Penderita Gizi Buruk, 51 persen Akibat Pola Asuh Yang Salah

Magetan. Kasus gizi buruk di Magetan meningkat karena pola asuh orang tua yang salah. Mayoritas penderita gizi buruk tidak hanya dari kalangan orang tidak mampu saja. ” Sesuai pendataan kami dari lapangan balita yang menderita Gizi buruk akibat pola asuh yang salah  sekitar 51 persen,sisanya penyakit infeksi, dan kemiskinan.” jelas Toto Aprijanto Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

Sesuai data daro Dinas Kesehatan, tahun 2010 dari bulan Januari sampai Desember berjumlah 257, meninggal satu, sedangkan tahun 2011 dari bulan Januari sampai Mei jumlah penderita gizi buruk 251 meninggal satu. “ kemungkinan dari jumlah tersebut bisa bertambah, bila cara pola asuh anak tidak segera di rubah dengan benar,” katanya.

“Kalau melihat orang tua sekarang, mungkin karena sibuk dengan pekerjaan, balita sering di asuhkan oleh ke neneknya atau tetangga. Terkadang saat di suapi pembantu, biar terkesan lekas habis,  makanannya  di habiskan pembantu,” ungkapnya.

Menurutnya, Makanan bergizi bukan bearti makan yang mahal, akan tetapi makan dengan cukup, seperti sayur-sayuran , tempe, dan tahu. Makan ikan tidak harus sering-, 2 sampai 3 hari sekali sudah baik,” tuturnya.

Upaya Dinas Kesehatan tidak pernah berhenti untuk memberi pembinanan tentang pola asuh anak yang benar melalui masing-masing Pukesmas, Posyandu, dan bidan Desa. “ Yang terpenting pola asuh terhadap anak adalah sering memperhatikan, terutama makanan yang di konsumsi,” jelasnya.Cahyo Nugroho.

Diberdayakan oleh Blogger.