Program Batikisasi Mengambang

MAGETAN-Rencana batikisasi di lembaga sekolah yang berada di lingkup Dinas Pendidikan(Dindik)Magetan masih mengambang.Meski sudah ada pertemuan antara Dindik dan Komisi A DPRD,belum diambil kesimpulan apakah batikisasi diteruskan atau tidak.''Ini masih mengambang.Seperti buah simalakama,''kata Sekretaris Komisi A DPRD Nurwahid kepada koran ini kemarin(24/7).

Dalam pertemuan yang dilakukan pekan lalu antara Dindik dan Komisi A memang belum mengambil kesimpulan. Sebab,komisi yang salah satunya membidangi pendidikan ini masih akan melakukan pembahasan lebih detil tentang perlu tidaknya batikisasi di sekolah yang berada di lingkup Dindik.''Minggu depan(minggu ini, Red),komisi akan membahas intens tentang rencana batikisasi di sekolah,''terang wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Dia mengaku,bersamaan dengan pendaftaran siswa baru tahun 2011 ini,Komisi A disambati oleh beberapa wali murid tentang dimasukkannya pembelian seragam batik dalam daftar ulang.Kemudian,ada keberatan orang tua terhadap rencana tersebut.Dari wacana itulah,komisi menggelar rapat dengan pendapat tentang batikisasi di sekolah.

''Mengapa simalakama,di satu sisi,rencana batikisasi tersebut positif untuk menghidupkan perajin batik di Sidomukti.Di sisi lain,ada wali murid yang keberatan,''ujar politisi muda asal Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan,tersebut.

Padahal,kata Nurwahid,selama ini,sekolah juga memberlakukan pengenaan seragam batik di sekolah pada hari tertentu.Namun,seragam batik yang digunakan memang bukan batik khas Magetan,yakni batik Sidomukti.''Dalam satu minggu,sekolah pasti ada seragam batik.Kalau dibilang keberatan,sebenarnya tidak juga.Karena sebelumnya sudah diberlakukan. Mungkin,yang perlu dikoordinasikan itu soal harga batiknya.Sehingga,sama-sama diuntungkan,''jelas Nurwahid.

Nurwahid menyambut baik program batikisasi jika benar-benar dikerjakan oleh perajin Sidomukti.Namun, kalau batikisasi dilakukan dengan sistem tender,dia tidak setuju.''Sebab,perputaran uang memang akhirnya keluar kota.Tidak di Magetan.Kalau yang bikin itu perajin Sidomukti,dan harganya relatif terjangkau, menurut saya,bagus.''(rif/isd)

Sumber : Radar Madiun
Sumber Ilustrasi Foto : Google


Diberdayakan oleh Blogger.