sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah.Mulai dari pengenalan guru hingga kegiatan ekstra kurikuler.''MOS itu kan masa orientasi.Siswa baru bisa dikenalkan di mana lokasi perpustakaan dan tempat-tempat lain di sekolah barunya.''

Tidak hanya itu,Bambang mewanti-wanti agar guru dan sekolah saat MOS menanamkan kesadaran akan berbangsa dan bernegara.''Termasuk mengajarkan budi pekerti. Sebab,tahun ajaran baru ini kan masa transisi,''tutur Bambang.

Yang lebih penting lagi,jelas dia,kesempatan MOS harus digunakan sekolah untuk membangun karakter anak. ''Memang membangun kesadaran berbangsa dan membangun karakter tidak cukup lewat MOS.Tapi,setidaknya, dimulai dari masa orientasi ini.''

Bambang kembali menegaskan,pelaksanaan MOS harus dijauhkan dari sistem perpeloncoan.Di mana,siswa baru acap menjadi bulan-bulanan kakak kelasnya.''Sekarang bukan zamannya lagi MOS seperti perpeloncoan,'' katanya.(rif/sat)

Sumber : Radar Madiun
Diberdayakan oleh Blogger.