Syahrir:Sekolah Pinggiran Terpinggirkan

Desak Dindik Kaji Ulang PPDB Terbuka
MAGETAN-Fenomena kekurangan siswa di SMP negeri kawasan pinggiran dan SMP swasta di Magetan mendapat sorotan.Ketua Dewan Pendidikan setempat Syahrir, mendesak Dinas Pendidikan(Dindik)mengkaji ulang penerimaan peserta didik baru(PPDB)tahun 2011 yang menggunakan sistem terbuka.

''Dindik harus berani mengkaji ulang.Jangan berlindung pada sistem demokrasi,tapi pada akhirnya sekolah negeri di daerah pinggiran kekurangan peserta didik. Ini kan ironis,''kata Syahrir kemarin(17/7).

Menurutnya,pada awal rapat PPDB tahun 2011 lalu di Dinas Pendidikan,pihaknya sudah menyampaikan warning terhadap penggunaan sistem terbuka.Sistem tersebut membolehkan siswa dari wilayah kecamatan mana pun mendaftar di SMP atau SMA negeri yang disukai.

''Lihat,sistem terbuka ini dampaknya sangat ekstrem. Sekolah pinggiran atau non favorit menjadi benar-benar terpinggirkan.Ini harus ada pengkajian ulang.Tahun depan jangan sampai terjadi lagi,''ungkap Syahrir dengan nada tinggi.

Ke depan,lanjut Syahrir,Dewan Pendidikan mengusulkan agar PPDB dengan sistem terbuka dikembalikan lagi ke sistem rayonisasi.Dengan begitu,akan ada proteksi terhadap pemerataan peserta didik.

''Persaingan bebas dengan sistem terbuka memang bagus. Sebab,tiap sekolah dituntut untuk maju dan berkualitas.Tapi,nyata sistem terbuka tersebut malah bisa membunuh pelan-pelan,baik sekolah negeri non favorit atau sekolah swasta,''terang dia.

Dindik,jelas Syahrir,harus berani melakukan proteksi untuk menyelamatkan sekolah negeri pinggiran dan sekolah swasta.Baik itu SMP maupun SMA sederajat. Kalau tidak,bukan tidak mungkin,dua sampai tiga tahun mendatang,sekolah tertentu akan mati,bilamana sistem terbuka tetap diberlakukan.

''Terutama sekolah swasta,Dewan Pendidikan berharap kepada Dindik,untuk turut memikirkan.Sebab,di sekolah swasta itu juga ada tenaga kerja yang harus dihidupi. Kalau dimatikan,kasihan mereka(tenaga pendidikan di sekolah swasta,Red),karena juga punya keluarga,'' papar Syahrir.

Selain itu,Dewan Pendidikan juga menyoroti tentang SMP maupun SMA negeri di Magetan yang menambah pagu ketika PPDB dengan pemberlakuan sistem terbuka.Akibatnya, lulusan SD maupun SMP tersedot di sekolah negeri unggulan atau favorit.''Ini yang kami sayangkan.Ke depan harus ada perubahan menuju sistem rayonisasi untuk memberi proteksi dan pemerataan peserta didik.''

Syahrir mengaku akan menjadikan fenomena SMP negeri pinggiran kekurangan siswa sebagai bahan evaluasi. Termasuk,Dewan Pendidikan yang mendesak Dindik agar memerhatikan nasib sekolah SMP maupun SMA swasta sederajat.''Terus terang,sejak awal,kami dari Dewan Pendidikan tidak setuju dengan sistem terbuka. Sekarang dampaknya sudah bisa dirasakan bersama.'' (rif/isd)

Sumber : Radar Madiun

Diberdayakan oleh Blogger.