Yuk! Berburu Produk Kulit Murah di Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar Pameran Produk-produk Kulit di kantor Kemenperin Gatot Soebroto, Jakarta. Pameran tersebut berlangsung dari tanggal 26-29 Juli 2011.

Sebanyak 50 perajin industri kecil menengah (IKM) kulit yang berasal dari Denpasar, Medan, Surabaya, Semarang, Magetan, Garut, Cibaduyut, Ciomas meramaikan pameran ini. Pameran rutin ini menampilkan produk-produk kulit, seperti sepatu, tas, jaket, koper, dompet, dan lain-lain.

Untuk soal harga, produk-produk di pameran ini cukup miring. Bagi anda yang ingin berburu dan penggemar produk kulit sangat lah cocok.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menilai produk alas kaki dalam negeri yang terbuat dari kulit memiliki harga yang relatif murah. Bahkan Hidayat takut para perajin-perajin alas kaki kulit sulit mendapatkan keuntungan dari poduk yang mereka jual.

Ketika melakukan peninjauan gerai dalam Pameran Produk Kulit di Kementerian Perindustrian, Hidayat mempertanyakan produk sepatu yang terbuat dari kulit hanya seharga Rp 200.000. Menurutnya, harga sepatu kulit seharusnya memiliki harga di atas Rp 500.000 per pasang.

"Tidak rugi kamu jual Rp 200.000?" tanyanya kepada penjual di salah satu gerai di dalam pameran, Selasa (26/7/2011).

Hidayat menyarankan kepada penjual tersebut untuk menjualnya lebih mahal agar barang tersebut tidak dianggap murahan. "Kalau gitu biayanya bikinnya di bawah Rp 200.000 dong? Harusnya kamu jual lebih mahal," imbaunya.

Menurut Hidayat harga Rp 500.000 ke atas dianggap paling pantas untuk mewakili produk sepatu dari kulit. "Harusnya segini lebih," ujarnya sambil menunjukkan lima jarinya.

Hidayat menjelaskan, untuk produk alas kaki dari kulit yang sudah memiliki merek terkenal, harganya mungkin bisa lebih mahal 10 kali lipat. "Kalau beli pakai brand minimal 10 kalinya," imbuhnya.(ade/hen)


Sumber : Detik


Diberdayakan oleh Blogger.